Kemandirian Ekonomi di Balik Bencana

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Tidak ada yang menginginkan bencana terjadi. Lokasi atau tempat tinggal merupakan ikhtiar untuk dihuni dan dilestarikan, akan tetapi bencana muncul bukan sekadar merusak sarana melainkan menutup akses ekonomi masyarakat terdampak.

Hal ini dirasakan oleh masyarakat di Indonesia di antaranya banjir di Sumatera, gempa dan tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta, dan gempa di Palu. Adanya bencana gempa alam mengakibatkan seluruh kegiatan masyarakat terhambat. Lebih dari kesulitan.

Bahkan untuk memeroleh sandang, pangan, dan papan tidak tercapai simsalabim. Ketergantungan masyarakat kepada kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Juga uluran tangan dari masyarakat di pelbagai daerah lain.

Berdasarkan UU nomor 24 tahun 2007 terdapat tiga bencana yaitu bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial. Adapun pendapat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) ada 10 jenis bencana utama yang sering terjadi yaitu gempa bumi, tsunami, gunung meletus, tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, abrasi pantai atau gelombang pasang.

Setiap bencana pasti merenggut kehidupan masyarakat di sekitarnya. Tidak mudah untuk kembali pulih seperti semula. Dibutuhkan peranan menyeluruh dari pemerintah.

Kolaborasi Memitigasi Bencana

Program bantuan tunai kepada masyarakat terdampak harus diusahakan secepatnya. Memulihkan situasi dan kondisi masyarakat perlu gerakan masif. Sebab memperbaiki sarana prasarana menjadi prioritas dengan langkah progresif. Dibarengi keilmuan kebencanaan sehingga masyarakat yang menghuni di wilayah tersebut tetap menjalankan perekonomiannya.

Bantuan tunai merupakan langkah konkrit, sehingga masyarakat bisa bergegas untuk bangkit. Setiap masyarakat juga membelanjakan bantuan dengan tepat. Pendataan sudah semestinya bisa diperoleh dari desa. Tanpa adanya pungutan liar.

Menanam pohon bukan hanya simbol, melainkan investasi untuk generasi mendatang. Pohon yang tumbuh akan menjadi pelindung dari bencana, penyerap karbon, dan peneduh bagi anak cucu kita. (Sumber: Ist)
Menanam pohon bukan hanya simbol, melainkan investasi untuk generasi mendatang. Pohon yang tumbuh akan menjadi pelindung dari bencana, penyerap karbon, dan peneduh bagi anak cucu kita. (Sumber: Ist)

Mitigasi bencana melalui bantuan tunai bukan sekadar membangkitkan, tetapi menghidupkan kemandirian ekonomi masyarakat. Setiap masyarakat dibekali edukasi pasca bencana. Pakar dari interdisiplin dibutuhkan kehadirannya.

Kolaborasi dari pakar interdisiplin tersebut sebagai pilar utama agar masyarakat mampu menata kembali dari rumah, menghilangkan pelan-pelan dari kejadian yang sudah terjadi.

Diutamakan prinsip berekonomi secara mandiri, masyarakat nanti merencanakan agar ekonomi kembali pulih dan berjalan semestinya. Menata ulang ekonomi rumah tangga. Bekal untuk hari-hari ke depannya.

Meski luput dari pantauan, masyarakat harus diingatkan agar menjaga ekonominya, menenangkan, dan melepas dari kepanikan karena sumber ekonominya masih berjalan.

Langkah ekonomi mandiri ini dapat berupa pemahaman dengan menabung atau berinvestasi di produk keuangan. Meski langkah ini sangat sulit tersampaikan. Maka perlu sosialisasi simultan, mendatangkan pakar investasi atau pakar dari perbankan melalui program pengabdian masyarakat atau CSR.

Hasilnya tidak mungkin instan, tetapi jangka panjang. Masyarakat yang teredukasi produk keuangan yang komprehensif akan terhindar dari kebingungan kompleks. Masyarakat terdampak bencana akan memahami bahwa ekonomi yang kuat dilakukan secara mandiri disertai memahami produk keuangan  atau  produk investasi.

Terlepas dari trauma psikologis, namun bila masyarakat beraktivitas pada ekonomi yang konstruktif menghasilkan kemandirian ekonomi yang solutif. Semoga di balik bencana, pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat kebijakan kolaboratif demi masyarakat Indonesia tertolong dengan produk keuangan atau produk investasi berbasis gotong royong. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 29 Jun 2026, 11:26

Wisata Braga Bandung: Tempat Hits, Kuliner Legendaris, dan Spot Foto Terbaik

Panduan lengkap wisata Braga Bandung mulai dari Museum Asia Afrika, Sumber Hidangan, Braga Permai, hingga spot foto bangunan kolonial yang instagramable.

Suasana malam Jalan Braga, Bandung. (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 11:19

Menjaga Ingatan Melalui Arsip Koleksi Koran Lawas

Setiap lembar koran yang menguning, setiap majalah yang mulai rapuh dimakan usia, menyimpan denyut kehidupan zamannya.

Koleksi surat kabar lawas milik Kin Sanubary. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 10:23

Kemandirian Ekonomi di Balik Bencana

Setiap bencana pasti merenggut kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 09:07

Perkembangan Jalan Layang Pasupati di Kota Bandung Tempo Dulu hingga Sekarang

Jalan layang Pasopati yang megah dan selalu menjadi ikon dari Bandung itu telah digagas bahkan jauh sebelum masa kemerdekaan.

Foto pemandangan Jembatan Pasopati pada malam hari (Sumber: pexels.com)
Ayo Netizen 29 Jun 2026, 08:40

Di Balik Puing Bencana: Ancaman Asbes yang Mengintai Relawan

Bukan hanya warga, para relawan kebencanaan pun berisiko terpapar dampak asbes saat menjalankan misi kemanusiaan.

Sebuah pembangunan gedung sarana warga sudah tidak memakai asbes sebagai atap (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 19:12

Strategi Pengembangan Kompetensi ASN

Pengembangan kompetensi harus diselaraskan dengan tujuan dan visi misi organisasi.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)
Bandung 28 Jun 2026, 19:11

Modal Jeli Intip Peluang: Kisah dari Pinggiran Kiaracondong, Saat Warmindo Dituntut Kreatif dan Naik Kelas

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas.

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 18:16

Hari Keluarga Nasional Lebih Afdol Diperingati dengan Wisata Jalan Kaki

Bentuk "Keluarga Berencana" yang hakiki adalah berjalan kaki.

Wisata jalan kakai di sekitar Alun-Alun Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 17:00

Di Dalam Iklan Surat Kabar pada Masa Kolonial di Batavia

Iklan surat kabar kolonial Batavia bukan sekadar promosi,

Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 15:57

Mampukah Bajigur Merebut Hati Anak Muda? Melawan Gempuran Kedai Minuman Modern

Agar tidak hilang tergerus zaman, bajigur harus bersedia bersolek dan beradaptasi.

Minuman tradisional bagjigur. (Sumber: flickr.com | Foto: Yopi Pratama)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 12:01

Antara Musik dan Sastra: Lahirnya dan Pengaruh Aliran Musik Progresif

Mari mengintip era keemasan musik Indonesia, dengan sejarah lahirnya musik progresif.

Kelompok Musik Gang of Harry Roesli. (Sumber: Majalah Aktuil Edisi 126 | Foto: Aktuil)
Wisata & Kuliner 28 Jun 2026, 11:25

Panduan Tamasya ke Kuta Bali, Kawasan Pantai yang jadi Gerbang Wisata Pulau Dewata

Dekat bandara, mudah dijelajahi, dan penuh pilihan hiburan. Kuta Bali menjadi destinasi ideal bagi wisatawan yang pertama kali ke Bali.

Sunset di Pantai Kuta. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 10:41

Pabrik Kina, Cagar Budaya yang Berdampak Besar pada Masa Kolonial

Sejarah Pabrik Kina pada masa kolonial Belanda.

Bangunan Bandoengsche Kinine Fabriek NV yang kini dikenal sebagai pabrik kina Kimia Farma di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Mayantara 28 Jun 2026, 09:49

Ketika Teknologi Mengubah Cara Kita Menjaga Tradisi

Media digital tidak menggantikan tradisi, tetapi menjadi ruang baru tempat tradisi dijalankan.

Ilustrasi teknologi pembayaran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Proxyclick Visitor Management System)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:48

Mewujudkan Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Lingkungan sekolah nyaman akan tercipta manakala pemangku kebijakannya mengelola dengan baik.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: ubed)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:41

Ketika Negara Kehilangan Kata-Kata

Public speaking ASN sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik, menyampaikan informasi kebijakan secara efektif.

Pejabat bicara dengan pendemo (Sumber: malukuprov.go.id)
Linimasa 27 Jun 2026, 21:52

Dari Kencleng Polisi Menjadi Bangunan Nyaman dan Aman

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung.

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)