Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 28 Nov 2025, 19:11 WIB
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Selain nama geografis Cicadas, ada juga yang memakai kata cadas, ditambahkan kata tambahan sebagai penanda kawasan, seperti ngampar, yang berarti terhampar luas, seperti Desa Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Nama geografis Cadasngampar terdapat juga di Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, di desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dan di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Di Jawa Barat, hamper di setiap kabupaten terdapat nama geografis yang memakai kata cadas. Menurut R Satjadibrata dalam Kamus Basa Sunda (2005), cadas atawa batucadas: ngaran sarupa batu, biasana ayana di lamping gunung. Aya anu dijieun saringan cai, aya nu dijieun tatapakan, jst. Cadas atau batucadas: nama serupa batu, biasanya terdapat di lereng gunung. Ada yang dibuat penyaring air, ada yang dibuat batu tiang rumah, dll. 

Toponim Cadaspanjang, kawasan batu cadas yang memanjang, terdapat di Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dan di Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Batucadas yang terlihat menggantung, dinamailah Cadasgantung, seperti Pasir Cadasgantung di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Kampung Cadasgantung terdapat di Desa Citundun, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan. Di Kabupaten Sumedang terdapat tiga nama Kampung Cadasgantung, di  Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, di Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, dan di Desa Cipicung, Kecamatan Jatigede. Masih di Kabupaten Sumedang, ada toponim Cadaspengeran di Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan. Dan Pos pendakian Cadaspoleng di TN Gunung Cereme, yang masuk ke dalam Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Nama geografis Cicadas, terdapat di Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Kampung Cicadas ada di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Bandung. Di Kabupaten Bandung Barat ada toponim Desa Cicadas di Kecamatan Rongga. Kampung Cicadas di Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, dandi Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat.

Di Kabupaten Subang terdapat Desa Cicadas di Kecamatan Sagalaherang, Desa Cicadas, di Kecamatan Binong, dan Kampung Cicadas di Desa Nanggerang, Kecamatan Binong. Di Kabupaten Bogor ada Desa Cicadas di Kecamatan Gunungputri. Di Kabupaten Majalengka ada Desa Cicadas di Kecamatan Jatiwangi. Di Kabupaten Garut terdapat Kampung Cicadas di Desa Mekarwangi, Kecamatan Talegong, di Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, di Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, dan di Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng. Di Kabupaten Sumedang ada Dusun Cicadas di Desa Cijeruk, Kecamatan Rancakalong, di Desa Tanjung, Kecamatan Surian, di Desa Cipasang, Kecamatan Cibugel, dan di Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu.

Di Kabupaten Tasikmalaya terdapat toponim Kampung Cicadas di Desa Cikalang, Kecamatan Tawang, di Desa Sumelap, Kecamatan Tamansari, di Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, di Desa Purwasari, Kecamatan Cisayong, di Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunungtanjung, dan di Desa Cibongas, Kecamatan Pancatengah. Di Kabupaten Ciamis ada nama geografis Makam Cicadas di Dusun Mekarsari, Desa, Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, dan Dusun Cicadas di Desa Gardujaya, Kecamatan Panawangan. Kabupaten Sukabumi terdapat toponim Desa Cicadas Kecamatan Cisolok, ada Kampung Cicadas di Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, dan di Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan. Di Kabupaten Bekasi ada Kampung Cicadas di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, di Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah. Di Kabupaten Purwakarta terdapat Desa Cicadas di Kecamatan Babakancikao. Dan di Kabupaten Karawang ada Kampung Cicadas di Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Talagasari.

Bila dalam Kamus Basa Sunda R Satjadibrata (2005), dituliskan bahwa cadas atau batucadas, biasanya terdapat di lereng gunung, sangat beralasan, karena Jawa Barat secara geografis dibangun oleh rangkaian gunung-gunung, baik gunungapi yang masih aktif, mapun gunungapi tua, dan gunung api purba, bahkan banyak gunung-gunungapi yanh meletus saat masih di bawah permukaan laut puluhan juta tahun yang lalu.

Yang oleh masyarakat Sunda di sebut cadas, dalam ilmu keguningapian disebut ignimbrite, yaitu endapan piroklastik, material dari letusan gunungapi, seperti gas panas, abu, lapili, bom gunungapi, dan puing yang meluncur menuruni lereng gunungapi dengan kecepatan tinggi, karena memiliki kepadatan lebih besar dari atmosfer di sekitarnya.

Ignimbrit dapat berwarna putih, abu-abu, merah muda, warna cokelat muda pucat seperti pasir, cokelat atau hitam tergantung pada komposisi dan kepadatannya. Karena panasnya, endapan ignimbrit ini kemudian memadat, dan dalam waktu lama terpanaskan, ignimbrit akan terubah membentuk di antaranya kaolin.

Secara sekilas pandangan mata, endapan ignimbrit nyaris sama dengan endapan lahar. Apalagi keduanya sudah berumur ratusan, bahkan ribuan tahun. Namun, para ahli dengan berbagai caranya, akan mengetahui apakah itu endapan lahar atau endapan ignimbrit.

Lahar berupa aliran material letusan gunung api yang berupa campuran bongkah batu, pasir, lapili, dan aliran air hujan di lereng gunungapi. Lahar dapat dengan seketika menimbun apa saja yang ada di lereng, di kaki gunung, dan membanjir di sungai-sungai yang hulunya di lereng gunung yang sedang meletus.

Endapan ignimbrit atau endapan lahar yang sudah termampatkan dan terubah, warnanya seperti warna pasir keputih-putihan, yang oleh masyarakat disebut cadas. Batucadas inilah yang menjadi penanda kawasan, sehingga menjadi nama geografis, seperti Cadasngampar, batucadas yang terhampar luas, dan Cicadas, kawasan yang terdiri batucadas.(*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)