Bahasa Iklan Ramadan: Antara Religiusitas dan Strategi Komersial

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)
Ilustrasi simbol-simbol Ramadan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Tarazevich)

AYOBANDUNG.ID – Setiap bulan Ramadan, lanskap iklan di Indonesia berubah drastis. Warna hijau dan emas mendominasi visual, musik religi terdengar di mana-mana, dan yang paling mencolok: pilihan kata yang nyaris seragam. Kata seperti berkah, pahala, halal, dan berbagi menjadi langganan hampir semua brand, dari produk makanan hingga layanan keuangan.

Fenomena ini menarik jika dilihat dari sudut kebahasaan. Mengapa kata-kata tertentu terus dipakai? Apakah semata-mata karena maknanya religius, atau ada strategi ekonomi bahasa di baliknya?

Dalam dunia pemasaran, Ramadan adalah musim puncak. Daya beli meningkat, atensi publik tinggi, dan suasana emosional audiens cenderung lebih reseptif. Brand tidak hanya menjual produk, tetapi juga nilai dan perasaan.

Bahasa menjadi alat utama untuk membangun kedekatan emosional itu. Pilihan diksi yang religius dipakai untuk menciptakan kesan sejalan dengan nilai spiritual masyarakat. Di sinilah bahasa berperan ganda: sebagai alat komunikasi sekaligus strategi komersial.

1. “Berkah”: Kata Paling Laris di Musim Iklan

Kata berkah hampir selalu muncul dalam iklan Ramadan. Dalam KBBI, berkah diartikan sebagai “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan”. Maknanya positif, religius, dan fleksibel.

Dari sudut pemasaran, berkah adalah kata yang aman dan menjual. Ia tidak mengikat pada ritual tertentu, tetapi tetap membawa nuansa spiritual. Produk diskon bisa disebut “berkah Ramadan”, promo cashback pun bisa dibingkai sebagai “berkah untuk pelanggan”.

Dalam Tesaurus KBBI, kata berkah memiliki padanan seperti karunia dan anugerah. Namun, brand cenderung memilih kata berkah karena sudah sangat familiar dan langsung dipahami lintas segmen.

2. “Pahala”: Menjual Nilai Moral

Berbeda dengan berkah, kata pahala memiliki makna yang lebih spesifik. Dalam KBBI, pahala adalah “ganjaran dari Tuhan atas perbuatan baik”. Artinya, kata ini berkaitan langsung dengan dimensi moral dan keagamaan.

Dalam iklan, pahala sering dipakai untuk mengasosiasikan konsumsi dengan kebaikan. Contohnya, “Setiap pembelian Anda menjadi pahala” atau “Belanja sambil menabung pahala”.

Secara kebahasaan, penggunaan ini merupakan perluasan makna. Produk tidak benar-benar memberi pahala, tetapi brand memanfaatkan asosiasi moral yang melekat pada kata tersebut. Dalam tesaurus, pahala bisa dipadankan dengan ganjaran atau balasan kebaikan, tetapi dalam iklan, kata pahala dianggap lebih kuat secara emosional.

3. “Halal”: Dari Konsep Hukum ke Identitas Brand

Kata halal mengalami perubahan fungsi yang signifikan dalam bahasa iklan. Dalam KBBI, halal berarti “diizinkan menurut hukum Islam”. Awalnya, kata ini bersifat normatif dan hukum.

Namun, dalam iklan Ramadan, halal sering dipakai sebagai penanda identitas dan kepercayaan. Label halal bukan hanya jaminan hukum, tetapi simbol kenyamanan, keamanan, dan kesesuaian dengan nilai mayoritas konsumen.

Karena itu, kata halal jarang diganti dengan padanan lain. Dalam tesaurus, padanan halal sangat terbatas karena maknanya memang spesifik. Ini menunjukkan bahwa tidak semua kata religius fleksibel untuk divariasikan secara diksi.

4. “Berbagi”: Kata Aman untuk Empati Kolektif

Kata berbagi menjadi jembatan antara kepentingan bisnis dan empati sosial. Dalam KBBI, berbagi berarti “membagi sesuatu bersama orang lain”. Maknanya netral dan inklusif.

Dalam iklan Ramadan, berbagi sering dikaitkan dengan program donasi, CSR, atau kampanye sosial. Brand menampilkan diri bukan hanya sebagai penjual, tetapi sebagai pihak yang peduli.

Tesaurus KBBI menawarkan padanan seperti menyalurkan, memberikan, atau menyumbangkan. Namun, berbagi tetap menjadi pilihan utama karena terasa paling hangat dan tidak kaku.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

Kenapa Brand Jarang Memakai Sinonim?

Jika tesaurus menyediakan banyak padanan, mengapa iklan Ramadan tetap memakai kata yang sama setiap tahun?

Jawabannya terletak pada efisiensi komunikasi. Dalam ekonomi bahasa, kata yang paling sering dipakai akan lebih cepat dipahami dan lebih murah secara kognitif. Audiens tidak perlu berpikir lama untuk menangkap pesan.

Brand cenderung menghindari diksi yang terlalu variatif karena berisiko menimbulkan ambiguitas. Dalam iklan berdurasi singkat, kejelasan lebih penting daripada kekayaan bahasa.

Meski efektif secara pemasaran, penggunaan kata religius dalam iklan juga memunculkan pertanyaan etis. Apakah penggunaan kata pahala atau berkah dalam konteks komersial berpotensi mengaburkan makna?

Secara kebahasaan, yang terjadi adalah pergeseran dan perluasan makna. Selama tidak menyesatkan secara eksplisit, praktik ini diterima secara sosial. Namun, literasi bahasa tetap penting agar publik mampu membedakan antara makna kamus dan makna iklan.

Dalam kasus ini, KBBI membantu publik memahami makna dasar kata-kata religius yang sering dipakai brand. Sementara Tesaurus membuka kemungkinan variasi diksi, terutama bagi penulis iklan yang ingin tampil berbeda tanpa kehilangan konteks.

Bagi brand, pemahaman ini bisa menjadi nilai tambah: iklan tetap persuasif, tetapi lebih sadar bahasa.

Baca Juga: 5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Bahasa iklan Ramadan berada di persimpangan antara religiusitas dan strategi komersial. Kata-kata seperti berkah, pahala, halal, dan berbagi dipilih bukan hanya karena maknanya, tetapi karena nilai emosional dan ekonominya.

Di tengah banjir pesan komersial, kesadaran kebahasaan menjadi penting, baik bagi pembuat iklan maupun konsumen. Karena bahasa yang laku di pasar seharusnya tetap berpijak pada makna, bukan sekadar simbol. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)