Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas

2 menit baca
Pepen Supendi
Ditulis oleh Pepen Supendi diterbitkan
Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, toleran, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

  • Karena itu, perjuangan pendidikan adalah perjuangan kemerdekaan dalam bentuk yang baru.

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka bukan sekadar perjalanan waktu. Kemerdekaan adalah warisan perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pahlawan. Karena itu, kemerdekaan tidak cukup dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata dan pengabdian.

Jika dahulu para pahlawan mempertaruhkan nyawa untuk merebut kemerdekaan, hari ini kita harus mempertaruhkan ilmu, integritas, dan keberanian untuk memperbaiki bangsa.

Di sinilah pendidikan menemukan maknanya. Pendidikan bukan sekadar mencetak manusia pintar, tetapi membentuk manusia yang mampu menggunakan kepintarannya untuk kebaikan. Bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, toleran, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Tantangan pendidikan hari ini semakin kompleks. Ketimpangan mutu, kualitas guru, akses pendidikan, perubahan dunia kerja, hingga perkembangan teknologi menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Kini kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) telah memasuki ruang kelas dan kehidupan sehari-hari. AI dapat membantu manusia belajar dan bekerja lebih cepat, tetapi tidak boleh menggantikan hati nurani. AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tetapi akhlak tidak boleh tertinggal.

Oleh karena itu, pendidikan masa depan harus mengajarkan bukan hanya bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara etis. Literasi digital harus berjalan bersama literasi moral dan keagamaan. Anak-anak kita harus mampu membedakan informasi dan kebenaran, antara kecerdasan dan kebijaksanaan.

Kita juga tidak boleh menjadikan keberhasilan pendidikan sekadar persoalan angka, program, atau banyaknya kegiatan. Ukuran sesungguhnya adalah apakah pendidikan mampu mengubah kehidupan manusia.

Apakah anak-anak semakin mencintai ilmu? Apakah guru semakin dihargai dan profesional? Apakah kesenjangan semakin berkurang? Apakah lulusan pendidikan memiliki karakter dan kepedulian sosial?

Sebab di balik setiap kebijakan pendidikan terdapat manusia: ada anak yang sedang bermimpi, guru yang sedang mengabdi, dan keluarga yang sedang berharap.

Maka benar pesan penting dalam sambutan Menteri Agama RI “jangan bekerja hanya untuk menyelesaikan program, tetapi untuk menyelesaikan persoalan”.

Kemerdekaan pada akhirnya adalah tentang manusia.

Membebaskan manusia dari kebodohan. Membebaskan dari kemiskinan. Membebaskan dari intoleransi. Membebaskan dari ketidakadilan. Dan membebaskan generasi muda dari kehilangan arah di tengah derasnya perubahan zaman.

Karena itu, perjuangan pendidikan adalah perjuangan kemerdekaan dalam bentuk yang baru.

Dahulu pahlawan mengangkat senjata. Hari ini kita mengembangkan ilmu.

Dahulu mereka mempertaruhkan nyawa. Hari ini kita harus mempertaruhkan integritas.

Mari mengisi kemerdekaan dengan ilmu yang mencerahkan, pendidikan yang memanusiakan, teknologi yang beretika, agama yang menebarkan kedamaian, dan pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan.

Sebab Indonesia yang maju bukan hanya Indonesia yang kuat ekonominya dan canggih teknologinya, tetapi Indonesia yang cerdas, berkarakter, rukun, dan bermartabat. (*)

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pepen Supendi
Tentang Pepen Supendi
Pepen Supendi, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)