Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

2 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)

Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum sosial. Dahulu, sebelum kata “bukber” dan “promo Ramadan” mendominasi ruang publik, ada sejumlah istilah lokal yang menjadi penanda kuat bahwa bulan suci segera datang.

Kini, sebagian di antaranya mulai meredup—tersisih oleh urbanisasi, migrasi, dan perubahan gaya hidup.

Jadi mari mengenal lagi, lima kata yang sering terdengar untuk menyambut datangnya Ramadan.

1. Munggahan

Dalam tradisi Sunda, munggahan adalah momen menyambut Ramadan yang dilakukan menjelang akhir bulan Sya’ban. Biasanya diisi dengan makan bersama keluarga, ziarah kubur, dan saling memaafkan.

Kata ini berakar dari bahasa Sunda yang berarti “naik”—secara simbolik, naik menuju derajat spiritual yang lebih baik. Dahulu, munggahan adalah ritual sosial yang memperkuat kohesi komunitas. Kini, di luar wilayah Sunda, istilah ini semakin jarang disebut, tergantikan oleh istilah yang lebih generik seperti “syukuran sebelum puasa.”

Secara sosial-ekonomi, ini menunjukkan pergeseran dari komunitas berbasis kekerabatan ke masyarakat urban yang lebih individual dan cair.

2. Padusan

Di Jawa, terutama wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, ada tradisi padusan—mandi besar sebelum Ramadan sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin.

Kata ini berasal dari bahasa Jawa, dari akar kata “adus” yang berarti mandi. Dulu, padusan dilakukan di sumber air alami seperti sendang atau sungai. Kini, praktiknya lebih simbolik, bahkan kadang hilang sama sekali di kota-kota besar.

Perubahan ini tidak hanya soal bahasa yang memudar, tetapi juga tentang perubahan relasi manusia dengan ruang alam dan ruang komunal.

Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)

3. Megengan

Di Surabaya dan sejumlah daerah Jawa Timur, ada tradisi megengan. Biasanya dilakukan dengan membagikan kue apem atau mengadakan selamatan sebagai tanda perpisahan dengan bulan Sya’ban.

Kata “megengan” diyakini berasal dari bahasa Jawa “megeng” yang berarti menahan—sebuah pengingat bahwa puasa adalah latihan pengendalian diri.

Seiring waktu, istilah ini makin jarang terdengar di ruang publik modern. Ia bertahan di kampung-kampung, tapi kalah populer dibanding istilah nasional yang lebih ringkas dan mudah dipasarkan.

4. Meugang

Di Aceh, meugang adalah tradisi membeli dan memasak daging bersama keluarga menjelang Ramadan (dan juga menjelang Idulfitri serta Iduladha). Tradisi ini begitu kuat dalam budaya Aceh hingga harga daging bisa melonjak signifikan setiap meugang tiba.

Di sini terlihat jelas bahwa satu kata bisa menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Pasar menjadi ramai, distribusi daging meningkat, dan solidaritas sosial diperkuat lewat makan bersama.

Namun di luar Aceh, istilah ini nyaris tak dikenal. Ia hidup kuat secara lokal, tapi kurang terarsipkan dalam narasi nasional.

Baca Juga: Ramadan Tanpa Petasan, Bermain Lodong dan Belesong pun Jadi

5. Balimau

Di wilayah Melayu—seperti Riau dan Sumatra Barat—dikenal tradisi balimau atau belimau, yaitu mandi menggunakan air campuran limau sebagai simbol pembersihan diri sebelum Ramadan.

Tradisi ini sarat makna simbolik dan spiritual. Namun dalam perkembangan modern, ia sering disalahpahami atau bahkan ditinggalkan.

Kata belimau sendiri kini jarang muncul dalam percakapan sehari-hari, kecuali dalam konteks budaya atau pariwisata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)