Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

6 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)

Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Kota Bandung dimeriahkan oleh berbagai instansi pelayanan publik, perbankan, telekomunikasi, hingga perhotelan melalui aksi turun langsung jajaran manajemen, program inklusivitas, dialog interaktif, dan promo khusus.

Harpelnas diperingati setiap 4 September bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Pengusaha dan Pelanggan melalui pelayanan terbaik untuk mencapai kepuasan pelanggan.

Tema peringatan kali ini adalah "Senyum Pelanggan, Senyumku Juga" #ThinkCustomer.  Merupakan momentum untuk menyatukan antara kepuasan pelanggan dan kebahagiaan penyedia layanan terutama staff frontline, dimana senyum kepuasan pelanggan menjadi sumber energi positif serta motivasi dalam bekerja.

Tema Harpelnas kali ini sangat relevan untuk perkembangan perekonomian di kota Bandung, terlebih saat ini ibukota Provinsi Jawa Barat ini sedang membuka konektivitas perhubungan yang lebih luas hingga ke mancanegara. Seperti ditunjukkan dalam pembukaan kembali berbagai rute penerbangan melalui Bandara Husein Sastranegara.

Dengan perluasan konektivitas perhubungan Kota Bandung maka kegiatan sektor pariwisata, perdagangan, relasi sosial, sektor pendidikan dan ketenagakerjaan akan semakin meningkat. Transaksi keuangan dan bisnis akan semakin besar. Dan bisa jadi Bandung akan dibanjiri para para pelanggan yang butuh senyum dan sapa yang ramah.

Perlu dicatat bahwa Hari Pelanggan Nasional tidak hanya untuk pengusaha besar saja tapi juga untuk pelaku UMKM. Ayo, beri senyuman terbaik untuk pelanggan, niscaya pelanggan akan senang dan bakal mampir lagi.

Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) setiap tanggal 4 September merupakan kesempatan untuk memperbaiki mutu pelayanan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Jangan ada lagi perlakuan buruk terhadap pelanggan. Jangan ada lagi perlakuan buruk yang  justru dilakukan oleh birokrasi pemerintah dan badan usaha seperti BUMN, BUMD dan unit kantor pelayanan publik. Nampaknya lembaga diatas masih banyak yang mengabaikan faktor kepuasan pelanggan.

Dalam rangka Harpelnas 2026, badan usaha dan birokrasi pemerintah perlu mencari platform atau teknologi untuk mewujudkan layanan yang mencerahkan.

Peringatan selama ini diisi dengan acara turun ke lapangan oleh pihak manajemen perusahaan untuk menemui dan melayani langsung pelanggan.

Inisiatif Harpelnas pertama kali digulirkan pada tahun 2003. Sejak saat itu, Harpelnas dirayakan setiap tahunnya dengan merilis tema dan menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Sebab mendapatkan banyak dukungan, Harpelnas pun diputuskan untuk diresmikan sebagai peringatan nasional di Indonesia. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 4 September 2003.

Esensi Halpelnas adalah bentuk upaya perusahaan untuk memahami pelanggan. Sebab, sebagian perusahaan masih sulit memahami pelanggannya karena memposisikan kedudukan perusahaan berada di atas pelanggan. Pentingnya retensi pelanggan pada era digital saat ini.

Retensi pelanggan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada agar tetap terlibat dan puas dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Retensi pelanggan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk mengubah pelanggan baru menjadi pembeli tetap dan mencegah mereka beralih ke pesaing

Teknologi Artificial Intelligence untuk Layani Pelanggan

Era teknologi Artificial Intelligence (AI) sangat menentukan untuk pelayanan pelanggan yang lebih baik.  AI membuat pelayanan pelanggan lebih responsif dan personal.

Perusahaan bisa memiliki peluang menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih responsif dan personal menggunakan AI.

Maka dari itu, momen Harpelnas menjadi titik balik bagi perusahaan agar dapat memikirkan bagaimana inovasi AI dan kehangatan pelayanan manusia berkolaborasi.

Dalam era digital saat ini, AI telah menjadi kunci utama dalam meningkatkan layanan pelanggan. AI mampu memberikan layanan yang lebih personal, responsif, dan efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga membangun loyalitas mereka terhadap suatu merek.

Dengan demikian, penerapan AI dalam layanan pelanggan membawa peluang besar bagi perusahaan untuk memperkuat hubungan mereka dengan pelanggan dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dalam era digital saat ini, pelayanan yang responsif dan cepat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. AI, seperti voicebot, memainkan peran penting dalam menyediakan layanan ini.

Voicebot adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan yang dapat memahami perkataan manusia dan meresponsnya menggunakan suara layaknya percakapan biasa.Teknologi ini merupakan evolusi dari chatbot teks, namun berbasis audio atau suara secara langsung.

Voicebot tidak hanya menawarkan respons cepat kepada pelanggan tetapi juga memastikan bahwa layanan tersebut tersedia dan memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan bantuan kapanpun mereka membutuhkannya. Voicebot menjamin bahwa pelanggan memiliki percakapan inklusif, mengatasi kendala bahasa dan memastikan pelayanan yang konsisten untuk semua pelanggan.

Keniscayaan, AI bisa memainkan peran penting dalam meningkatkan retensi konsumen bagi bisnis. AI mampu menganalisis data, perilaku, dan preferensi konsumen untuk mengembangkan strategi personalisasi dalam retensi konsumen.

Dengan potensi ini, AI dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal konsumen yang berisiko untuk pergi. Sehingga, memungkinkan bisnis mengambil langkah proaktif untuk mempertahankan konsumen yang loyal.

AI juga bisa menganalisis pola pembelian dan riwayat interaksi, sehingga dapat mengidentifikasi peluang upselling dan cross-selling. Hal ini memungkinkan bisnis untuk menawarkan rekomendasi dan promosi yang ditargetkan sesuai dengan preferensi masing-masing konsumen.

Untuk membuat pelanggan merasa puas dan bahagia perlu tindakan yang mendasar guna menanggapi keluhan pelanggan.

Dunia usaha dan industri sangat bergantung pada pelanggan. Karena itu perlu memperhatikan kebutuhan, memberikan apa yang diinginkan pelanggan agar merasa bahagia.

Saat ini tren pemasaran global telah bergeser dari pendekatan transaksional ke pendekatan relasional dengan berfokus kepada pemenuhan kebutuhan, kepuasan dan kesenangan pelanggan. pihak produsen hendaknya mencari metode yang efektif untuk mempertahankan pelanggan untuk jangka panjang atas dasar kepercayaan dan kesetiaan pelanggan.

Pelayanan pelanggan atau customer service bukan hal baru. Cara ini sudah dirintis sejak industrialis otomotif Amerika Serikat, Henry Ford, sebelum Perang Dunia II.

Henry Ford menekankan perusahaan hendaknya dapat menciptakan barang yang berkualitas (overcommitment of quality), dipercaya (reliability), dan pelayanan yang prima (excellent service). Tujuannya tidak lain agar pelanggan tetap loyal dan menghasilkan profit untuk jangka panjang bagi perusahaan.

Kita dapat membedakan tiga tingkat kepuasan pelanggan:

Pertama, menemukan kebutuhan pokok pelanggan (the basic needs of the customer).

Kedua, menemukan apa yang sebenarnya menjadi harapan dari pelanggan, sehingga mereka mau kembali datang.

Ketiga, selalu memperhatikan apa apa yang menjadi harapan pelanggan, dan melebihi seperti apa yang diharapkan pelanggan.

Keniscayaan, produk, penjualan,dan pelayanan merupakan hukum segitiga besi yang tidak dapat dipisahkan. Suksesnya suatu usaha berkat suatu dukungan, dan dukungan itu membuahkan hasil, pelayanan yang baik.

Usaha yang baik memerlukan produk yang baik, itu saja tidak cukup, pelayanan yang diberikan kepada pelanggan juga harus baik.

Dengan cara itu maka usaha akan berkembang sampai mencapai kapasitas optimalnya. Kepuasan pelanggan tidak berakhir dan hilang begitu saja. Ia memberikan bermacam-macam manfaat bagi perusahaan dan karyawan.

Perlu pilihan teknologi dalam hal ini AI yang bisa membantu terciptanya bahasa mutu pelayanan pelanggan. Saatnya manajemen mutu dikembangkan lebih jauh untuk birokrasi dan badan usaha pemerintah pusat dan daerah. Perlu badan atau lembaga yang bertugas menjalankan hal diatas.

Badan itu bisa mencontoh Ben Franklin Partnership Center yang didirikan pada 1993 untuk meningkatkan daya saing perusahaan yang berada di Pennsylvania, terutama lewat difusi dan inovasi teknologi di bidang pelayanan pelanggan.

Selama ini manajemen mutu termasuk mutu pelayanan publik dari birokrasi dan badan usaha pemerintah banyak yang belum melakukan benchmarking untuk menemukan sifat, proses, dan pelayanan produk terbaik dari yang ada dan menggunakannya sebagai standar untuk memperbaiki produk, proses, dan pelayanan.

Pemerintahan daerah Provinsi Jawa Barat atau Pemkot Bandung perlu membuat program yang lebih inovatif untuk menyempurnakan pelayanan kepada pelanggan. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)