Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Momentum Ramadan sebagai Pembentukan Mentalitas Produktif

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Senin 09 Feb 2026, 11:49 WIB
Ilustrasi mentalitas produktif industri kue kering saat bulan Ramadan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ilustrasi mentalitas produktif industri kue kering saat bulan Ramadan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Datangnya bulan suci Ramadan mesti bisa mengubah pola pikir kita yang selama ini cenderung kepada hal-hal yang konsumtif menjadi pembentukan mentalitas produktif. Jangan lagi mendustasi diri dengan menyusuri hari di bulan Ramadan dengan sikap bermalas-malasan dan lebih banyak santai.

Setiap manusia perlu terus menggembleng mentalitas produktif pada dirinya. Secara sederhana mentalitas produktif adalah pola pikir yang menyelaraskan pikiran dan tindakan menuju perilaku yang efisiensi, fokus, dan pencapaian tujuan secara konsisten. Mentalitas Ini bukanlah sekadar bekerja keras tanpa henti, melainkan bekerja lebih cerdas dengan prioritas yang jelas.

Mentalitas produktif ditandai dengan adanya manajemen waktu dan prioritas yang kuat. Ada tasawuf dalam Islam yang sangat mengajarkan produktivitas dan etos kerja yang tinggi. Ini dikenal dengan istilah Tasawuf Positif, Neo-Sufisme, atau pendekatan tasawuf moderat yang seimbang antara kehidupan spiritual dan duniawi.

Dalam ajaran Islam terkait dengan produktivitas bisa dipelajari dalam tasawuf produktif. Berikut adalah poin-poin penting dalam konteks tasawuf produktif:

-          Tasawuf produktif menegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kepasifan (passivity) atau menarik diri dari dunia (uzlah) yang ekstrem. Sebaliknya, tasawuf ini mendorong pengikutnya untuk aktif bekerja dan berkontribusi.

-          Filosofi bekerja keras mencari uang yang halal dengan jalan berbisnis dipandang sebagai bentuk jihad untuk memakmurkan dunia.

-          Filosofi Zuhud yang sejati. Zuhud dalam tasawuf produktif bukanlah miskin atau tidak memiliki harta, melainkan hatinya tidak terikat pada harta (tidak diperbudak dunia), meskipun tangannya memiliki kekayaan.

-          Tasawuf mengajarkan manajemen waktu yang efisien (barakah) agar produktif, yakni memanfaatkan waktu untuk aktivitas bermakna dan menghindari kesia-siaan.

Ayo Genjot Produktivitas

Bulan Ramadan merupakan momentum untuk menggenjot produktivitas. Baik produktivitas nasional, daerah hingga produktivitas pribadi. Setiap tahun kita optimis bahwa ibadah bulan suci Ramadan dan perhelatan akbar mudik lebaran merupakan penggerak ekonomi kerakyatan.

Tak bisa dipungkiri lagi, selama ini Ramadan adalah pasar modal dan pasar tenaga kerja yang luar biasa. Pasar modal itu mengalir deras dari berbagai penjuru, dari kota ke desa, dari desa ke kota, dari mancanegara dalam bentuk remitansi atau kiriman uang dari para pekerja migran di luar negeri yang jumlahnya bisa mengalahkan keuntungan BUMN.

Meskipun Ramadan hanya sebulan, namun bisa memperluas lapangan kerja terutama sektor transportasi, logistik, pariwisata,dan ekonomi kreatif. Alangkah luar biasa kumandang dan gairah Ramadan dan perhelatan akbar selalu ditandai dengan detak ekonomi yang kencang, kegiatan amal yang mengalir deras serta perpindahan ratusan juta massa dan ratusan triliun rupiah.

Saatnya mentransformasikan nilai bulan Ramadan menjadi generator produktivitas yang hebat. Tingkat produktivitas bangsa yang hingga kini masih belum menggembirakan adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Keniscayaan, kaum Muslimin di negeri ini harus terus mengkaji berbagai ajaran keagamaan yang bisa menimbulkan qiroah atau greget untuk memacu usaha dan produktivitas.

Di pasar-pasar tradisional, bengkel rumahan, studio kreatif, hingga warung kopi pinggir jalan, denyut UMKM Jawa Barat terasa nyata. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Di pasar-pasar tradisional, bengkel rumahan, studio kreatif, hingga warung kopi pinggir jalan, denyut UMKM Jawa Barat terasa nyata. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ayo Bentuk Mentalitas Kerja Keras

 Kemajuan bangsa hanya bisa terwujud dengan mentalitas kerja keras dan terus menerus  berpikir cerdas. Kita prihatin melihat kajian Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan Indeks Kualitas Pekerjaan (IKP) masih belum menggembirakan alias masih rendah.

IKP Indonesia kondisinya tidak sama. Ada ketimpangan capaian IKP. Indeks tertinggi diraih Jakarta. Sebagai informasi, dimensi kualitas pekerjaan menggambarkan pekerjaan yang layak. Salah satu pendekatannya dilihat dari sisi penggunaan waktu bekerja dengan kondisi jam kerja yang tidak berlebih.

Ibadah puasa dan peristiwa mudik nasional sebetulnya merupakan eksponen-eksponen kecil dari sebuah kolektivitas. Dari kolektivitas kampung, desa, kota, pulau, provinsi hingga menjadi sebuah kolektivitas kebangsaan. Semua bergerak menuju fitrah yang sama, yakni harkat kemanusiaan dan keadilan sosial. Dalam predikat sosial yang sangat beragam, dari kaum buruh, pedagang, aparatur negara, guru, hingga  pejabat pemerintah, semuanya ingin maju dan hidup mulia.

 Rasa kolektivitas kebangsaan bisa menghasilkan sinergi yang hebat jika terkait dengan daya saing dan produktivitas.  Nilai-nilai Ramadan, Idul Fitri dan mudik lebaran dalam aspek kebudayaan bisa memperteguh kebudayaan nasional.  Apalagi strategi kebudayaan menjadi kunci dalam program pembangunan. Istilah kebudayaan berasal dari bahasa Latin culture atau colere yang berarti mengolah atau merekayasa. Kebudayaan tidak  sekedar seni tradisi. Lebih dari itu, kebudayaan bisa menggenjot produktivitas dan memajukan korporasi dan ketatanegaraan. Serta membentuk sikap positif masyarakat yang selalu berusaha untuk maju atau sikap need of achievement.

Ayo Memperluas Lapangan Kerja

Keniscayaan, mentalitas produktif bisa memperluas lapangan kerja. Hal itu sebagai solusi untuk mengatasi krisis lapangan kerja yang layak mengingat pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia cukup tinggi. Menghadapi persaingan global tak ada kata lain yang lebih penting, selain memperbaiki secara totalitas produktivitas dan nilai tambah lokal dengan kemandirian dan model bisnis ekonomi kerakyatan.

Untuk kedepan, alokasi anggaran untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tepat sasaran dan menekankan peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia. Menurut Institute for Development and Economic Finance (Indef), peran SDM sangat penting bagi perekonomian sebuah negara dan salah satu input penting bagi pembangunan industri yang berdaya saing.

Hingga kini institusi pendidikan/pelatihan belum mampu menjawab tantangan meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja. Selain itu, gap antara kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja masih lebar, sehingga terjadi mismatch antara institusi pendidikan dan dunia kerja. Kemudian, di era baru ekonomi yang warnai disrupsi teknologi mengubah karakteristik permintaan tenaga kerja.

Baca Juga: Romantisme Mendengarkan Radio 'Sempal Guyon Parahyangan'

Dari sisi produktivitas jika diukur dengan GDP per worker employed, Indonesia masih relatif tertinggal dari negara tetangga. Jika melihat mayoritas tenaga kerja Indonesia saat ini, hampir 60 persen tepatnya 58,78 persen pekerja di Indonesia masih tamatan pendidikan rendah yaitu, SMP ke bawah. Mereka memiliki keterbatasan skill, sehingga akan sulit untuk meningkatkan produktivitas dan bersaing.

Sementara itu, industrialisasi dan digitalisasi tentunya memerlukan tingkat keahlian dan produktivitas yang lebih baik. Jika industrialisasi tidak disokong dengan kualitas SDM yang memadai maka proses transformasi struktural bisa gagal. Hakikat produktivitas ketenagakerjaan adalah tingkat kemampuan pekerja menghasilkan produk dan jasa. Berbagai faktor mempengaruhi produktivitas tenaga kerja, termasuk juga faktor kesejahteraan sosial pekerja. Serikat pekerja atau serikat buruh merupakan kunci produktivitas, untuk itu diharapkan berperan mengikuti perkembangan global reverse innovation. Karena kegiatan inovasi dunia itu menyangkut penemuan proses produksi baru yang bisa menggenjot produktivitas sekaligus berpotensi memperluas lapangan kerja karena berbasis inovasi dan teknologi tepat guna.

Semoga kolektivitas kebangsaan yang tergambar oleh semarak Ramadan tahun ini bisa menghasilkan sinergi yang hebat dan bisa mendongkrak daya saing dan produktivitas.  (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)