Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Jumat 27 Feb 2026, 14:17 WIB
Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Membaca surat kabar atau majalah jauh sebelum hadirnya gawai, internet, dan perangkat digital pernah menjadi kegiatan yang begitu menyenangkan. Terlebih saat menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Tradisi ngabuburit bukan sekadar cara mengisi waktu, melainkan juga kesempatan menyegarkan pikiran sekaligus memperkaya wawasan.

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa. Kota ini bukan hanya ruang tumbuh budaya dan pendidikan, tetapi juga ladang subur bagi lahirnya media-media kritis dan visioner. Melalui jejak media seperti Medan Prijaji, Majalah Aktuil, Mahasiswa Indonesia, hingga Mimbar Demokrasi, kita diajak menelusuri keberanian berpikir dan dinamika intelektual yang pernah tumbuh subur di kota ini.

Nama perintis pers seperti Raden Mas Tirto Adisuryo maupun gagasan kebangsaan Soekarno menjadi pengingat bahwa membaca bukan sekadar aktivitas santai, melainkan jendela untuk memahami perjalanan bangsa.

Sejak awal abad ke-20, Bandung telah dikenal sebagai pelopor lahirnya media cetak unik dan berkarakter kuat. Kota ini melahirkan media yang berani berbeda, tajam bersuara, dan meninggalkan jejak penting dalam sejarah pers nasional.

Selain dikenal sebagai tempat terbitnya Medan Prijaji (1906) yang kerap disebut sebagai surat kabar pribumi pertama, Bandung juga menjadi kota lahirnya berbagai media bercorak khas. Salah satunya Majalah Aktuil, majalah musik legendaris era 1970-an yang menjadi pelopor pemberitaan musik modern di Indonesia. Majalah ini mengulas perkembangan musik mutakhir, baik nasional maupun internasional.

Penulis bersama redaktur Aktuil, Aah Sumardan dan Odang Danuatmadja, saat pemutaran film dokumenter Aktual of Aktuil di Bandung Creative Hub, tahun 2023. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis bersama redaktur Aktuil, Aah Sumardan dan Odang Danuatmadja, saat pemutaran film dokumenter Aktual of Aktuil di Bandung Creative Hub, tahun 2023. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada masa itu, Bandung memang menjadi pusat geliat band-band populer seperti The Rollies, The Peels, Bimbo, Giant Step, Super Kid, hingga Harry Roesli bersama DKSB.

Di Jakarta, God Bless tengah berjaya, Surabaya memiliki AKA Band, sementara Malang dikenal lewat Bentoel dengan aksi panggungnya yang spektakuler. Sebagian besar mengusung musik keras yang kala itu sering dikategorikan sebagai underground.

Aktuil bukan hanya membahas musik secara tajam dan segar, tetapi juga membuka ruang sastra. Di bawah redaksi tokoh multitalenta Remy Sylado, majalah ini menghadirkan rubrik “puisi mbeling”, gaya puisi yang menyimpang dari pakem konvensional. Sayangnya, usia majalah ini tidak panjang, ia hanya bertahan hingga pertengahan 1970-an.

Selain majalah musik, Bandung juga melahirkan surat kabar politik berpengaruh. Yang paling fenomenal ialah Mahasiswa Indonesia (1966–1974), mingguan yang dikenal vokal mendorong perubahan politik. Media ini keras mengkritik sistem Orde Lama dan tetap tajam menyoroti kebijakan Orde Baru.

Dalam Pemilu 1971, mingguan ini terang-terangan memihak Golkar karena sejumlah redakturnya, seperti Rahman Tolleng dan Awan Karmawan Burhan, menjadi calon legislatif dari partai tersebut. Sikap ini memicu protes keras dari Arief Budiman, yang menilai media itu tak lagi independen. Dari redaksi mingguan inilah lahir slogan yang kemudian diadopsi sebagai jargon kampanye: “Politik No, Pembangunan Yes” atau “Parpol No, Golkar Yes.”

Surat kabar Mahasiswa Indonesia, media pers mahasiswa kritis dari Bandung era 1970-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Surat kabar Mahasiswa Indonesia, media pers mahasiswa kritis dari Bandung era 1970-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Selain itu, hadir pula Mimbar Demokrasi (MD), diterbitkan oleh eksponen Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam. Beberapa tokoh yang terlibat antara lain Hasjrul Moehtar, Adi Sasono, dan Sakib Mahmud. Mereka membawa MD tampil sebagai media yang mengusung gagasan pembaruan politik.

Jika Mahasiswa Indonesia dikenal bernuansa sekular-sosialis, maka Mimbar Demokrasi cenderung berwarna Islamis. Tokoh-tokoh muda Islam seperti Nurcholish Madjid dan Endang Saifuddin Anshari kerap menulis di dalamnya. Seperti Aktuil, kedua media ini juga menyediakan ruang sastra, terutama cerpen dan puisi. Karya awal penyair Abdul Hadi WM dan Sutardji Calzoum Bachri, yang kala itu bermukim di Bandung, sering dimuat di sana.

Bahkan MD yang berkantor di Jalan Braga 51 pernah menerbitkan buku puisi Saini KM berjudul Anak Tanah Air (1969). Namun usia MD lebih pendek; pada awal 1969 media ini bubar akibat kesulitan manajemen.

Tradisi Bandung sebagai kota pers politik sesungguhnya telah berlangsung lama. Selain Medan Prijaji, di kota ini pernah terbit surat kabar Fikiran Rakjat (1935). Di media tersebut, Soekarno menuangkan gagasan kebangsaan yang kelak dihimpun dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi.

Surat kabar itu dipimpin oleh sastrawan sekaligus politikus Asmara Hadi, tokoh pendiri Partai Indonesia. Pada masa Orde Baru, partai ini dilarang karena dituduh berkolaborasi dengan Partai Komunis Indonesia.

Baca Juga: Nostalgia Dapur Ramadan Tempo Dulu ala Pembaca Mangle

Dari majalah musik progresif hingga surat kabar politik yang tajam, sejarah menunjukkan bahwa Bandung bukan sekadar kota budaya. Ia adalah laboratorium kreatif bagi pers Indonesia, tempat lahirnya media-media dengan karakter kuat, keberanian sikap, dan identitas yang tak mudah ditiru.

Jejak itulah yang menegaskan Bandung sebagai kota yang tak hanya melahirkan media, tetapi juga menumbuhkan tradisi keberanian berpikir dan berekspresi dalam dunia pers. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 18:39

Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Bandung 26 Feb 2026, 17:32

Begini Cara Jitu Bikin AI Patuh Bantu Promosi Produk UMKM

Kupas tuntas rahasia optimasi AI untuk konten UMKM agar tidak halu, pelajari trik prompt jitu dan strategi AIDA di workshop ini.

Arif Budianto menyampaikan materi modifikasi dan pemanfaatan AI dalam workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 17:06

Bukan Sekadar Ngonten, Ini Cara UMKM Ubah Akun Sosmed Jadi Akun Promosi

Dalam cakupan dunia digital yang serba bisa dilihat melalui layar saja, persaingan muncul dan dibentuk secara organik, serta tidak hanya berfokus pada unggahan biasa saja.

Pembicara Workshop Pelatihan UMKM bertajuk Produksi Konten Media Sosial dan AI: “Ngonten Pintar, Usaha Lancar," yakni Creative Manager, Bibo Bani yang membawakan materi tentang optimalisasi media sosial. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 15:52

UMKM dan Humas BUMN Antusias Ikuti Workshop Produksi Konten Medsos dan AI oleh Ayo Bandung

Tak hanya untuk UMKM, wokshop ini pun cocok bagi humas instansi, lembaga, corporasi, konten kreator pemula, dan umum yang ingin belajar lebih jauh memproduksi konten.

Workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz di Kantor Ayo Bandung, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 15:04

Ramadhan, Kemacetan, dan Ujian Tata Kelola Kota Bandung

Menyoroti kemacetan Bandung saat Ramadhan.

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 13:18

Warungcontong, Warung yang Nasinya Dibungkus Daun Pisang Berbentuk Contong

Nama geografis yang memakai kata contong, sangat langka di Jawa Barat.

Kampung Warungcontong diberi batas garis putus-putus, Taman Contong (A), dan dugaan letak Warung nasi contong (B). (Sumber: Google maps, diberi keterangan oleh T. Bachtiar)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 11:04

8 Istilah Sunda yang Jadi Aktivitas Rutin di Bulan Puasa

Beberapa istilah Sunda berikut bukan sekadar kata, tapi gambaran aktivitas seru yang juga bernilai ibadah.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 09:39

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

Suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)