Official Persib Logo
1933
1933

Hilirisasi Sawit di Jabar, Minim Kebun tapi Padat Industri Pengolahan

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Selasa 17 Feb 2026, 18:50 WIB
Ilustrasi perkebunan sawit (Sumber: Freepik)

Ilustrasi perkebunan sawit (Sumber: Freepik)

Keputusan Gubernur Jawa Barat yang melarang penanaman baru kelapa sawit untuk menjaga fungsi ekologis dan mengarahkan alih komoditas secara bertahap ke tanaman yang lebih sesuai dengan lingkungan sebaiknya tidak mengkerdilkan hilirisasi industri sawit dan turunannya.

Pelarangan tanaman sawit di Jabar mencuatkan paradoks. Arah hilirisasi industri sawit di Jawa Barat yang berbasis minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) menjadi tidak menentu. Padahal hilirisasi merupakan keniscayaan bagi seluruh daerah. Hilirisasi CPO tidak hanya industri minyak goreng, masih ada beberapa produk turunan lain yang merupakan industri strategis. Yakni untuk bahan baku kimia, farmasi, bahan pangan hingga energi.

Perlu jalan tengah untuk masa depan industri berbasis CPO di Jabar. Boleh saja ada kebijakan penanaman kelapa sawit dihentikan, namun hilirisasi pabrik pengolahan CPO dan turunannya hendaknya bisa berkembang. Pasokan CPO dari daerah lain hendaknya dipikirkan dengan baik.  Sehingga meskipun di Jabar minim kebun kelapa sawit namun industri pengolahan tetap berkembang.

Sungguh ironis jika kita melihat Provinsi Jawa Timur yang sukses dengan hilirisasi sawit terbukti banyaknya industri minyak goreng dan industri pengolahan sawit menjadi produk turunan yang lain.  Sebagai catatan, Jatim juga minim Perkebunan sawit.

Pemprov Jawa Barat resmi melarang penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah provinsi melalui Surat Edaran Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK yang ditandatangani Gubernur Dedi Mulyadi akhir tahun lalu.

Larangan ini berlaku menyeluruh tanpa pengecualian, baik untuk lahan milik masyarakat maupun badan usaha, dan dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, melindungi sumber daya alam, serta memastikan arah pembangunan daerah sesuai karakteristik agroekologi Jabar.

Tak hanya menghentikan penanaman baru, Pemprov Jabar juga mengatur pengalihan kebun sawit yang telah ada secara bertahap ke komoditas lain yang lebih sesuai, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekonomi dan menghindari dampak sosial yang merugikan. Komoditas pengganti harus merupakan unggulan daerah, sesuai dengan kondisi agroekologi, mendukung konservasi tanah dan air, serta menekan risiko kerusakan lingkungan. Pemerintah kabupaten/kota diminta berperan aktif melalui inventarisasi dan pemetaan kebun sawit, pendampingan petani dan pelaku usaha dalam proses alih komoditas, serta sinkronisasi kebijakan ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan sektor perkebunan.

Provinsi Jawa Barat hingga kini merupakan pangsa pasar atau konsumen produk turunan kelapa sawit utamanya minyak goreng terbesar di Indonesia. Tetapi mengapa pabrik atau industri berbasis sawit masih tergolong sedikit.

Data Industri Besar Sedang (IBS) menunjukkan bahwa dari 74 pabrik minyak goreng kelapa sawit di Indonesia, ada 45 pabrik berlokasi di Pulau Jawa.

Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah pabrik minyak goreng kelapa sawit terbesar di Indonesia, yakni 23 pabrik. Di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 14 pabrik, Di Provinsi DKI Jakarta ada 11 pabrik. Sedangkan pabrik minyak goreng yang beroperasi di Provinsi Jawa Barat hanya 6 pabrik.

Ilustrasi hilirisasi sawit (Sumber: publishing.investortrust.id)
Ilustrasi hilirisasi sawit (Sumber: publishing.investortrust.id)

Jawa Timur merupakan salah satu basis industri minyak goreng terbesar. Produsen utama di wilayah ini mencakup perusahaan berskala nasional seperti Wilmar, Musim Mas, Salim Ivomas, dan Best Group, dengan lokasi konsentrasi utama di Gresik dan Surabaya. Kapasitas pabrik-pabrik di Jawa Timur menopang kebutuhan lokal yang mencapai 59.000 ton/bulan dan mendistribusikan ke wilayah Indonesia Timur.

Pengembangan areal komoditas dan produksi minyak sawit di Jabar selama ini telah dilakukan BUMN yakni PT Perkebunan Nusantara VIII. Namun pengembangan tersebut belum optimal, baik dalam hal produktivitas maupun penyerapan tenaga kerja.Selama ini pengembangan dilakukan pada tiga unit kebun di Kabupaten Sukabumi. Penanaman dilakukan pada areal di selatan Sukabumi. 

Karena masyarakat Jawa Barat merupakan konsumen sawit terbesar, maka Pemprov perlu bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk hilirisasi industri.

Produksi minyak bumi dalam negeri semakin menurun sehingga mempengaruhi laju konsumsi BBM. Untuk menanggulangi keterbatasan BBM dari fosil maka solusinya adalah membangun infrastruktur pabrik Biodiesel dari CPO menggunakan proses esterifikasi hingga transesterifikasi.

Pengembangan industri hilir sebaiknya terintegrasi dengan program perluasan tenaga kerja yang mengedepankan mekanisasi pertanian. Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri hilir kelapa sawit. Sayangnya, potensi tersebut belum tergarap secara optimal. Selama ini Indonesia lebih banyak melakukan ekspor CPO sehingga nilai tambah yang diperoleh masih rendah.

Baca Juga: Ramadan Saat Tepat Membangun Hubungan Industrial yang Konstruktif

Industri hilir yang mengolah minyak sawit baru sebatas produk minyak goreng, dan sebagian kecil margarin, sabun dan deterjen. Sementara CPO yang diolah menjadi oleokimia baru mencapai kurang dari 10 persen. Padahal kalau CPO diolah menjadi oleokimia, nilai tambahnya bisa mencapai 300 persen. Oleokimia dari CPO antara lain menghasilkan asida lemak (fatty acids), olein, stearin dan gliserol yang merupakan bahan baku produk untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari kosmetika, sabun, dan lain-lain.

Selain itu perkebunan dan industri berbasis sawit limbahnya juga bisa digunakan untuk bahan baku makanan sapi yang berkualitas baik. Dengan demikian populasi sapi bisa ditingkatkan dan masalah harga daging dan impor sapi bisa diatasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun dan pelepah sawit dapat dijadikan pakan dengan bantuan mesin pencacah daun dan pelepah sawit lalu dicampur konsentrat dan daun hijau sehingga menjadi pakan ternak yang memenuhi standar gizi ternak. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

News Update

Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)