Masa Depan Forensic Accounting: Optimalisasi Artificial Intelligence dan Data Analytics dalam Mengungkap Korupsi di Indonesia

5 menit baca
LAURENCIA SETIAWAN
Ditulis oleh LAURENCIA SETIAWAN diterbitkan
Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pemanfaatan teknologi dalam forensic accounting agar proses pemeriksaan dan pengungkapan kecurangan dapat dilakukan secara lebih efektif.

  • Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mengubah praktik forensic accounting, terutama melalui kemampuannya dalam mengolah dan mempelajari data secara otomatis.

  • AI dan data analytics seharusnya tidak dianggap sebagai pengganti auditor forensik, tetapi sebagai sarana yang dapat memperkuat kemampuan profesional dalam menghadapi praktik korupsi yang semakin kompleks.

Korupsi masih menjadi salah satu persoalan serius yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tingginya tingkat korupsi menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan pemerintah belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan tersebut secara signifikan.

Praktik korupsi juga tidak hanya ditemukan dalam lingkungan pemerintahan pusat, tetapi telah menyebar hingga ke tingkat daerah. Seiring dengan perkembangan teknologi, cara melakukan korupsi pun mengalami perubahan. Tindakan ilegal yang sebelumnya banyak dilakukan melalui cara konvensional kini dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menyamarkan transaksi sehingga proses pengungkapannya menjadi semakin rumit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin kompleksnya praktik korupsi di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih modern, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dalam forensic accounting agar proses pemeriksaan dan pengungkapan kecurangan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Iliustrasi Peran Forensic Accounting dalam Pengungkapan Fraud (Sumber: https://pin.it/60NuYZGay | Foto: Jesse Burton)
Iliustrasi Peran Forensic Accounting dalam Pengungkapan Fraud (Sumber: https://pin.it/60NuYZGay | Foto: Jesse Burton)

Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mengubah praktik forensic accounting, terutama melalui kemampuannya dalam mengolah dan mempelajari data secara otomatis. Teknologi ini mampu memproses data dalam jumlah besar dengan cepat dan sistematis, sehingga auditor forensik dapat menemukan pola transaksi yang tidak biasa, mengidentifikasi anomali, serta memperkirakan kemungkinan terjadinya kecurangan berdasarkan data historis. U.S. Government Accountability Office (GAO) menjelaskan bahwa teknologi berbasis AI dapat digunakan untuk menyaring data dalam jumlah besar guna menemukan pola maupun hubungan yang tidak lazim sehingga dapat membantu proses pendeteksian fraud (U.S. GAO, 2025: 1).

Sejalan dengan hal tersebut, Meneses Cerón (2026: 519) menjelaskan bahwa penerapan machine learning, deep learning, dan natural language processing dapat lebih efektif dibandingkan pendekatan berbasis aturan dalam mengenali pola kecurangan, khususnya apabila didukung oleh data yang berkualitas dan tenaga profesional yang mampu memahami hasil analisis. AI juga dapat membantu auditor dalam melakukan risk assessment dan menyaring data berdasarkan tingkat risiko, sehingga proses investigasi dapat lebih difokuskan pada transaksi atau pihak yang menunjukkan indikasi mencurigakan. Dengan demikian, AI bukan dimaksudkan untuk menggantikan auditor forensik, melainkan menjadi alat pendukung yang memperkuat kemampuan manusia dalam mengolah informasi yang kompleks dan menemukan indikasi kecurangan yang sulit diketahui melalui pemeriksaan manual. Pemanfaatan AI pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas forensic accounting karena proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan lebih cepat, luas, dan didukung oleh analisis pola data yang lebih menyeluruh.

Selain AI, data analytics juga memiliki peranan penting dalam membantu proses investigasi karena memungkinkan auditor forensik mengolah data dalam jumlah besar dan menemukan potensi korupsi secara lebih sistematis. International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB) menyatakan bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan data analytics dapat meningkatkan efektivitas serta efisiensi audit karena auditor memiliki kesempatan untuk menggunakan data secara lebih luas dalam memahami risiko yang dimiliki suatu entitas (IAASB, 2018: 2–3). Berbagai teknik seperti data mining, analisis statistik, visual analytics, dan pendeteksian anomali dapat digunakan untuk menemukan transaksi yang memiliki pola berbeda dari kondisi normal serta mengidentifikasi hubungan yang tidak wajar antara berbagai pihak.

Penggunaan data analytics juga memungkinkan auditor forensik melakukan pemeriksaan secara lebih menyeluruh dan terstruktur dibandingkan pemeriksaan yang hanya dilakukan secara manual. Data dalam jumlah besar yang sebelumnya sulit ditelusuri dapat dianalisis untuk menentukan transaksi atau aktivitas yang perlu diperiksa lebih lanjut. Oleh karena itu, penerapan data analytics dapat membantu auditor mengolah data yang kompleks menjadi informasi yang lebih relevan sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk menelusuri dan mengungkap indikasi korupsi secara lebih terarah.

Walaupun menawarkan berbagai manfaat, pemanfaatan Artificial Intelligence dan data analytics dalam forensic accounting tetap membutuhkan dukungan sumber daya manusia, regulasi, dan tata kelola data yang memadai. Penerapan teknologi tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat atau sistem analisis, sebab auditor forensik tetap harus memiliki kemampuan untuk memahami teknologi, mengevaluasi hasil yang diperoleh, serta menentukan apakah suatu anomali benar-benar berkaitan dengan tindakan kecurangan. Keberhasilan AI dalam mendeteksi fraud sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang digunakan dan kemampuan profesional dalam menginterpretasikan hasil analisis dengan mempertimbangkan aspek forensik (Cerón et al., 2026: 519).

Selain itu, auditor perlu memahami bahwa hasil analisis teknologi tidak selalu menunjukkan adanya fraud. Suatu transaksi yang dianggap tidak normal oleh sistem masih membutuhkan pemeriksaan dan bukti tambahan untuk memastikan apakah benar terjadi penyimpangan. Seow et al. (2016: 501–514) menjelaskan bahwa teknik analisis digital dapat membantu menemukan pola transaksi yang mencurigakan, tetapi auditor tidak seharusnya hanya bergantung pada satu metode karena tetap terdapat kemungkinan munculnya indikasi yang keliru. Oleh sebab itu, Indonesia perlu meningkatkan kemampuan digital auditor forensik sekaligus memperkuat regulasi dan tata kelola data agar pemanfaatan AI dan data analytics dapat dilakukan secara efektif, akurat, dan bertanggung jawab dalam proses pengungkapan korupsi.

Kolaborasi antara forensic accounting, Artificial Intelligence, dan data analytics dapat menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat upaya menciptakan pemerintahan yang bersih sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kemajuan teknologi memberikan kemampuan bagi auditor forensik untuk mengolah data dalam jumlah besar dengan lebih cepat, menemukan pola transaksi yang tidak wajar, serta mengidentifikasi indikasi kecurangan yang mungkin sulit ditemukan melalui metode pemeriksaan konvensional. Meskipun demikian, keberhasilan penerapan teknologi tersebut tetap dipengaruhi oleh kualitas data, kompetensi sumber daya manusia, regulasi, serta tata kelola yang mampu memastikan penggunaannya dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, AI dan data analytics seharusnya tidak dianggap sebagai pengganti auditor forensik, tetapi sebagai sarana yang dapat memperkuat kemampuan profesional dalam menghadapi praktik korupsi yang semakin kompleks. Dengan pemanfaatan teknologi yang diiringi peningkatan kompetensi auditor serta penerapan tata kelola yang baik, forensic accounting berbasis AI memiliki potensi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Pada akhirnya, penerapan tersebut dapat membantu menciptakan sistem pengawasan yang lebih kuat dan lingkungan ekonomi yang lebih sehat, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

LAURENCIA SETIAWAN
Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)