Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)

Setiap wilayah punya cara sendiri dalam menyambut Ramadan. Di tanah Sunda, bulan puasa bukan hanya soal ibadah, tetapi juga ruang hidup bagi bahasa. Sejumlah kosakata khas bermunculan, dipakai lintas generasi, dan membentuk lanskap kultural yang unik.

Menariknya, istilah-istilah ini tidak sekadar penanda waktu, melainkan cermin struktur sosial, kebiasaan kolektif, bahkan pergerakan ekonomi musiman.

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.

1. Ngabuburit

Barangkali inilah istilah Sunda yang paling “naik kelas” menjadi kosakata nasional. Ngabuburit merujuk pada aktivitas menunggu waktu magrib menjelang berbuka puasa. Secara etimologis, istilah ini berakar dari ungkapan ngalantung ngadagoan burit, menunggu waktu sore.

Di kota-kota seperti Bandung dan Tasikmalaya, ngabuburit bukan lagi sekadar kegiatan santai. Ia telah menjelma menjadi fenomena sosial-ekonomi. Taman kota, alun-alun, hingga pusat kuliner dadakan ramai oleh pedagang takjil. Dalam perspektif ekonomi musiman, ngabuburit menciptakan temporary market, yakni pasar temporer dengan permintaan tinggi dalam rentang waktu sangat spesifik, yakni satu hingga dua jam sebelum magrib.

Secara budaya, ngabuburit adalah bentuk adaptasi masyarakat terhadap jeda waktu puasa. Secara ekonomi, ia menjadi momentum sirkulasi uang harian yang signifikan.

2. Ngabeubeurang

Jika ngabuburit identik dengan sore, maka ngabeubeurang berkaitan dengan siang hari. Berasal dari kata beurang (siang), istilah ini merujuk pada aktivitas mengisi waktu sejak pagi hingga menjelang sore selama berpuasa.

Ngabeubeurang sering dikaitkan dengan kegiatan produktif ringan: membaca, bekerja, belajar, atau sekadar berbincang. Dalam kultur Sunda, istilah ini mencerminkan kesadaran akan ritme waktu, bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang mengelola energi sepanjang hari.

Dari sudut pandang sosial, ngabeubeurang memperlihatkan bagaimana masyarakat membangun strategi adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi dan aktivitas. Produktivitas siang hari selama Ramadan cenderung menurun di beberapa sektor, namun sektor informal (terutama persiapan kuliner) justru mulai bergerak sejak siang.

3. Lilikuran

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, masyarakat Sunda mengenal istilah lilikuran. Kata ini merujuk pada fase akhir bulan puasa yang identik dengan peningkatan ibadah dan persiapan Lebaran.

Secara kultural, lilikuran adalah masa transisi. Spiritualitas meningkat, tetapi aktivitas ekonomi juga memuncak. Pasar pakaian, kebutuhan rumah tangga, hingga jasa transportasi mengalami lonjakan permintaan. Dalam logika ekonomi, ini adalah fase peak season.

Menariknya, lilikuran bukan sekadar hitungan kalender. Ia adalah penanda psikologis bahwa Ramadan akan segera berakhir. Ada campuran rasa haru, semangat, sekaligus sibuk. Bahasa menangkap nuansa itu dalam satu kata.

4. Munggahan

Beberapa hari sebelum Ramadan, masyarakat Sunda mengenal tradisi munggahan. Berasal dari kata munggah (naik), istilah ini mengandung makna simbolik: menaikkan derajat spiritual sebelum memasuki bulan suci.

Praktiknya beragam. Ada yang berkumpul bersama keluarga besar, melakukan botram (makan bersama), hingga saling bermaafan. Di sejumlah daerah Jawa Barat, munggahan bahkan menjadi agenda komunal yang melibatkan warga satu kampung.

Secara sosial-ekonomi, munggahan memperkuat modal sosial. Pertemuan keluarga menciptakan solidaritas, sementara konsumsi bersama mendorong perputaran ekonomi lokal, dari pedagang bahan pangan hingga katering rumahan. Tradisi ini menunjukkan bahwa solidaritas budaya sering kali berjalan beriringan dengan dinamika ekonomi.

5. Papajar

Papajar, atau mapag pajar, berarti menjemput fajar. Tradisi ini dilakukan menjelang Ramadan sebagai simbol kesiapan menyambut waktu puasa. Di beberapa wilayah, papajar diisi dengan makan bersama atau doa kolektif sebelum memasuki bulan suci.

Jika munggahan lebih bernuansa kekeluargaan, papajar memiliki dimensi simbolik yang kuat: menyongsong terang setelah gelap. Ia menandai ambang waktu, dari keseharian biasa menuju disiplin spiritual Ramadan.

Dalam perspektif kebudayaan, papajar adalah ritual peralihan (rite of passage). Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar perubahan tanggal, tetapi perubahan suasana batin dan tata hidup.

Baca Juga: Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Kelima istilah ini memperlihatkan bagaimana bahasa Sunda menjadi arsip musiman Ramadan. Ia merekam ritme waktu (ngabeubeurang, ngabuburit), fase spiritual (lilikuran), serta tradisi kolektif (munggahan, papajar). (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)