Tarhib Ramadhan: Menghidupkan Masjid dan Menguatkan Kepedulian Sosial

2 menit baca
kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan
Ibu-ibu Yayasan An-Nisaa Bersama anak-anak yang akan dikhitan. (Sumber: Dokumentasi panitia khitanan massal)
Ibu-ibu Yayasan An-Nisaa Bersama anak-anak yang akan dikhitan. (Sumber: Dokumentasi panitia khitanan massal)

Ramadhan tinggal menghitung hari. Umat Islam menyambutnya dengan rasa bahagia karena bulan suci ini selalu dinanti setiap tahun. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan pahala yang dilipatgandakan. Lebih dari sekadar kewajiban berpuasa, Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Salah satu tradisi yang hidup di tengah masyarakat Muslim adalah kegiatan tarhib Ramadhan, yaitu menyambut bulan suci dengan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan perlu dipersiapkan, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial dan kebersamaan.

Masjid sebagai pusat kehidupan umat memiliki peran penting dalam menghadirkan semangat tersebut. Melalui berbagai kegiatan, masjid menjadi ruang ibadah sekaligus ruang pelayanan sosial bagi masyarakat.

Hal itu tampak dalam kegiatan yang diselenggarakan Yayasan An-Nisaa bersama Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahmaan dan RW 15 Perumahan Taman Kopo Indah 1 Bandung. Dalam rangka tarhib Ramadhan, mereka mengadakan khitanan massal yang telah menjadi agenda rutin. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke 24 dan lebih dari seratus anak mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar, khususnya keluarga yang membutuhkan bantuan untuk mengkhitankan anak laki-lakinya. Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini bukan hanya bantuan layanan kesehatan, tetapi juga simbol kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh dari masjid.

Tarhib Ramadhan DKM Ar Rohman dan Anak Anak MDTA Ar-Rohman. Sumber. (Sumber: Dokumentasi MDTA Ar-Rohman)
Tarhib Ramadhan DKM Ar Rohman dan Anak Anak MDTA Ar-Rohman. Sumber. (Sumber: Dokumentasi MDTA Ar-Rohman)

Semangat yang sama terlihat di Masjid Ar Rohman Perumahan Parahyangan Kencana, Desa Pananjung, yang mengadakan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Ramadhan. Kegiatan ini diisi oleh Ustadzah Aah Nurul Muhibbah dari Pangandaran yang mengajak jamaah mempersiapkan Ramadhan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Ar Rohman turut menampilkan lagu-lagu religi dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan masjid menjadi tanda pentingnya pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan masjid.

Baca Juga: Menghadirkan Jamu Kekinian saat Ramadan

Fenomena yang sering terlihat di berbagai tempat adalah jamaah masjid yang didominasi kalangan orang tua. Karena itu, kegiatan tarhib Ramadhan menjadi momentum untuk mengajak generasi muda kembali memakmurkan masjid, bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai bagian dari penggerak kehidupan masjid.

Tarhib Ramadhan pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia adalah proses mempersiapkan diri memasuki “madrasah” Ramadhan selama satu bulan penuh. Di dalamnya, umat Islam dilatih untuk bersabar, berbagi, mengendalikan diri, dan memperbanyak amal ibadah.

Harapannya, kebiasaan baik yang tumbuh selama Ramadhan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Justru dari Ramadhanlah lahir pribadi-pribadi yang lebih peduli, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Allah.

Sebagaimana tujuan puasa yang disebutkan dalam Al-Qur’an, ibadah ini bermuara pada terbentuknya pribadi yang bertakwa. Tarhib Ramadhan menjadi pengingat bahwa menyambut bulan suci bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan amal nyata yang menghidupkan masjid dan menguatkan kepedulian sosial. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)