Perkembangan Jalan Layang Pasupati di Kota Bandung Tempo Dulu hingga Sekarang

4 menit baca
Mochamad Dhafin Girasta
Ditulis oleh Mochamad Dhafin Girasta diterbitkan
Foto pemandangan Jembatan Pasopati pada malam hari (Sumber: pexels.com)
Foto pemandangan Jembatan Pasopati pada malam hari (Sumber: pexels.com)

Jalanan yang bising, penuh dengan asap kendaraan, dan tentunya kemacetan yang terus menghantui masyarakat Kota Bandung. Menurut data dari Detik.com, Bandung kembali masuk daftar kota termacet dunia versi TomTom Traffic Index 2025, menempati peringkat ke-16 global dan menjadi yang terpadat di Indonesia.

Waktu tempuh perjalanan yang panjang dan kecepatan kendaraan yang rendah masih menjadi persoalan utama di kota ini. Hasil survey juga membuktikan bahwa masyarakat Kota Bandung mengeluhkan terkait dengan kemacetan akibat volume kendaraan yang melebihi kapasitas jalanan Kota Bandung, titik macet, dan kondisi jalan yang buruk.

Jelas hal-hal tersebut menjadi masalah dalam lingkungan kehidupan masyarakat Kota Bandung, namun pemerintah tidak tinggal diam mereka berbenah dan memberikan solusi. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Layang Pasupati, Bagaimana perkembangan serta sejarahnya? apakah ini solusi atau justru akibat dari tata kota yang buruk? berikut akan kita bahas.

Jauh sebelum infrastruktur modern membelah Kota Bandung, konsep untuk menghubungkan wilayah barat dan timur yang terpisah oleh Lembah Cikapundung, sudah dipikirkan pada masa kolonial.

Ide ini dikemukakan oleh seorang bernama Ir. Herman Thomas Karsten, dia mengemukakan konsep bernama Autostrada yaitu sebuah jalur yang dirancang untuk menyambungkan "jalur yang terputus" antara Pasteur Weg (Jalan Pasteur) dan wilayah timur seperti Dagoweg (Jalan Dago/Ir. H. Djuanda) serta Surapati (Hardyanti, 2022). Akan tetapi, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan teknologi pada saat itu dan kedudukan Jepang.

Lalu pada 1990-an, ide Autostrada kembali dibahas dan dihidupkan oleh pemerintah Indonesia yang pada saat itu mendapat bantuan hibah dana dari negara Kuwait yang mendukung program pembangunan Jalan Layang Pasupati ini. Pembangunan kemudiandikebut pada awal 2000-an pasca Reformasi, dimana kondisi politik dan sosial sudah stabil pada saat itu

Foto Ir Thomas Karsten (Sumber: museummiliterku)
Foto Ir Thomas Karsten (Sumber: museummiliterku)

Dalam fase ini, sejarah baru dicetak dalam konstruksi jembatan di Indonesia, dikutip dari Buletin Bineka kementerian PUPR pembangunan menggunakan struktur Cable Stayed (jembatan tanpa kaki pilar di bagian tengah) untuk melintasi Lembah Cikapundung tanpa Merusak kontur di bawahnya, Cable Stayed sepanjang 161 meter serta ditopang oleh 19 kabel baja besar yang terpusat pada satu tiang pylon utama.

Dipakai juga sistem Teknologi Tahan Gempa (LUD), Jalan layang ini menjadi infrastruktur pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi anti gempa mutakhir bernama Lock Up Device (LUD) yang didatangkan langsung dari Prancis. Sebanyak 76 perangkat LUD dipasang untuk meredam guncangan seismik dan menjaga keutuhan 663 unit segmen jalan (yang masing-masing memiliki berat 80 hingga 140 ton).

Pembangunan rampung pada tahun 2005, tepatnya pada 26 Juni Jalan Layang Pasupati menjalani uji coba lalu lintas untuk pertama kalinya oleh masyarakat Kota Bandung pada saat itu. Tidak lama setelah uji coba, Jalan Layang dengan panjang 2,8 km dengan lebar bervariasi antara 30 hingga 60 meter diresmikan pada Juli 2005 dan diberi nama Pasupati (nama yang diambil dari nama jalan Pasteur dan Surapati).

Hingga saat ini Jalan Layang sudah menjadi ikon dari Kota Bandung, Pada 1 Maret 2022 Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, meresmikan perubahan nama Jalan Layang Pasupati menjadi Jalan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Pergantian nama ini dilakukan untuk menghormati jasa akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tersebut.

Dibuatnya Jalan Layang ini diharapkan dapat mempermudah segala bentuk mobilisasi masyarakat Kota Bandung dari wilayah barat ke timur ataupun sebaliknya. Menjadi solusi jangka panjang dalam menanggulangi berbagai masalah yang berkaitan dengan mobilisasi masyarakat Kota Bandung.

Namun, realitanya masih berkata lain justru ini menjadi perpindahan kemacetan, semakin banyak orang yang terdorong untuk menggunakan kendaraan pribadi yang berdampak pada banyaknya kendaraan motor yang melebihi kapasitas jalanan di kota Bandung, dan berdampak juga terhadap lingkungan sosial masyarakat sekitar Jalan Layang Pasupati.

Kondisi awal pembangunan Jalan Layang Pasupati (Sumber: strytview)
Kondisi awal pembangunan Jalan Layang Pasupati (Sumber: strytview)

Padahal dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan, disitu banyak sekali hal yang menyinggung tentang pertanggungjawaban yang perlu ditampung oleh pemerintah, seperti aturan ruang jalan, hierarki dan kinerja jalanan, persyaratan teknis dan perlengkapan jalan, dan keterbaruan sistem transportasi.

Perlu ditekankan bahwa dampaknya sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan juga kualitas hidup masyarakat Kota Bandung yang sangat terganggu dengan adanya kelalaian ini. kerugian waktu serta stress, hilangnya ruang ketiga masyarakat untuk berinteraksi, resiko keselamatan yang kurang terjamin juga rasa tidak tenang, dan terpinggirkannya pengguna transportasi publik serta pejalan kaki.

Harapannya pemerintah Kota Bandung berbenah dengan masalah yang ada, tentunya sudah menjadi urgensi suatu pemerintahan melayani serta mengabdi kepada masyarakatnya Tata kelola juga memiliki pengaruh penting terhadap masyarakatnya, mau itu secara mobilisasi dan kualitas hidupnya.

Semoga Jalan Layang Pasupati tidak hanya menjadi sebuah ‘ikon’, tetapi juga sebagai fasilitator di kehidupan masyarakat dalam mobilisasi serta kualitas hidupnya. Pembangunan Jalan Layang ini menjadi semangat dan bukti bahwa infrastruktur di kota Bandung terus berkembang. Namun, itu bukan menjadi akhir dari kisah panjang dari perkembangan di jalan-jalan Kota Bandung kedepannya. (*)

Referensi:

  • PP No. 34 Tahun 2006. (2024). Database Peraturan | JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/49132/pp-no-34-tahun-2006
  • Traffic Index ranking | TomTom Traffic Index. (2025, June 17). Traffic Index Ranking | TomTom Traffic Index; TomTom Traffic Index. https://www.tomtom.com/traffic-index/ranking
  • ST., MT, Ir. M., Ronny PA ST., MT, Y., Aldiamar ST., MT, F., Kusnianti ST., MT, N., Hardiana ST., MT, Y., ST., MT, H., Khaeriah ME, Y., Hardono ST., MT, S., & Hermad M.M, Dr. Drs. M. (2022). BULETIN BINA MARGA BERKARYA (BINEKA) (Oktober 2022, Vol. 3, p. 68). Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mochamad Dhafin Girasta
I sometimes like to write about reflections, philosophy, history, and storytelling

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)