Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

3 menit baca
mufti wibowo
Ditulis oleh mufti wibowo diterbitkan
Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah. (Sumber: Gemini AI)

Dua Film dengan durasi paling panjang yang pernah saya saksikan adalah Avengers Endgame: Encore besutan Anthony Russo dan Joe Russo. Ia hanya  16 menit lebih sedikit dari Avatar: The Way of Water. Dibintangi  Robert Downey Jr dkk

Thanos berhasil mengumpulkan enam Infinity Stones dan memusnahkan separuh populasi alam semesta dalam Avengers: Infinity War. Dasarnya tampak masuk akal, bahwa jumlah populasi tidak sebanding dengan ketersediaan sumber daya alam tersedia. Para anggota Avengers yang tersisa hidup dihantui kekalahan dan duka yang mendalam.

Setelah tahun-tahun ketidakpastian, kedatangan Ant-Man membawa secercah harapan baru. Dengan memanfaatkan konsep Quantum Realm, tim Avengers yang tersisa—Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow, dan Hawkeye—merancang misi perjalanan lintas waktu untuk mengumpulkan Infinity Stones. Itu untuk mencegah Thanos mendapatkannya lebih dulu. Misi ini menjadi pertaruhan terakhir demi mengembalikan mereka yang hilang.

Kita bisa menarik kesimpulan upaya yang dilakukan tim Avenger adalah sebuah aksi nyata dari sebuah kesadaran ekologis dan kepedulian lingkungan. Dalam wawasan keislaman di Indonesia, Muhammadiyah mengangkat isu lingkungan hidup sebagai manifestasi dari keimanan dan slogan Islam berkemajuan.

Muhammadiyah memandang hubungan manusia dengan alam melalui konsep teologi lingkungan. Manusia ditempatkan di bumi sebagai khalifah—bukan sebagai penguasa yang bebas mengeksploitasi, melainkan sebagai penanggung jawab untuk mengelola dan memelihara kelestarian alam.

Berdasar pemahaman tersebut, merusak lingkungan berarti mencederai amanah Tuhan. Merusak alam pada hakikatnya memutus keharmonisan hubungan manusia dengan penciptanya.

Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah menerbitkan Fikih Kebencanaan dan Fikih Air serta memperkuat konsep Fikih Lingkungan (Fiqh al-Bi'ah). Fikih ini mengintegrasikan metodologi pemikiran keislaman untuk merespons krisis ekologis. Dengan pendekatan bayani, memahami perintah menjaga alam secara langsung dari teks al-Qur'an dan Hadis.
Secara burhani, menggunakan ilmu pengetahuan dan sains modern untuk menganalisis dampak kerusakan alam. Terakhir, secara Irfani, mendorong kepekaan nurani dan etika spiritual agar manusia memperlakukan bumi secara arif.

Isu-isu seperti pengelolaan sampah, efisiensi energi, pencegahan banjir, hingga dampak perubahan iklim dipandang sebagai ranah ibadah muamalah yang memiliki konsekuensi hukum.

Pemikiran teologis tersebut diterjemahkan dalam berbagai gerakan; mengubah masjid dari sekadar tempat shalat menjadi pusat konservasi air dan pengelolaan sampah mandiri;
penerapan kurikulum berwawasan lingkungan serta budaya minim plastik di perguruan tinggi dan sekolah Muhammadiyah; merespons cepat dalam merespons bencana alam sekaligus melakukan edukasi kebencanaan berbasis lingkungan; hingga  advokasi konflik sosial-ekologis dan menyuarakan keadilan iklim.
 

Gerakan ekologis ini mempertegas peran Islam sebagai pembawa rahmat dan kedamaian bagi seluruh alam semesta. Jika saya harus menarik korelasi antara substansi dalam film Avengers dengan pandangan ekologi Muhammadiyah, keduanya sama-sama menaruh perhatian pada krisis sumber daya alam dan kelangsungan hidup di bumi. Namun demikian, keduanya berbeda secara fundamental dalam mendiagnosis masalah serta tawaran solusinya.

Titik temu keduanya adalah Avengers membawa narasi utama tentang keterbatasan alam. Thanos melihat bahwa sumber daya semesta bersifat terbatas, sementara pemanfaatannya berlebihan sehingga memicu kelangkaan dan kerusakan. Thanos (antagonis dalam Avengers) memandang malthusianisme yang mengancam menemukan antitesis dengan pemusnahan 50% populasi secara acak demi memulihkan keseimbangan alam. Sesuatu yang justru menghadirkan masalah lain. Thanos menggunakan pendekatan ekofasisme yang memosisikan populasi sebagai beban yang harus dikurangi drastis.

Baca Juga: Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Sementara, kesadaran ini sejalan dengan premis awal ekoteologi Muhammadiyah bahwa bumi saat ini sedang mengalami eksploitasi masif dan kerusakan alam. Muhammadiyah mengakui bahwa krisis lingkungan hidup dan perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup manusia. Muhammadiyah menawarkan tata kelola etis, gaya hidup berkeadilan, serta perbaikan perilaku manusia. Muhammadiyah memandang bahwa problem utamanya bukan pada jumlah manusia, melainkan pada perilaku dan krisis moralitas manusia. Manusia ditugaskan sebagai pengelola dan penjaga alam, bukan penguasa yang mengeksploitasi tanpa batas.

Hingga akhir film, narasi yang dibangun sejak awal adalah membuktikan kesalahan logika Thanos. Pengurangan separuh populasi tidak menyelesaikan masalah; dunia justru tenggelam dalam trauma, keputusasaan, dan kekacauan sosial. Hal ini mengafirmasi pandangan Muhammadiyah bahwa krisis ekologis tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara zalim atau mengabaikan martabat kemanusiaan. Solusi lingkungan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial.

Dengan sederhana saya dapat mengatakan, Thanos adalah cerminan dari keputusasaan ekologis yang memilih jalan pintas berupa kehancuran. Sebaliknya, Muhammadiyah dan para Avengers memilih jalan harapan–meyakini bahwa dengan kesadaran kolektif, etika kepemimpinan yang benar, dan aksi nyata, keseimbangan alam dan kehidupan manusia dapat diselamatkan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

mufti wibowo
Tentang mufti wibowo
Menulis Prosa

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)
Beranda 30 Sep 2026, 08:43

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 19:45

Street Spydrs: Merayakan Jejak Panjang Skateboard Bandung lewat Buku dan Pameran

Empat dekade perjalanan Street Spydrs kembali dikenang melalui buku, diskusi, dan pameran yang mempertemukan para pelaku sejarah, sahabat, keluarga, serta generasi lintas zaman dalam satu ruang penuh

Buku karya Reka Nugara, Street Spydrs Empat Dekade Berseluncur, yang merekam perjalanan, dinamika, serta jejak Street Spydrs dalam perkembangan budaya skateboard dari masa ke masa. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 18:18

Gastronomi Semarang: Menelusuri Jejak Rasa Tempo Dulu dan Pelestarian Warisan Kuliner

Semarang bukan sekadar titik geografis di pesisir utara Jawa; ia adalah sebuah bejana peleburan budaya yang tercermin secara nyata dalam setiap sajian kulinernya.

Seorang penjual minuman keliling di Semarang sekitar tahun 1926 - 1932. (Sumber: collectienederland.nl)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:36

Apa Dampak Lingkungan Data Center untuk AI yang Kita Pakai Setiap Hari?

Chat AI terasa gratis, padahal ada biaya tersembunyi di data center berupa listrik dan jutaan liter air. Cari tahu siapa yang menanggungnya di sini

Ilustrasi data center modern yang beroperasi 24 jam dan membutuhkan listrik serta air dalam jumlah besar untuk pendinginan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 17:01

Eksistensi KWK Bandung dan Potensi Ruang Kreatif di Stasiun Whoosh

Keberadaan delapan KWK menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan daya tarik destinasi

Stand KWK Cibaduyut  di festiwal bertempat di Kiara Artha Park, Bandung (Foto: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 15:50

Kopi Torrefacto, Pilihan Menikmati Kopi ala Spanyol di Singapura, Malaysia dan Indonesia

Nikmati keunikan Kopi Torrefacto, racikan khas Spanyol dengan sentuhan karamel manis yang kini populer di Singapura, Malaysia, hingga Indonesia.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Beranda 29 Sep 2026, 15:27

Musim Hujan Segera Tiba, Drainase Kota Bandung Akan Menghadapi Ujian Sesungguhnya

Sanggupkah menelan limpahan air hujan atau wargi Kota Bandung seperti biasa akan mendorong kendaraannya yang mati mesin di tengah genangan?

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan drainase di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Selasa 29 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 14:17

Menelusuri Kelezatan Hidangan Nonya: Simfoni Cita Rasa Peranakan Cina Melayu

Kuliner Nonya merupakan salah satu warisan budaya paling dinamis dan elegan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Laksa lemak sebagai salah satu hidangan Nyonya (peranakan). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Change C.C)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 10:30

Matur Suksma Mas Guruh...

Guruh Sukarno Putra atau Guruh SP adalah salah satu seniman bercita rasa Indonesia lewat karya-karyanya yang selalu diwarnai unsur-unsur etnis nusantara yang ikonik

Guruh Soekarnoputra, anak bungsu Soekarno, meninggal dunia di usia 73 tahun. Dikenal sebagai seniman dan politisi, ia meninggalkan warisan musik yang abadi. (Sumber: Instagram)
Ayo Netizen 29 Sep 2026, 08:44

Yang Masuk Kelas Bukan Cuma Anak, Melainkan Rumahnya

Membongkar fenomena anak yang masuk ke gerbang sekolah dengan seribu satu masalah dan beban, serta meng-highlight cara merespon pada masalah-masalah tersebut dan menawarkan solusi yang realistis.

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 19:28

Pentingnya Perlindungan Hak-Hak Sosial bagi Anak Didik

Seyogianya anak didik tidak hanya menjadi objek pertanyaan. Anak didik bukan sekadar penerima pelajaran. Mereka harus tumbuh sebagai manusia. Dan hak-hak sosial anak didik harus dilindungi.

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 19:06

Kopi Tiam dari Semenanjung Malaya ke Nusantara hingga ke Kota Bandung

Jelajahi kisah kopitiam, kedai kopi legendaris yang bermigrasi dari Semenanjung Malaya ke Nusantara, hingga kini menjadi tempat nongkrong favorit dan bagian dari gaya hidup kuliner Kota Bandung.

Menu sarapan pagi di Warung Kopi Purnama: roti kukus sarikaya, telur rebus setengah matang dan kopi hitam (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 18:53

Pos Indonesia dan Perjuangan Menjemput Masa Depan

Setiap tanggal 27 September, insan pos dan telekomunikasi Indonesia memperingati Hari Bhakti Postel.

PT Pos Indonesia memasuki usia 81 tahun pada 27 September 2026. Hingga kini, layanan pos tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk hingga pelosok negeri. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 18:14

Bagaimana jika Kencan Pertama Kita Diawali dengan Rencana Menggulingkan Rezim

Bergumul dengan romantisme di tengah negara yang carut-marut rasanya ada yang kurang. Ada mereka yang perlu kita pinjam suaranya demi kesejahteraan bersama.

Memikirkan romantisme di tengah negara yang carut-marut  rasanya seperti kita menghilangkan empati. Kecuali jika kencan pertama kita diisi dengan rencana menggulingkan rezim (Sumber: pexels)