Nostalgia Dapur Ramadan Tempo Dulu ala Pembaca Mangle

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 15:17 WIB
Majalah Mangle terbitan tahun 1960-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Majalah Mangle terbitan tahun 1960-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di Bandung tempo dulu, bulan puasa hadir dengan ritme yang lebih pelan bedug masjid bersahut-sahutan menjelang magrib, aroma kolak dari dapur warga menguar ke gang-gang sempit, dan anak-anak berlarian membawa lampu senter seolah ikut menyambut datangnya waktu berbuka.

Ada masa ketika inspirasi menu buka puasa tidak datang dari layar ponsel, melainkan dari lembaran majalah yang dibaca berulang-ulang hingga kertasnya menguning. Salah satu saksi zaman itu adalah Majalah Manglé, majalah berbahasa Sunda yang pada dekade 1960-an rutin memuat kiriman resep dari para pembacanya yang tinggal di Bandung maupun kota-kota lain di Jawa Barat. Kolom Istri Binangkit rubriknya sederhana, tetapi justru di situlah pesonanya, resep ditulis apa adanya, memakai bahasa dapur sehari-hari yang akrab di telinga pembaca.

Didirikan di Bogor pada 21 November 1957, Manglé lahir dari gagasan sejumlah tokoh budaya seperti Oeton Moechtar, Rochamina Sudarmika, Wahyu Wibisana, Sukanda Kartasasmita, Saléh Danasasmita, Utay Muchtar, dan Alibasah Kartapranata.

Nama “Manglé” sendiri berarti untaian bunga atau ranggeuyan kembang, sebuah metafora bagi ragam isi yang dirangkai dalam satu terbitan. Kini Majalah Mangle terbit dan beredar di Bandung, dan dikelola oleh Pusat Budaya Sunda Unpad majalah ini tetap bertahan sebagai salah satu media daerah tertua di Indonesia. Pada masa jayanya, khususnya 1960-an hingga 1970-an, oplahnya bahkan mencapai sekitar 90.000–150.000 eksemplar.

Istri Binangkit, kolom yang memuat menu masakan tempo doeloe. (Sumber: Majalah Mangle)
Istri Binangkit, kolom yang memuat menu masakan tempo doeloe. (Sumber: Majalah Mangle)

Bayangkan suasana sore menjelang magrib di kampung-kampung yang berada di Kota Bandung dan daerah Jawa Barat masa itu. Dapur kayu berasap tipis, ulekan batu berbunyi ritmis, dan di tangan seorang ibu terbuka halaman resep bertajuk Kueh Bidadari. Kudapan ini dibuat dari tepung ketan yang diadon, digoreng, lalu dilapisi gula kental. Namanya terdengar anggun, rasanya pun konon selembut sebutannya, manis legit sebagai pembuka puasa.

Tak kalah menggoda ada Ulukutek Leuntja, sayur khas yang di daerah Tarogong dikenal dengan nama “Djingdjiring.” Leunca mentah, oncom goreng, tomat, dan sambal diracik jadi satu. Tekniknya khas dapur kampung, sambal diaduk lebih dulu sampai rasanya matang, baru bahan utama dimasukkan. Hasilnya segar, pedas, dan harum menu sederhana yang membuat nasi hangat terasa istimewa.

Sementara itu, resep Urab Tjau Kulutuk menunjukkan betapa kreatifnya dapur tradisional. Tauge mentah dicampur kelapa parut berbumbu lalu dibungkus daun praktis, hemat, sekaligus ramah lingkungan jauh sebelum istilah itu populer. Menariknya, resep ini dikirim pembaca bernama Ny. Purwikarsi dari Talaga, menandakan bahwa majalah kala itu menjadi ruang berbagi resep lintas daerah semacam “media sosial” versi cetak.

Kin Sanubary bersama Bu Aam Amalia sastrawan Sunda ti Majalah Mangle. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Kin Sanubary bersama Bu Aam Amalia sastrawan Sunda ti Majalah Mangle. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Yang membuat rubrik seperti ini terasa hangat bukan hanya daftar bahannya, melainkan juga bahasa yang dipakai. Istilah seperti dikumbah, direndos, atau dijait bukan sekadar instruksi memasak, tetapi penanda zaman. Bahasa daerah hadir sebagai medium pengetahuan, bukan hanya alat percakapan.

Melihat kembali menu Ramadan tempo dulu, kita diingatkan pada filosofi lama yakni masakan tak harus mewah untuk terasa istimewa. Cukup bahan dari kebun, bumbu dari dapur, dan waktu yang diisi kesabaran. Dari situlah lahir hidangan yang bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghangatkan ingatan.

Baca Juga: Kenangan Indah Menonton Film di Bioskop Bandung Era 1980-an dalam Nuansa Ramadan

Rubrik resep lawas ini akhirnya bukan sekadar catatan kuliner. Ia adalah kapsul waktu yang menyimpan aroma dapur, bunyi ulekan, dan rasa kebersamaan yang kini semakin jarang terdengar.

Ramadan masa itu mungkin tanpa gemerlap lampu dan gawai, tetapi justru dalam kesederhanaannya tersimpan kehangatan yang kini dirindukan, ketika satu kota terasa seperti satu keluarga yang menunggu azan magrib bersama. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Bandung 07 Apr 2026, 20:09

Rapor Hijau Perbankan Jawa Barat di Tengah Tren Pengetatan Sektor Unggulan

Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat menunjukkan performa perbankan yang solid, meski dihadapkan tantangan diversifikasi sektor dan manajemen risiko kredit yang makin selektif.

Ilustrasi. Dinamika ekonomi global yang fluktuatif di awal tahun 2026 tidak menyurutkan ketahanan sektor jasa keuangan di Jawa Barat. (Sumber: Pixabay)
Bandung 07 Apr 2026, 19:47

Strategi Market Chicken Steak Bertahan di Tengah Geliat Kuliner Pasar Cihapit

Siapa sangka ada kelezatan steak di sudut pasar tradisional? Simak kisah Sutrisno mengubah peluang jadi keunikan kuliner di Pasar Cihapit yang kini jadi primadona.

Kios Market Chicken Steak milik Sutrisno yang menghadirkan menu Barat di tengah deretan kuliner tradisional Pasar Cihapit, Bandung. Meski berukuran terbatas, kios ini menjadi destinasi baru bagi pemburu kuliner. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Komunitas 07 Apr 2026, 18:44

Ekspresi Tanpa Suara, Komunitas Karya Seni Tuli Bangun Jembatan antara Teman Tuli dan Dengar

Ruang ini menjadi tempat berbagi cerita, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa batas, sekaligus mempererat hubungan antara teman tuli dan teman dengar dalam semangat saling memahami.

Suasana hangat pertemuan Karya Seni Tuli dipenuhi interaksi melalui bahasa isyarat, tawa, dan semangat berkarya bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 07 Apr 2026, 16:23

Tumbuh Pesat! Penyaluran Kredit UMKM Jawa Barat Tembus Rp186 Triliun, Kota Bandung Jadi Motor Utama

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat.

Ilustrasi. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 07 Apr 2026, 15:22

Panduan Wisata Talaga Bodas Garut, Kawah Belerang yang Pernah jadi Primadona Orang Eropa

Talaga Bodas pernah populer sejak abad ke-19 melalui kartu pos kolonial, sebelum kembali bangkit sebagai destinasi wisata alam unggulan di Garut.

Objek Wisata Talaga Bodas, Garut. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 14:35

Pendidikan Bertumbuh Dimulai dari Guru yang Growth Mindset

Pendidik adalah agen pembelajar sepanjang hidup untuk memberikan stimulus kepada para murid dalam menuntun menumbuhkembangkan potensi secara kodrati.

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 11:04

Kisah Pendatang yang Tak Sengaja Ciptakan ‘Batagor’ Makanan Favorit Kota Bandung

Batagor pertama kali muncul di Bandung pada tahun 1970-an.

Pedagang batagor. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ikon 07 Apr 2026, 10:25

Hikayat Jalan Soekarno Hatta Bandung, Bypass Lurus Panjang Buatan Orde Baru

Dibangun pada 1980-an sebagai jalan elak, Jalan Soekarno Hatta kini berubah menjadi koridor padat yang merekam pertumbuhan Bandung dari pinggiran ke pusat aktivitas.

Suasana Jalan Soekarno Hatta, Bandung. (Foto: Irfan Al Faritsi/Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 08:57

Inilah 5 Hierarki Kebutuhan Mahasiswa dari Garut di UIN Bandung Tahun 2002

Tahun 2002, saya resmi jadi mahasiswa di UIN Bandung. Modalnya? Nekat.

Kampus tempat menimba ilmu keislaman Penulis (Sumber: uinsgd.ac.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 18:12

Tantangan Komunikasi Perantau

Pasca mudik Lebaran, kota-kota besar didatangi para perantau baru.

Pemudik di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 06 Apr 2026, 17:02

Menghadapi "Paradoks Rebana", Antara Ambisi Industri dan Realitas Kompetensi Lokal

Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon (Kota), Cirebon (Kabupaten), Indramayu, Majalengka, Kuningan hingga Subang kini tengah bersiap menjadi motor penggerak ekonomi masa depan Jawa Barat.

Kawasan Rebana kini telah didukung oleh konektivitas terbaik salah satunya Pelabuhan Patimban untuk ekspor-impor, yang merupakan magnet bagi investor global. (Sumber: portalkemhub.go.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 17:02

10 Netizen Terpilih Maret 2026: Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan

Tulisan-tulisan terbaik yang masuk ke kanal Ayo Netizen sepanjang Maret 2026.

Umat Islam setelah melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di pelataran Gedung Sate. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Apr 2026, 15:46

Panduan Pendakian Gunung Gede Pangrango: Tiga Jalur Pilihan, Kuota, dan Biaya

Informasi jalur pendakian Gunung Gede Pangrango, sistem kuota, biaya SIMAKSI, serta tips penting agar pendakian aman dan sesuai aturan.

Puncak Gunung Gede Pangrango. (Sumber: Wikimedia)
Komunitas 06 Apr 2026, 15:38

Isyarat yang Menyatukan, Belajar Memahami Tanpa Suara

Pertemuan sederhana di sebuah kafe di Bandung menghadirkan ruang belajar bahasa isyarat sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya empati antara teman tuli dan teman dengar.

Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 15:01

Arus Balik yang Meledak di Bandung Pasca Lebaran 1986

Pada suatu akhir pekan di bulan Juni 1986 itu, Bandung menjadi saksi dari gelombang harapan yang datang bersama arus balik Lebaran.

Halaman muka Harian Umum MANDALA Bandung, terbitan 13 Juni 1986, yang menyoroti membludaknya arus balik Lebaran menuju Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 06 Apr 2026, 14:07

Eksistensi Scoop and Skoops, Padukan Konsep Kekinian dan Keaslian Rasa Gelato di The Hallway Space

Gerai gelato Scoop and Skoops memadukan konsep industri F&B kekinian dengan lokasi strategis yang menonjolkan konsep sederhana namun modern.

Gerai gelato Scoop and Skoops memadukan konsep industri F&B kekinian dengan lokasi strategis yang menonjolkan konsep sederhana namun modern. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 13:16

Badai Belum Berlalu, Perlu Komitmen Menjaga Langit Biru

Alam memberi sinyal yang tergambar di langit kepada manusia jika akan terjadi peristiwa yang luar biasa.

Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Sumber : BPBD Kota Bandung)
Sejarah 06 Apr 2026, 12:54

Sejarah Perjanjian Cirebon 1681, Penanda Peta Dominasi Kompeni di Tanah Jawa

Perjanjian 1681 antara Cirebon dan VOC jadi titik balik hilangnya kedaulatan dan salah satu pemicu awal dominasi Belanda di Jawa Barat.

Perjanjian Cirebon 1861 (Sumber: historyofcirebon.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 11:43

Bahu Jalan Tol Merupakan Ruang Darurat yang Tidak Boleh Disalahgunakan

Penyalahgunaan bahu jalan tol meningkatkan risiko kecelakaan fatal.

Sebuah kendaraan hancur setelah menabrak bagian belakang bus di Jalan Tol Padaleunyi KM 140 arah Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Instagram/@ridwanzaelanii)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 09:37

Merawat Empati Kemanusiaan

Agama mesti hadir untuk membela kemanusiaan dalam realitas kehidupan, tanpa memandang perbedaan agama, suku, etnis, golongan, kelompok, maupun jenis kelamin.

Ilustrasi empati kemanusiaan, tim relawan sedang membantu evakuasi korban banjir (Sumber: Freepik)