Festival Film Bandung, Jejak Panjang Apresiasi Independen Perfilman Indonesia

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Pengumuman daftar nominasi Festival Film Bandung (FFB) 2026 yang digelar di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)
Pengumuman daftar nominasi Festival Film Bandung (FFB) 2026 yang digelar di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)

Berawal dari kegelisahan sekelompok pencinta film di Kota Bandung terhadap kondisi perfilman nasional yang tengah mengalami masa sulit pada pertengahan 1980-an, lahirlah Forum Film Bandung (FFB) sebagai wadah diskusi, kajian, dan apresiasi terhadap karya-karya sinema Indonesia. Forum yang dibentuk pada 1987 ini menghimpun akademisi, wartawan, kritikus film, budayawan, dan pencinta film yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan perfilman nasional.

Dari semangat tersebut kemudian lahir Festival Film Bandung (FFB), sebuah ajang penghargaan independen yang sejak awal mengedepankan hasil pengamatan, diskusi, dan penilaian objektif terhadap film-film Indonesia. Berbeda dengan penghargaan yang berbasis industri, Festival Film Bandung hadir sebagai bentuk apresiasi murni dari komunitas pencinta film. Di tengah menurunnya produksi film nasional kala itu, kehadiran festival ini menjadi penyemangat bagi para sineas untuk terus berkarya sekaligus menjaga tradisi kritik dan apresiasi terhadap perfilman Indonesia.

Selama hampir empat dekade, Festival Film Bandung terus bertahan melewati berbagai fase perkembangan sinema nasional, mulai dari era kemunduran industri film pada akhir 1980-an, kebangkitan perfilman Indonesia pada awal 2000-an, hingga hadirnya platform digital yang melahirkan serial web sebagai medium baru. Seiring perkembangan tersebut, kategori penghargaan pun terus berkembang, mencakup film layar lebar, serial televisi, serial web, hingga berbagai aspek teknis perfilman.

Semangat itulah yang kembali diwujudkan dalam penyelenggaraan Festival Film Bandung ke-39 Tahun 2026. Forum Film Bandung resmi mengumumkan daftar nominasi pada acara yang berlangsung di Gulapadi Bandung, Jalan Asia Afrika No. 49, Kamis (16/7/2026). Pengumuman tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Film Bandung tahun ini yang mendapat dukungan Pemerintah Kota Bandung.

Selama masa pengamatan 1 September 2025 hingga 30 Juni 2026, Forum Film Bandung menyeleksi 344 karya, yang terdiri atas 144 film Indonesia, 151 film impor, 26 serial televisi, dan 23 serial web.

Susunan Regu Pengamat Festival Film Bandung 2026

Dalam pelaksanaan penilaian Festival Film Bandung (FFB) 2026, Forum Film Bandung menetapkan susunan Regu Pengamat yang bertugas melakukan pengamatan, pencatatan, dan penilaian terhadap karya-karya yang menjadi objek apresiasi. Adapun susunan Regu Pengamat Festival Film Bandung 2026 adalah sebagai berikut:

- Ketua Umum: Eddy D. Iskandar

- Ketua Regu Pengamat: Agus Safari

- Ketua Regu Pengamat Film Indonesia: Rosyid E. Abby

- Ketua Regu Pengamat Serial Televisi dan Serial Web: Raja Lubis

- Ketua Regu Pengamat Film Impor: Ardityo Danoesoebroto

Ketua Panitia Festival Film Bandung ke-39, Iwan Kusmawan, mengatakan seluruh karya tersebut diamati secara intensif oleh tim pengamat sebelum akhirnya ditetapkan para nominator.

 "Selama periode September 2025 hingga Juni 2026 kami melakukan pengamatan terhadap 344 karya. Dari hasil pengamatan itulah lahir para nominator Festival Film Bandung ke-39," ujarnya.

Panitia Forum Film Bandung (FFB) selaku penyelenggara Festival Film Bandung 2026 berfoto bersama usai acara pengumuman daftar nominasi. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)
Panitia Forum Film Bandung (FFB) selaku penyelenggara Festival Film Bandung 2026 berfoto bersama usai acara pengumuman daftar nominasi. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)

Pada kategori Film Indonesia Terpuji, lima judul berhasil masuk nominasi, yakni Children of Heaven, Dopamin, Nobody Loves Kay, Pangku, dan Para Perasuk. Kelima film tersebut dinilai memiliki kekuatan cerita, pencapaian artistik, serta kualitas sinematik yang menonjol.

Persaingan juga berlangsung ketat pada kategori Sutradara Terpuji yang menghadirkan nama Dinna Jasanti, Hanung Bramantyo, Joko Anwar, Reza Rahadian, dan Wregas Bhanuteja.

Sementara itu, nominasi Pemeran Utama Pria Terpuji diisi oleh Angga Yunanda, Jared Ali, Reza Rahadian, Vino G. Bastian, dan Yusuf Mahardika. Adapun kategori Pemeran Utama Wanita Terpuji menghadirkan Amanda Rawles, Claresta Taufan, Marissa Anita, Marsha Timothy, dan Shenina Cinnamon.

Selain kategori film layar lebar, Festival Film Bandung juga mengumumkan nominasi untuk Serial Web Terpuji, Serial Televisi Terpuji, serta berbagai kategori teknis, mulai dari penulis skenario, penata kamera, penata artistik, penata musik, hingga penyunting gambar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan Festival Film Bandung telah menjadi bagian penting dalam perjalanan perfilman nasional.

"Bandung memiliki sejarah panjang dalam dunia perfilman. Film menjadi muara berbagai cabang seni, mulai dari teater, sastra, musik hingga tari. Karena itu kami berharap Festival Film Bandung terus menjadi ruang yang mendorong kreativitas dan melahirkan karya-karya terbaik," katanya.

Sementara itu, Ketua Regu Pengamatan Film Indonesia Forum Film Bandung, Rosyid E. Abby, menjelaskan bahwa seluruh nominasi merupakan hasil pengamatan dan penilaian menyeluruh terhadap karya-karya yang tayang selama periode penjurian.

Menurut Rosyid, tema keluarga menjadi benang merah yang paling menonjol dalam karya-karya yang diamati tahun ini.

 "Selama pengamatan kami menemukan benang merah yang kuat, yaitu keluarga. Tema tersebut hadir dalam berbagai genre, mulai dari drama, komedi, hingga horor. Karena itu Festival Film Bandung tahun ini mengangkat tema Sinema Rona Keluarga," ujarnya.

Malam puncak Festival Film Bandung ke-39 dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026. Pada ajang penghargaan independen tersebut, Forum Film Bandung akan memberikan apresiasi kepada film, serial, serta insan perfilman yang dinilai paling terpuji sepanjang periode pengamatan.

Memasuki penyelenggaraan ke-39, Festival Film Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang apresiasi perfilman independen paling bergengsi dan berpengaruh di Indonesia. Konsistensinya selama hampir empat dekade membuktikan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kualitas perfilman, menumbuhkan budaya apresiasi, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya sinema Indonesia yang semakin bermutu. Semangat independensi yang diwariskan sejak 1987 menjadi fondasi agar Festival Film Bandung tetap relevan sebagai salah satu barometer perkembangan perfilman nasional. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)