Kalau Nggak Macet Bukan Mudik Namanya, tapi Pulang Pergi!
Dulu, sekitar awal 2000-an, mudik itu bukan sekadar perjalanan pulang—itu semacam ujian iman versi jalan raya.
Tatkala THR bukan Lagi Tunjangan, tapi Tekanan Hari Raya
Secara resmi, singkatannya memang Tunjangan Hari Raya. Tapi bagi sebagian orang, THR sering berubah makna menjadi Tekanan Hari Raya.
Pasca Lebaran, Boleh Saja Kita Makan dan Minum Tanpa Menatap Jam Dinding!
Di bulan Ramadan, manusia tiba-tiba menjadi makhluk yang penuh refleksi—meski sebagian refleksi itu terjadi sambil menatap jam dinding lima menit sekali menunggu datangnya azan Magrib.
Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!
Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.
Ketika Iklan Sirup Jadi Penanda Ramadan Sudah Dekat
Bagi banyak orang Indonesia, itulah pertanda paling jujur bahwa Ramadan sudah dekat.
KBBI Bukan Hakim Agung, Meski Hadirnya Kerap Menghakimi para Penulis
Bagi sebagian penulis Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kitab suci.
Bila Munggahan di Bandung: Alhamdulillah Bisa Botram Khidmat di Kebon Binatang
Dalam tradisi Sunda, munggahan memang bukan sekadar makan bersama.
Banjir Dayeuhkolot, Antara Kolam dan Renang Gaya Bebas
Ya, inilah Bandung bagian selatan, tepatnya Dayeuhkolot, tempat di mana “banjir” bukan sekadar bencana, tapi sudah jadi kawan lama yang rutin datang tanpa undangan.
Tren 'Peutik Panen' Tani Kota Bandung Ti Buruan, dari Beton Jadi Cuan!
Buruan SAE terdengar seperti program serius pemerintah, tapi kalau kamu lihat langsung, suasananya malah kayak gabungan antara kebun, taman bermain, dan terapi stres alami.
Nasib Angkot di Bandung, Resolusi Angkutan Anti Macet yang Romantis Saat Kita Jadi Penumpang!
Angkot, alias angkutan kota, dulu bukan sekadar moda transportasi.
Tukang Parkir Minimarket di Bandung Profesi 'Ngeunaheun': Tinggal Tiup Peluit, Cuan Deh!
Dari luar, kerja tukang parkir memang terlihat “ngeunaheun” — istilah Sunda untuk sesuatu yang santai, nyaman, dan seolah tanpa tekanan. Tinggal tiup peluit, cuan deh!
Memori Penuh Cinta Karedok Leunca Bu Imas, Seuhahnya Bikin Nagih!
Saat itu, di antara tumpukan tugas Filsafat Islam, saya dan teman-teman selalu punya satu pelarian spiritual sekaligus biologis: makan karedok leunca di Warung nasi Bu Imas.
Tahun 2000-an, Palasari Destinasi 'Kencan Intelektual' Mahasiswa Bandung
Tahun 2002, Palasari bukan sekadar pasar buku. Ia adalah universitas paralel bagi mahasiswa UIN Bandung.
DAMRI Bukan Bus Sultan, tapi Padat Merayap seperti Cintaku Padamu
DAMRI, dengan tulisan gagahnya “Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia”, bukanlah kendaraan sultan.
Bandung, Kota Macet yang Gerimisnya Masih Romantis, Adeuy!
Selamat datang di Bandung, kota yang romantis, kreatif, dan tentu saja ... macetnya legendaris.
Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium
Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Wajit Cililin: Si Manis dari Bandung yang Semburatkan Rasa Rindu
Kalau kamu pernah main ke Bandung Barat, terutama ke daerah Cililin, pasti paham kenapa makanan ini disebut warisan manis yang tak lekang oleh waktu.
Tahu Cibuntu, Filosofi Identitas Bandung yang Mulai Memudar Warnanya
Secara etnografis, tahu Cibuntu menarik karena ia bukan sekadar produk ekonomi, melainkan hasil dari habitus—meminjam istilah Pierre Bourdieu—yang sudah terbentuk turun-temurun.
Kenangan yang Menggenang di Masjid Agung Alun-Alun Bandung
Ada yang bilang, Bandung itu kota yang kalau sudah pernah kamu tinggali, rasanya susah benar untuk benar-benar pergi.
Burayot, Camilan Legit Khas Priangan yang Tersimpan Rahasia Kuliner Sunda
Bagi orang Sunda, burayot bukan sekadar pengisi perut. Ia adalah bagian dari kehidupan sosial.