Bahasa Iklan Ramadan: Antara Religiusitas dan Strategi Komersial

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Jumat 06 Feb 2026, 18:05 WIB
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)

Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)

AYOBANDUNG.ID Setiap bulan Ramadan, lanskap iklan di Indonesia berubah drastis. Warna hijau dan emas mendominasi visual, musik religi terdengar di mana-mana, dan yang paling mencolok: pilihan kata yang nyaris seragam. Kata seperti berkah, pahala, halal, dan berbagi menjadi langganan hampir semua brand, dari produk makanan hingga layanan keuangan.

Fenomena ini menarik jika dilihat dari sudut kebahasaan. Mengapa kata-kata tertentu terus dipakai? Apakah semata-mata karena maknanya religius, atau ada strategi ekonomi bahasa di baliknya?

Dalam dunia pemasaran, Ramadan adalah musim puncak. Daya beli meningkat, atensi publik tinggi, dan suasana emosional audiens cenderung lebih reseptif. Brand tidak hanya menjual produk, tetapi juga nilai dan perasaan.

Bahasa menjadi alat utama untuk membangun kedekatan emosional itu. Pilihan diksi yang religius dipakai untuk menciptakan kesan sejalan dengan nilai spiritual masyarakat. Di sinilah bahasa berperan ganda: sebagai alat komunikasi sekaligus strategi komersial.

1. “Berkah”: Kata Paling Laris di Musim Iklan

Kata berkah hampir selalu muncul dalam iklan Ramadan. Dalam KBBI, berkah diartikan sebagai “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan”. Maknanya positif, religius, dan fleksibel.

Dari sudut pemasaran, berkah adalah kata yang aman dan menjual. Ia tidak mengikat pada ritual tertentu, tetapi tetap membawa nuansa spiritual. Produk diskon bisa disebut “berkah Ramadan”, promo cashback pun bisa dibingkai sebagai “berkah untuk pelanggan”.

Dalam Tesaurus KBBI, kata berkah memiliki padanan seperti karunia dan anugerah. Namun, brand cenderung memilih kata berkah karena sudah sangat familiar dan langsung dipahami lintas segmen.

2. “Pahala”: Menjual Nilai Moral

Berbeda dengan berkah, kata pahala memiliki makna yang lebih spesifik. Dalam KBBI, pahala adalah “ganjaran dari Tuhan atas perbuatan baik”. Artinya, kata ini berkaitan langsung dengan dimensi moral dan keagamaan.

Dalam iklan, pahala sering dipakai untuk mengasosiasikan konsumsi dengan kebaikan. Contohnya, “Setiap pembelian Anda menjadi pahala” atau “Belanja sambil menabung pahala”.

Secara kebahasaan, penggunaan ini merupakan perluasan makna. Produk tidak benar-benar memberi pahala, tetapi brand memanfaatkan asosiasi moral yang melekat pada kata tersebut. Dalam tesaurus, pahala bisa dipadankan dengan ganjaran atau balasan kebaikan, tetapi dalam iklan, kata pahala dianggap lebih kuat secara emosional.

3. “Halal”: Dari Konsep Hukum ke Identitas Brand

Kata halal mengalami perubahan fungsi yang signifikan dalam bahasa iklan. Dalam KBBI, halal berarti “diizinkan menurut hukum Islam”. Awalnya, kata ini bersifat normatif dan hukum.

Namun, dalam iklan Ramadan, halal sering dipakai sebagai penanda identitas dan kepercayaan. Label halal bukan hanya jaminan hukum, tetapi simbol kenyamanan, keamanan, dan kesesuaian dengan nilai mayoritas konsumen.

Karena itu, kata halal jarang diganti dengan padanan lain. Dalam tesaurus, padanan halal sangat terbatas karena maknanya memang spesifik. Ini menunjukkan bahwa tidak semua kata religius fleksibel untuk divariasikan secara diksi.

4. “Berbagi”: Kata Aman untuk Empati Kolektif

Kata berbagi menjadi jembatan antara kepentingan bisnis dan empati sosial. Dalam KBBI, berbagi berarti “membagi sesuatu bersama orang lain”. Maknanya netral dan inklusif.

Dalam iklan Ramadan, berbagi sering dikaitkan dengan program donasi, CSR, atau kampanye sosial. Brand menampilkan diri bukan hanya sebagai penjual, tetapi sebagai pihak yang peduli.

Tesaurus KBBI menawarkan padanan seperti menyalurkan, memberikan, atau menyumbangkan. Namun, berbagi tetap menjadi pilihan utama karena terasa paling hangat dan tidak kaku.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

Kenapa Brand Jarang Memakai Sinonim?

Jika tesaurus menyediakan banyak padanan, mengapa iklan Ramadan tetap memakai kata yang sama setiap tahun?

Jawabannya terletak pada efisiensi komunikasi. Dalam ekonomi bahasa, kata yang paling sering dipakai akan lebih cepat dipahami dan lebih murah secara kognitif. Audiens tidak perlu berpikir lama untuk menangkap pesan.

Brand cenderung menghindari diksi yang terlalu variatif karena berisiko menimbulkan ambiguitas. Dalam iklan berdurasi singkat, kejelasan lebih penting daripada kekayaan bahasa.

Meski efektif secara pemasaran, penggunaan kata religius dalam iklan juga memunculkan pertanyaan etis. Apakah penggunaan kata pahala atau berkah dalam konteks komersial berpotensi mengaburkan makna?

Secara kebahasaan, yang terjadi adalah pergeseran dan perluasan makna. Selama tidak menyesatkan secara eksplisit, praktik ini diterima secara sosial. Namun, literasi bahasa tetap penting agar publik mampu membedakan antara makna kamus dan makna iklan.

Dalam kasus ini, KBBI membantu publik memahami makna dasar kata-kata religius yang sering dipakai brand. Sementara Tesaurus membuka kemungkinan variasi diksi, terutama bagi penulis iklan yang ingin tampil berbeda tanpa kehilangan konteks.

Bagi brand, pemahaman ini bisa menjadi nilai tambah: iklan tetap persuasif, tetapi lebih sadar bahasa.

Baca Juga: 5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Bahasa iklan Ramadan berada di persimpangan antara religiusitas dan strategi komersial. Kata-kata seperti berkah, pahala, halal, dan berbagi dipilih bukan hanya karena maknanya, tetapi karena nilai emosional dan ekonominya.

Di tengah banjir pesan komersial, kesadaran kebahasaan menjadi penting, baik bagi pembuat iklan maupun konsumen. Karena bahasa yang laku di pasar seharusnya tetap berpijak pada makna, bukan sekadar simbol. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 21:11 WIB

Polemik Tambang Galian C, Gerus Perbukitan Bandung Setiap Tahun

Walhi mencatat 15–20 hektare perbukitan hilang tiap tahun di Kabupaten Bandung akibat tambang. Kawasan imbuhan air ikut tergerus.
Ilustrasi tambang galian c. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 06 Feb 2026, 19:52 WIB

Rahasia Pondok Pesantren di Ciwidey Menjadi Penyelamat Pasokan Pangan Jawa Barat Saat Beban Ekonomi Semakin Berat

Fokus pada sektor domestik, terutama ketahanan pangan, kini menjadi prioritas utama agar guncangan ekonomi dunia tidak langsung memukul daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Al-Ittifaq bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan telah bertransformasi menjadi "pusat saraf" distribusi pangan yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara profesional. (Sumber: instagram.com/alittifaq.coop)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 18:05 WIB

Bahasa Iklan Ramadan: Antara Religiusitas dan Strategi Komersial

Dalam dunia pemasaran, Ramadan adalah musim puncak.
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)
Bandung 06 Feb 2026, 17:14 WIB

Salon Jadi Galeri, Bentuk Eksperimen Estetika Baru di Bandung ala Grey Hair and Nail Artistry

Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Grey Hair and Nail Artistry hadir mendobrak sekat kaku antara ruang pameran dan ruang perawatan kecantikan, menciptakan sebuah harmoni visual yang belum pernah ada sebelumnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 15:06 WIB

Enak dan Asyik, Munggahan di Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar TKI

Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya.
Soal harga, Sop Kambing 999 Pak Kumis Pasar Segar Taman Kopo Indah ini bersaing dengan warung sop kambing lainnya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 06 Feb 2026, 14:51 WIB

AI Menjanjikan Kemudahan dan Kecepatan, Tapi Siapa yang Menanggung Risikonya?

Isu AI kerap hanya dijadikan alat untuk memperkuat pujian terhadap kecanggihan teknologi, tanpa membuka ruang kritik yang konstruktif.
Ilustrasi penggunaan mesin AI dalam pekerjaan. (Sumber: Berke Citak on Unsplash)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 14:21 WIB

Tasbih Digital sebagai Sarana Zikir di Tengah Perkembangan Teknologi

Tasbih digital menjadi bukti nyata bagaimana Islam mampu menyesusikan dirinya dengan setiap medan perkembangan zaman yang deras ini
Ilustrasi tasbih yang belum digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)
Ayo Jelajah 06 Feb 2026, 13:48 WIB

Jejak Tentara Bayaran Rusia dari Indonesia, Kisah Para Desertir di Bawah Komando Kremlin

Perang ribuan kilometer dari Indonesia tetap menarik warga Indonesia. Dua desertir ini memperlihatkan sisi gelap konflik global dan tekanan hidup personal.
Muhammad Rio (tengah), mantan polisi Indonesia yang menjadi tentara bayaran di Rusia berfoto bersama kesatuannya.
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 13:12 WIB

Hayu Opsih

Tradisi kampung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam.
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 11:35 WIB

Tanda-Tanda Ramadan dan Berkah di Bulan Suci

Berikut beberapa “rasa” yang saya alami yang menunjukkan semakin dekatnya Ramadan.
Alquran dan kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Ayo Netizen 06 Feb 2026, 08:16 WIB

Bila Munggahan di Bandung: Alhamdulillah Bisa Botram Khidmat di Kebon Binatang

Dalam tradisi Sunda, munggahan memang bukan sekadar makan bersama.
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Farisi)
Beranda 06 Feb 2026, 07:26 WIB

Kisah Alun-alun Cicendo yang Masih Ramai oleh Harapan tapi Minim Perhatian

Ruang publik ini berada di persimpangan antara tujuan awal sebagai ruang bersama warga dan realitas pengelolaan yang belum konsisten.
Anak-anak bermain di Alun-alun Cicendo yang kondisinya memprihatinkan karena tidak dirawat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 05 Feb 2026, 21:08 WIB

Jawa Barat Kerahkan Strategi Demi Amankan Stok Pangan dan Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Menghadapi siklus tahunan lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Jawa Barat mulai memperketat pengawasan di sektor riil guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 05 Feb 2026, 19:29 WIB

Grey Cube, Nafas Baru di Dago dan Ambisi Memperkuat Jantung Seni Rupa Bandung

Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer.
Kehadiran Grey Cube menandai babak baru dalam cara masyarakat khususnya Bandung mengapresiasi karya seni kontemporer. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Jelajah 05 Feb 2026, 18:20 WIB

Sejarah Peristiwa Cimareme 1919, Perlawanan Petani Garut yang Dipicu Krisis Pangan

Krisis pangan Hindia Belanda mengubah kebijakan wajib jual padi menjadi kekerasan. Cimareme 1919 mencatat bagaimana sawah berubah menjadi medan perang.
Wilayah Cimareme Garut tempo dulu (repro dari buku Haji Hasan Arif Riwayat Hidup dan Perjuangannya) (Sumber: NU Online)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 17:25 WIB

10 Netizen Terpilih Januari 2026: Resolusi untuk Bandung 2026

Sepuluh penulis terbaik yang berhasil menorehkan karya-karya berkualitas di kanal Ayo Netizen sepanjang Januari 2026.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: uji kanggo gumilang)
Bandung 05 Feb 2026, 17:04 WIB

AyoBandung Gelar Workhsop Pembuatan Konten Media Sosial untuk Umum, Pemula hingga Pelaku UMKM Merapat!

AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya
AyoBizz melalui kanal utama AyoBandung.id membuka pendaftaran workshop pembuatan konten media sosial berbasiskan artificial intelligence (AI) bagi pemula, pelaku UMKM, pegiat media sosial, dan lainnya.
Bandung 05 Feb 2026, 16:49 WIB

Surabi Mang Encu: Jajanan Jadul, Bertahan di Malam Kosambi yang Kian Sepi

Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat.
Surabi Mang Encu menciptakan momentum dagangnya sejak senja muncul, hingga hampir tengah malam waktu setempat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 15:45 WIB

Sawala Pemajuan Kebudayaan 12 Februari 2026: Mengembalikan Kebudayaan ke Warga, Menjaga Bandung dari Kehilangan Nurani

Sawala Pemajuan Kebudayaan Bandung 12 Februari 2026 penting dihadiri warga, karena di sanalah arah kebudayaan ditentukan.
Pendopo Kota Bandung (Sumber: Arsip Pribadi Penulis | Foto: Penulis)