Hilirisasi Sawit di Jabar, Minim Kebun tapi Padat Industri Pengolahan

4 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi perkebunan sawit (Sumber: Freepik)
Ilustrasi perkebunan sawit (Sumber: Freepik)

Keputusan Gubernur Jawa Barat yang melarang penanaman baru kelapa sawit untuk menjaga fungsi ekologis dan mengarahkan alih komoditas secara bertahap ke tanaman yang lebih sesuai dengan lingkungan sebaiknya tidak mengkerdilkan hilirisasi industri sawit dan turunannya.

Pelarangan tanaman sawit di Jabar mencuatkan paradoks. Arah hilirisasi industri sawit di Jawa Barat yang berbasis minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) menjadi tidak menentu. Padahal hilirisasi merupakan keniscayaan bagi seluruh daerah. Hilirisasi CPO tidak hanya industri minyak goreng, masih ada beberapa produk turunan lain yang merupakan industri strategis. Yakni untuk bahan baku kimia, farmasi, bahan pangan hingga energi.

Perlu jalan tengah untuk masa depan industri berbasis CPO di Jabar. Boleh saja ada kebijakan penanaman kelapa sawit dihentikan, namun hilirisasi pabrik pengolahan CPO dan turunannya hendaknya bisa berkembang. Pasokan CPO dari daerah lain hendaknya dipikirkan dengan baik.  Sehingga meskipun di Jabar minim kebun kelapa sawit namun industri pengolahan tetap berkembang.

Sungguh ironis jika kita melihat Provinsi Jawa Timur yang sukses dengan hilirisasi sawit terbukti banyaknya industri minyak goreng dan industri pengolahan sawit menjadi produk turunan yang lain.  Sebagai catatan, Jatim juga minim Perkebunan sawit.

Pemprov Jawa Barat resmi melarang penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah provinsi melalui Surat Edaran Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK yang ditandatangani Gubernur Dedi Mulyadi akhir tahun lalu.

Larangan ini berlaku menyeluruh tanpa pengecualian, baik untuk lahan milik masyarakat maupun badan usaha, dan dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, melindungi sumber daya alam, serta memastikan arah pembangunan daerah sesuai karakteristik agroekologi Jabar.

Tak hanya menghentikan penanaman baru, Pemprov Jabar juga mengatur pengalihan kebun sawit yang telah ada secara bertahap ke komoditas lain yang lebih sesuai, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekonomi dan menghindari dampak sosial yang merugikan. Komoditas pengganti harus merupakan unggulan daerah, sesuai dengan kondisi agroekologi, mendukung konservasi tanah dan air, serta menekan risiko kerusakan lingkungan. Pemerintah kabupaten/kota diminta berperan aktif melalui inventarisasi dan pemetaan kebun sawit, pendampingan petani dan pelaku usaha dalam proses alih komoditas, serta sinkronisasi kebijakan ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan sektor perkebunan.

Provinsi Jawa Barat hingga kini merupakan pangsa pasar atau konsumen produk turunan kelapa sawit utamanya minyak goreng terbesar di Indonesia. Tetapi mengapa pabrik atau industri berbasis sawit masih tergolong sedikit.

Data Industri Besar Sedang (IBS) menunjukkan bahwa dari 74 pabrik minyak goreng kelapa sawit di Indonesia, ada 45 pabrik berlokasi di Pulau Jawa.

Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah pabrik minyak goreng kelapa sawit terbesar di Indonesia, yakni 23 pabrik. Di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 14 pabrik, Di Provinsi DKI Jakarta ada 11 pabrik. Sedangkan pabrik minyak goreng yang beroperasi di Provinsi Jawa Barat hanya 6 pabrik.

Ilustrasi hilirisasi sawit (Sumber: publishing.investortrust.id)
Ilustrasi hilirisasi sawit (Sumber: publishing.investortrust.id)

Jawa Timur merupakan salah satu basis industri minyak goreng terbesar. Produsen utama di wilayah ini mencakup perusahaan berskala nasional seperti Wilmar, Musim Mas, Salim Ivomas, dan Best Group, dengan lokasi konsentrasi utama di Gresik dan Surabaya. Kapasitas pabrik-pabrik di Jawa Timur menopang kebutuhan lokal yang mencapai 59.000 ton/bulan dan mendistribusikan ke wilayah Indonesia Timur.

Pengembangan areal komoditas dan produksi minyak sawit di Jabar selama ini telah dilakukan BUMN yakni PT Perkebunan Nusantara VIII. Namun pengembangan tersebut belum optimal, baik dalam hal produktivitas maupun penyerapan tenaga kerja.Selama ini pengembangan dilakukan pada tiga unit kebun di Kabupaten Sukabumi. Penanaman dilakukan pada areal di selatan Sukabumi. 

Karena masyarakat Jawa Barat merupakan konsumen sawit terbesar, maka Pemprov perlu bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk hilirisasi industri.

Produksi minyak bumi dalam negeri semakin menurun sehingga mempengaruhi laju konsumsi BBM. Untuk menanggulangi keterbatasan BBM dari fosil maka solusinya adalah membangun infrastruktur pabrik Biodiesel dari CPO menggunakan proses esterifikasi hingga transesterifikasi.

Pengembangan industri hilir sebaiknya terintegrasi dengan program perluasan tenaga kerja yang mengedepankan mekanisasi pertanian. Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri hilir kelapa sawit. Sayangnya, potensi tersebut belum tergarap secara optimal. Selama ini Indonesia lebih banyak melakukan ekspor CPO sehingga nilai tambah yang diperoleh masih rendah.

Baca Juga: Ramadan Saat Tepat Membangun Hubungan Industrial yang Konstruktif

Industri hilir yang mengolah minyak sawit baru sebatas produk minyak goreng, dan sebagian kecil margarin, sabun dan deterjen. Sementara CPO yang diolah menjadi oleokimia baru mencapai kurang dari 10 persen. Padahal kalau CPO diolah menjadi oleokimia, nilai tambahnya bisa mencapai 300 persen. Oleokimia dari CPO antara lain menghasilkan asida lemak (fatty acids), olein, stearin dan gliserol yang merupakan bahan baku produk untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari kosmetika, sabun, dan lain-lain.

Selain itu perkebunan dan industri berbasis sawit limbahnya juga bisa digunakan untuk bahan baku makanan sapi yang berkualitas baik. Dengan demikian populasi sapi bisa ditingkatkan dan masalah harga daging dan impor sapi bisa diatasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun dan pelepah sawit dapat dijadikan pakan dengan bantuan mesin pencacah daun dan pelepah sawit lalu dicampur konsentrat dan daun hijau sehingga menjadi pakan ternak yang memenuhi standar gizi ternak. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)