Menghadirkan Jamu Kekinian saat Ramadan

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi kafe jamu Acaraki yang menyuguhkan gaya hidup yang berakar pada warisan budaya Nusantara dan prospek nutrisi fiungsisonal. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi kafe jamu Acaraki yang menyuguhkan gaya hidup yang berakar pada warisan budaya Nusantara dan prospek nutrisi fiungsisonal. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Jamu tradisional kini telah bertransformasi dengan kondisi kekinian. Kafe jamu kian eksis di kota Bandung dengan cita rasa yang mempesona lintas generasi. Menu berbuka puasa dan sahur perlu disertai dengan jamu kekinian.

Khasiat jamu yang notabene merupakan minuman herbal bisa mengatasi efek berbuka puasa yang sarat dengan kolesterol dan karbohidrat.

Ramadan merupakan momentum untuk menghadirkan jamu kekinian dengan berbagai kreasi dan inovasi. Seperti misalnya memadukan jamu dengan es krim yang segar sekaligus menyehatkan.

Berbuka puasa dan sahur dengan jamu kekinian sangat baik untuk memulihkan stamina, meningkatkan imunitas, dan membantu proses pencernaan. Tetapi sebaiknya tidak diminum saat perut benar-benar kosong. Minum jamu saat puasa membantu mengurangi lemak berlebih. Namun jika konsumsi jamu berlebih berisiko gangguan pencernaan seperti mual atau diare.

Jamu merupakan minuman herbal yang memberi sederet manfaat kesehatan bagi tubuh. Jamu yang bisa dikonsumsi saat bulan puasa seperti kayu manis, atau campuran jeruk, kencur, dan madu, memiliki efek menyegarkan. Sekaligus juga memiliki sifat menurunkan kadar lemak lebih cepat. Jenis jamu yang banyak diminum saat berbuka puasa antara lain jahe, kencur, atau campuran rempah (wedang coro).

Jamu kekinian di Bandung saat ini menjadi primadona di berbagai kalangan. Pasalnya, minuman jamu ini dikenal bagus untuk kesehatan tubuh, terlebih saat cuaca yang terus berubah dan padatnya aktivitas. Beberapa kafe di Bandung menjadikan jamu sebagai ikonik. Contohnya kafe Acaraki yang cukup populer di Bandung dan di sekitar Jakarta.

Selain Acaraki, terdapat beberapa kafe lainnya yang juga menyediakan menu jamu kekinian. Jamu kekinian di Bandung dikenal memiliki cita rasa yang nikmat dan berbeda dibandingkan dengan jamu tradisional yang dijual di pasaran. Minuman tradisional yang berasal dari olahan tanaman herbal ini banyak digemari baik kalangan remaja maupun orang dewasa.

Menghadirkan jamu kekinian untuk berbuka puasa perlu kreativitas untuk mengatasi ketidaksukaan anak-anak minum jamu.  Perlu metode yang tepat yakni memadukan es krim dengan jamu dengan kemasan yang menarik. Dengan demikian anak-anak menjadi senang dengan minuman jamu yang khasiatnya bagus untuk menyehatkan badan.

Memadukan es krim dengan jamu dalam berbagai acara termasuk acara berbuka puasa atau sahur bisa memberikan pengaruh yang sangat positif kepada usaha pengrajin jamu tradisional di berbagai daerah.

Perlu kreativitas untuk memadukan es krim dan jamu agar rasanya enak, segar dan digemari anak-anak. Es krim tradisional selalu melekat dihati kita karena banyak kenangan manis saat masih kanak-kanak hingga remaja. Produk es krim terus berkembang, ada yang bertahan lalu menjadi industri besar dan banyak pula usaha es krim tradisional yang semakin tersisih dan banyak yang mati.

Inovasi produk terus berlangsung, salah satunya adalah memadukan es krim dengan jamu kekinian sebagai top up. Bermacam jenis jamu seperti jamu beras kencur, asam kunyit, temulawak, dan lain-lain bisa disajikan bersama es krim. Jika kita cermati inovasi ini merupakan fenomena co-creation, yakni kolaborasi kreativitas antara usaha es krim dengan usaha jamu tradisional.

llustrasi menu jamu di kafe Acaraki. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
llustrasi menu jamu di kafe Acaraki. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Jamu yang merupakan warisan budaya kesehatan Nusantara kini telah banyak dikaji secara ilmiah oleh dunia akademis.  Jamu telah dikaji secara mendalam dengan pendekatan berbasis metodologi ilmiah yang terpersonalisasi.

Di Bandung hal itu dipelopori oleh kafe Acaraki yang amat  kompeten dalam bidangnya. Acaraki dipelopori oleh Jony Yuwono. Yang merupakan konseptor jamu dengan proses pengolahan berbasis teknik modern.

Industri jamu amat terkait dengan ragam rempah dan kekayaan endofit tanah air kita. Sebut saja semua nama rempah yang terlintas di kepala, dan itu hampir dapat dipastikan ada di Indonesia. Pekak, bunga lawang, jahe, kunyit, kencur, kapulaga, pala, lada, bawang aneka rupa, sampai keluarga temu dan bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) semua ada.

Masa depan jamu sangat bagus prospeknya. Karena terkait dengan nutrisi fungsional. Yakni bidang yang berkembang pesat dengan potensi besar untuk meningkatkan pencegahan penyakit melalui personalisasi nutrisi. Dengan menggunakan pendekatan bioinformatika dan analisis genom, nutrisi fungsional dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap individu berdasarkan profil genetik dan proses biokimia tubuh. 

Pengembangan nutrisi ini memungkinkan intervensi gizi yang lebih tepat sasaran dalam mengoptimalkan fungsi fisiologi dan mencegah penyakit degeneratif. Menurut dokter Tauhid Nur Azhar (TNA) pendekatan diatas memanfaatkan hubungan antara genetik individu dan respon nutrisi untuk mengembangkan strategi pencegahan penyakit berbasis nutrigenomik. Kajian hari ini juga akan menguraikan manfaat potensial dari nutrisi fungsional dalam mengelola risiko kesehatan dan memberikan perspektif tentang masa depan pengobatan presisi melalui nutrisi.

Lebih lanjut TNA menjelaskan bahwa di era pengobatan presisi dan berkembangnya konsep nutrigenomik, peran nutrisi sebagai bagian penting dari strategi pencegahan dan pengobatan penyakit semakin diakui. Secara definisi, nutrisi fungsional kerap dinisbatkan sebagai zat gizi yang dirancang secara presisi dengan menggunakan data bioinformatika dan genom untuk memastikan kompatibilitas dengan reseptor tubuh dan jalur biokimia pengolahannya. 

Berbagai proses penyesuaian dalam upaya mengoptimasi fungsi fisiologis, dapat dilakukan oleh nutrisi fungsional yang dari beberapa literatur dapat diketahui mampu mengoptimalkan fungsi fisiologis dan mencegah timbulnya penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker. 

Baca Juga: Hilirisasi Sawit di Jabar, Minim Kebun tapi Padat Industri Pengolahan

Pendekatan nutrisi fungsional melibatkan interaksi yang erat antara nutrisi dan ekspresi gen yang dikenal sebagai nutrigenomik, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana nutrisi mempengaruhi ekspresi gen dan bagaimana profil genetik seseorang dapat mempengaruhi kebutuhan nutrisinya.

Dengan memahami interaksi kompleks antara gen dan nutrisi, nutrisi fungsional dapat memberikan pendekatan yang lebih personal dan presisi dalam mencegah penyakit kronis. Pendekatan nutrigenomik akan semakin penting di masa depan sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit berbasis pengobatan presisi, yang memanfaatkan data genetik untuk mendesain intervensi gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Produk Jamu kekinian dirancang dengan bantuan teknik bioinformatika. Di Masa depan jamu menjadi produk strategis dengan pendekatan biomedik yang dapat diracik sesuai dengan kebutuhan  konsumen berdasar data genomic. Tentu khasiatnya sangat luar biasa.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)