Official Persib Logo
1933
1933

Menghadirkan Jamu Kekinian saat Ramadan

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 04:50 WIB
Ilustrasi kafe jamu Acaraki yang menyuguhkan gaya hidup yang berakar pada warisan budaya Nusantara dan prospek nutrisi fiungsisonal. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Ilustrasi kafe jamu Acaraki yang menyuguhkan gaya hidup yang berakar pada warisan budaya Nusantara dan prospek nutrisi fiungsisonal. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Jamu tradisional kini telah bertransformasi dengan kondisi kekinian. Kafe jamu kian eksis di kota Bandung dengan cita rasa yang mempesona lintas generasi. Menu berbuka puasa dan sahur perlu disertai dengan jamu kekinian.

Khasiat jamu yang notabene merupakan minuman herbal bisa mengatasi efek berbuka puasa yang sarat dengan kolesterol dan karbohidrat.

Ramadan merupakan momentum untuk menghadirkan jamu kekinian dengan berbagai kreasi dan inovasi. Seperti misalnya memadukan jamu dengan es krim yang segar sekaligus menyehatkan.

Berbuka puasa dan sahur dengan jamu kekinian sangat baik untuk memulihkan stamina, meningkatkan imunitas, dan membantu proses pencernaan. Tetapi sebaiknya tidak diminum saat perut benar-benar kosong. Minum jamu saat puasa membantu mengurangi lemak berlebih. Namun jika konsumsi jamu berlebih berisiko gangguan pencernaan seperti mual atau diare.

Jamu merupakan minuman herbal yang memberi sederet manfaat kesehatan bagi tubuh. Jamu yang bisa dikonsumsi saat bulan puasa seperti kayu manis, atau campuran jeruk, kencur, dan madu, memiliki efek menyegarkan. Sekaligus juga memiliki sifat menurunkan kadar lemak lebih cepat. Jenis jamu yang banyak diminum saat berbuka puasa antara lain jahe, kencur, atau campuran rempah (wedang coro).

Jamu kekinian di Bandung saat ini menjadi primadona di berbagai kalangan. Pasalnya, minuman jamu ini dikenal bagus untuk kesehatan tubuh, terlebih saat cuaca yang terus berubah dan padatnya aktivitas. Beberapa kafe di Bandung menjadikan jamu sebagai ikonik. Contohnya kafe Acaraki yang cukup populer di Bandung dan di sekitar Jakarta.

Selain Acaraki, terdapat beberapa kafe lainnya yang juga menyediakan menu jamu kekinian. Jamu kekinian di Bandung dikenal memiliki cita rasa yang nikmat dan berbeda dibandingkan dengan jamu tradisional yang dijual di pasaran. Minuman tradisional yang berasal dari olahan tanaman herbal ini banyak digemari baik kalangan remaja maupun orang dewasa.

Menghadirkan jamu kekinian untuk berbuka puasa perlu kreativitas untuk mengatasi ketidaksukaan anak-anak minum jamu.  Perlu metode yang tepat yakni memadukan es krim dengan jamu dengan kemasan yang menarik. Dengan demikian anak-anak menjadi senang dengan minuman jamu yang khasiatnya bagus untuk menyehatkan badan.

Memadukan es krim dengan jamu dalam berbagai acara termasuk acara berbuka puasa atau sahur bisa memberikan pengaruh yang sangat positif kepada usaha pengrajin jamu tradisional di berbagai daerah.

Perlu kreativitas untuk memadukan es krim dan jamu agar rasanya enak, segar dan digemari anak-anak. Es krim tradisional selalu melekat dihati kita karena banyak kenangan manis saat masih kanak-kanak hingga remaja. Produk es krim terus berkembang, ada yang bertahan lalu menjadi industri besar dan banyak pula usaha es krim tradisional yang semakin tersisih dan banyak yang mati.

Inovasi produk terus berlangsung, salah satunya adalah memadukan es krim dengan jamu kekinian sebagai top up. Bermacam jenis jamu seperti jamu beras kencur, asam kunyit, temulawak, dan lain-lain bisa disajikan bersama es krim. Jika kita cermati inovasi ini merupakan fenomena co-creation, yakni kolaborasi kreativitas antara usaha es krim dengan usaha jamu tradisional.

llustrasi menu jamu di kafe Acaraki. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
llustrasi menu jamu di kafe Acaraki. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Jamu yang merupakan warisan budaya kesehatan Nusantara kini telah banyak dikaji secara ilmiah oleh dunia akademis.  Jamu telah dikaji secara mendalam dengan pendekatan berbasis metodologi ilmiah yang terpersonalisasi.

Di Bandung hal itu dipelopori oleh kafe Acaraki yang amat  kompeten dalam bidangnya. Acaraki dipelopori oleh Jony Yuwono. Yang merupakan konseptor jamu dengan proses pengolahan berbasis teknik modern.

Industri jamu amat terkait dengan ragam rempah dan kekayaan endofit tanah air kita. Sebut saja semua nama rempah yang terlintas di kepala, dan itu hampir dapat dipastikan ada di Indonesia. Pekak, bunga lawang, jahe, kunyit, kencur, kapulaga, pala, lada, bawang aneka rupa, sampai keluarga temu dan bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) semua ada.

Masa depan jamu sangat bagus prospeknya. Karena terkait dengan nutrisi fungsional. Yakni bidang yang berkembang pesat dengan potensi besar untuk meningkatkan pencegahan penyakit melalui personalisasi nutrisi. Dengan menggunakan pendekatan bioinformatika dan analisis genom, nutrisi fungsional dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap individu berdasarkan profil genetik dan proses biokimia tubuh. 

Pengembangan nutrisi ini memungkinkan intervensi gizi yang lebih tepat sasaran dalam mengoptimalkan fungsi fisiologi dan mencegah penyakit degeneratif. Menurut dokter Tauhid Nur Azhar (TNA) pendekatan diatas memanfaatkan hubungan antara genetik individu dan respon nutrisi untuk mengembangkan strategi pencegahan penyakit berbasis nutrigenomik. Kajian hari ini juga akan menguraikan manfaat potensial dari nutrisi fungsional dalam mengelola risiko kesehatan dan memberikan perspektif tentang masa depan pengobatan presisi melalui nutrisi.

Lebih lanjut TNA menjelaskan bahwa di era pengobatan presisi dan berkembangnya konsep nutrigenomik, peran nutrisi sebagai bagian penting dari strategi pencegahan dan pengobatan penyakit semakin diakui. Secara definisi, nutrisi fungsional kerap dinisbatkan sebagai zat gizi yang dirancang secara presisi dengan menggunakan data bioinformatika dan genom untuk memastikan kompatibilitas dengan reseptor tubuh dan jalur biokimia pengolahannya. 

Berbagai proses penyesuaian dalam upaya mengoptimasi fungsi fisiologis, dapat dilakukan oleh nutrisi fungsional yang dari beberapa literatur dapat diketahui mampu mengoptimalkan fungsi fisiologis dan mencegah timbulnya penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker. 

Baca Juga: Hilirisasi Sawit di Jabar, Minim Kebun tapi Padat Industri Pengolahan

Pendekatan nutrisi fungsional melibatkan interaksi yang erat antara nutrisi dan ekspresi gen yang dikenal sebagai nutrigenomik, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana nutrisi mempengaruhi ekspresi gen dan bagaimana profil genetik seseorang dapat mempengaruhi kebutuhan nutrisinya.

Dengan memahami interaksi kompleks antara gen dan nutrisi, nutrisi fungsional dapat memberikan pendekatan yang lebih personal dan presisi dalam mencegah penyakit kronis. Pendekatan nutrigenomik akan semakin penting di masa depan sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit berbasis pengobatan presisi, yang memanfaatkan data genetik untuk mendesain intervensi gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Produk Jamu kekinian dirancang dengan bantuan teknik bioinformatika. Di Masa depan jamu menjadi produk strategis dengan pendekatan biomedik yang dapat diracik sesuai dengan kebutuhan  konsumen berdasar data genomic. Tentu khasiatnya sangat luar biasa.  (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)