Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

2 menit baca
Raffy Al Fauzan
Ditulis oleh Raffy Al Fauzan diterbitkan
Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pasar Cicadas menjadi bukti adanya kegagalan tata ruang yang terpaksa hidup di jalanan, tempat yang begitu sempit dijadikan sumber kehidupan bagi masyarakat di sana. Keadaan Pasar Cicadas bukan terjadi begitu saja, namun berakar dari gagalnya relokasi yang dilakukan pada tahun 1983 yang mengakibatkan kembalinya para pedagang ke selasar trotoar di Pasar Cicadas.

Kondisi tersebut menciptakan sebuah tatanan baru, yaitu ‘simbiosis’ antara pedagang kaki lima, juru parkir hingga pemilik toko yang menjaga perputaran ekonomi tetap berjalan melalui peraturan tidak tertulis. 

Kepadatan ekonomi di kawasan ini disebabkan oleh perencanaan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Menurut laporan De Koerier (1930), Cicadas pada saat itu memang sudah menjadi pusat pabrik tekstil yang memicu pertumbuhan wilayah yang tidak terkendali. Akar sejarah tersebut akan menjelaskan mengapa pemerintah melakukan beberapa upaya seperti relokasi 1983 sampai dengan pembangunan Bandung Trade Mall (BTM) pada 2008.

Foto : koran masa Hindia Belanda yang membahas mengenai tjitjadas (Cicadas) , yang sudah menjadi tempat tekstil (Sumber: https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=tjitjadas+Bandoeng&coll=ddd&identifier=ddd:010665055:mpeg21:a0177&resultsidentifier=ddd:010665055:mpeg21:a0177&rowid=2 | Foto: Tidak tercantum)
Foto : koran masa Hindia Belanda yang membahas mengenai tjitjadas (Cicadas) , yang sudah menjadi tempat tekstil (Sumber: https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=tjitjadas+Bandoeng&coll=ddd&identifier=ddd:010665055:mpeg21:a0177&resultsidentifier=ddd:010665055:mpeg21:a0177&rowid=2 | Foto: Tidak tercantum)

Menurut Haidir, A (2012), gedung BTM justru tidak bisa menyelaraskan dengan keinginan para pedagang di sana, Akibatnya banyak pedagang yang kembali ke bahu jalan, bahkan sekitar 250 pedagang bertahan di bahu trotoar karena kondisi pasar BTM yang relatif sepi membuat pedagang menolak untuk pindah demi kelangsungan hidup. 

Jika dilihat dari pengamatan saya secara langsung, keadaan Pasar Cicadas terdapat celah-celah gang yang cukup kecil di antara PKL yang ternyata fungsinya untuk menjadi jalan atau bahkan jembatan untuk menuju toko yang ada di belakang PKL. Adanya celah tersebut menjadi tanda adanya aturan yang tidak tertulis agar keadaan ekonomi toko tidak mati begitu saja meskipun ada PKL di sana. Di titik ini terjadi simbiosis yaitu toko yang mendapat keramaian dari PKL, sementara itu PKL tetap memiliki tempat untuk berjualan dengan menghormati pemilik toko.

Pada akhirnya, kemacetan kota di Pasar Cicadas tidak hanya dilihat sebagai persoalan lalu lintas semata, namun bentuk kegagalan dalam tata ruang yang sudah dimulai saat Pasar Cicadas menjadi pusat industri tekstil. Ketidaksanggupan gedung BTM dalam menyelaraskan diri dengan perilaku masyarakat yang terbukti dengan relokasi paksa bukan sebuah solusi yang efektif. Dengan pengamatan langsung, keberadaan celah-celah gang menjadi bukti adanya simbiosis untuk menjaga keseimbangan di antara pemilik toko dan PKL.  (*)

Sumber Referensi

  • De koerier. (1930, Januari 25). Industrie en verkeer in Cicadas [Industri dan Lalu Lintas di Cicadas]. De koerier: dagblad met ochtend- en avondeditie.

    https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=tjitjadas+Bandoeng&coll=ddd&identifier=ddd:010665055:mpeg21:a0177&resultsidentifier=ddd:010665055:mpeg21:a0177&rowid=2

  • Haidir, A. (2012). Evaluasi Revitalisasi Pasar Cicadas terhadap Pola Ruang Informal (Skripsi, Institut Teknologi Bandung). Digilib ITB.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Raffy Al Fauzan
Saya masih belajar menulis secara formal. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan ke depannya.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)