Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bila Munggahan di Bandung: Alhamdulillah Bisa Botram Khidmat di Kebon Binatang

Sukron Abdilah
Ditulis oleh Sukron Abdilah diterbitkan Jumat 06 Feb 2026, 08:16 WIB
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Farisi)

Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Farisi)

Kebiasaan lokalitas wisdomic namanya. Di Bandung, munggahan tidak selalu berarti pengajian khusyuk di masjid dengan nasi berkat rapi berbungkus daun pisang. Kadang, munggahan justru hadir dalam bentuk yang lebih “liar”: botram di Kebon Binatang, duduk lesehan di bawah pohon besar, sambil mengawasi anak-anak berlarian mengejar bayangan sendiri—dan sesekali, monyet yang tampak lebih khusyuk menunggu makanan daripada kita menunggu Ramadan.

Hari itu, niat munggahan sudah dipasang sejak pagi. Bukan niat puasa, tapi niat berkumpul. Dalam tradisi Sunda, munggahan memang bukan sekadar makan bersama (botram) untuk menyambut datangnya bulan mulia, ramadan. Ia adalah ritual sosial: menyambung silaturahmi, saling memaafkan, dan menata batin sebelum masuk ke bulan yang katanya suci, tapi sering kali kita justru paling sibuk mengotorinya.

Alasan kami memilih Kebon Binatang di Bandung — karena tempat ini secara spiritual mungkin netral, tapi secara emosional sangat demokratis. Semua orang diterima: keluarga muda, orang tua, anak-anak, bahkan perasaan lelah yang belum sempat dibereskan. Sesampainya di Kebon Binatang, Botram pun digelar.

Nasi liwet keluar dari rantang, ayam goreng muncul seperti tokoh utama, sambal dadakan Cibiuk Garut mengambil peran antagonis yang menggoda sekaligus menyiksa, dan lalapan menjadi penyeimbang moral.

“Moal kuat mun teu sangu heula,” celetuk seseorang, disambut anggukan penuh pembenaran.

Dalam botram, kejujuran diutamakan. Tidak ada pencitraan spiritual. Lapar diakui, kenyang disyukuri.

Di sinilah makna munggahan ala lokalitas wargi Sunda terasa menghidupi putaran zaman. Dalam bahasa Sunda, unggah berarti naik. Tetapi munggahan bukan sekadar naik ke bulan Ramadan, melainkan usaha kecil untuk menaikkan kualitas diri—meski hanya setingkat lebih sabar saat anak menumpahkan es teh ke tembikar.

Humor pun muncul alami. Ada yang salah ambil sendok jadi pakai tutup rantang. Ada yang merasa paling niat munggahan tapi lupa bawa nasi. Ada pula anak kecil yang lebih tertarik memberi makan rusa daripada makan bekalnya sendiri. Semua itu ditertawakan, bukan disesali.

Dalam botram, kesempurnaan tidak penting. Yang penting kebersamaan.

Kebun Binatang Bandung menjadi salah satu destinasi favorit warga Bandung Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Kebun Binatang Bandung menjadi salah satu destinasi favorit warga Bandung Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Kebon binatang menjadi metafora yang tidak disengaja. Di satu sisi, ada kandang-kandang yang membatasi. Di sisi lain, ada manusia-manusia yang sedang belajar membebaskan diri—dari gengsi, dari amarah kecil, dari kebiasaan merasa paling benar.

Munggahan, dalam pengertian ini, adalah latihan merendah. Duduk sama rendah, makan dari lauk yang sama, dan tertawa pada kekacauan kecil yang biasanya kita anggap memalukan.

Orang Sunda punya cara halus dalam memaknai hidup. Tidak meledak-ledak, tidak terlalu dramatik. Munggahan dijalani dengan rasa someah, ramah, dan silih asah, silih asih, silih asuh. Bahkan sebelum Ramadan mengajarkan menahan lapar, munggahan sudah lebih dulu mengajarkan menahan ego.

Saat botram usai, tikar dilipat, sisa nasi dibagi, dan tangan saling bersalaman. Tidak ada khutbah panjang, tidak ada ceramah yang menggurui. Tapi entah mengapa, hati terasa lebih lapang. Mungkin karena munggahan bukan tentang apa yang dimakan, melainkan dengan siapa kita duduk.

Baca Juga: Kisah Alun-alun Cicendo yang Masih Ramai oleh Harapan tapi Minim Perhatian

Di Bandung Raya, munggahan di kebon binatang mungkin terdengar remeh. Tapi justru di sanalah maknanya: bahwa kesucian tidak selalu lahir dari tempat sunyi, melainkan dari niat yang sederhana dan kebersamaan yang jujur. Ramadan pun terasa lebih dekat—bukan sebagai beban, tapi sebagai undangan pulang ke diri sendiri.

Dan kalau di akhir acara ada monyet yang mencuri kerupuk, anggap saja itu pengingat: jangan terlalu serius menyambut kesucian. Kadang, iman juga butuh ditertawakan dengan penuh welas asih.

Dalam tradisi Sunda, tawa adalah cara halus merawat kebersamaan. Ulah bengkung ku aturan sorangan, jangan terlalu kaku oleh aturan sendiri—apalagi saat menyambut kesucian. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sukron Abdilah
Peneliti Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)