Terima Kasih Kawan! Jalan Masih Panjang

Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan Jumat 01 Mei 2026, 20:54 WIB
ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)

ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)

AYOBANDUNG.ID - Suatu kali di sela-sela acara pertemuan awak media, seorang penulis menghampiri saya. "Terima kasih, karena cerita akang menginspirasi saya," katanya pelan. Kalimat itu masih tertanam kuat di hati saya hingga saat ini.

Rupanya si penulis terinsipirasi dengan penjelasan soal berita berdampak dari cerita keseharian jurnalisme warga yang dituangkan dalam tulisan di ayobandung.id. Buat sebagian orang, mungkin ucapan tersebut receh atau malah tidak ada artinya. Tapi tidak buat saya. Ucapan penulis tersebut berbalik menjadi inspirasi buat kami di redaksi ayobandung.id. Berita bukan sekadar agar web terisi, tapi lebih dari itu ingin berdampak. Meski kecil dan hanya dirasakan segelintir pembaca saja.

Di lain kesempatan seorang country manager sebuah organisasi nirlaba asing mengatakan tujuan media lokal memang bukan untuk menjadi besar, tapi untuk menjadi relevan. Ini adalah sebuah peneguhan penting bagi kami yang baru merintis.

Selain soal dampak, ada beberapa hal penting yang mewarnai perjalanan satu tahun ayobandung.id. Oktober 2025, kami memberanikan diri untuk menggelar pertemuan dengan puluhan pemilik dan pengelola homeless media se-Bandung Raya. Ide acara yang semula hanya obrolan ngalor ngidul di ruang rapat, berhasil dilaksanakan dengan baik. Pertemuan ini membuka ruang kerja sama dan kolaborasi, sesuatu yang baru bagi kami.

Tak hanya berhenti disitu, kolaborasi ini tersebut justru melahirkan entitas baru yaitu Indonesia Social Media Network yang sekarang dikenal dengan sebutan ISMN.

Sukses di Bandung, ISMN merambah ke Semarang dan Yogyakarta di awal 2026. Juni mendatang, akan bergerak ke Surabaya. Dari para homeless media ini kami belajar soal bagaimana mengelola kedekatan historis dengan warga lokal.

ISMN Meetup Bandung pada Oktober 2025 yang dihadiri 50 pengelola dan pemilik homeless media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
ISMN Meetup Bandung pada Oktober 2025 yang dihadiri 50 pengelola dan pemilik homeless media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Tak cuma dengan pengelola homeless media, pertemuan kami dengan berbagai jenis komunitas pun semakin menyakinkan kami bahwa Kota Bandung memang gudangnya anak muda kreatif. Dengan aksinya masing-masing, komunitas ini ingin mengekspresikan bagaimana mereka peduli dan ingin merawat kota tercinta.

Hal penting lainnya adalah antusiasme dan kontribusi para penulis di kanal ayonetizen. Setiap bulannya ada sekitar 100-an artikel yang tayang di kanal tersebut. Dengan tema yang berganti setiap bulan, tapi masih dalam konteks lokal Kota Bandung, kami menemukan penulis-penulis yang berkarakter kuat. Penulis yang ingin bernostalgia dengan pengalaman masa lalu, memberikan kritik sosial dengan daya analisa yang kuat, menuangkan kepakarannya, dan mereka yang baru merasakan Kota Bandung dengan kepolosannya.

Berkat kanal ayonetizen ini, kami juga bisa bekerja sama dengan lingkungan kampus. Tidak berkala memang, tapi ayobandung.id kerap berbagi pengalaman kepada para mahasiswa dan dosen tentang dunia keredaksian dan penulisan populer. Bahkan HUT pertama ayobandung.id ini tidak hanya disyukuri di lingkungan kantor saja, tapi juga dirayakan di sebuah kampus di Jatinangor, Sumedang.

Di keredaksian sendiri, kami sangat terbantu dengan kehadiran empat reporter magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Selama enam bulan sejak Desember 2025, mereka mengerjakan liputan untuk mendengarkan suara-suara yang jarang terdengar. Saya menyimak cerita mereka setelah pulang liputan. Salah satunya adalah kisah seorang perempuan tua pengelola sampah di lingkungannya yang bercerita sambil menangis. Perempuan itu mengatakan ia memberikan dirinya dengan sukarela, namun mendapat perlakuan tak wajar dari warganya sendiri. Dia merasa terhina dan kemudian menangis.

Bagi reporter magang ini juga adalah hal baru. Biasanya mereka mewawancarai narasumber dengan sendau gurau atau malah serius. Tapi kali ini dia melihat narasumber yang menitikan air mata. Bukan pengalaman yang wah bagi jurnalis yang sudah makan garam. Tapi saya yakin pengalaman ini akan membekas bagi reporter pemula. Bekal penting di masa depannya.

Di tengah industri pers yang sedang ngos-ngosan, saya juga mengucap syukur karena bisa bertemu dan berdiskusi dengan para kolega yang punya pengalaman lebih luas dalam mengelola bisnis media. Pertemuan ini memang tidak serta merta melahirkan model bisnis jitu yang bisa segera diaplikasikan oleh media yang saat ini sedang survival mode. Tapi lebih penting dari itu, kami bisa berjejaring dengan sesama media lokal dan membuka ruang yang sangat luas untuk berkolaborasi. Harapannya tidak muluk-muluk, bisa bertahan tahun demi tahun sudah menjadi anugerah yang luar biasa.

Pada akhirnya, kami ingin memberikan apresiasi sebesar-besarnya untuk semua pihak yang sudah berjalan bersama selama satu terakhir bersama ayobandung.id. Masih banyak hal yang belum dikerjakan, tapi di momen spesial ini atas nama ayobandung.id kami ingin mengucapkan terima kasih kawan! jalan masih panjang.

Tag Terkait

News Update

Beranda 01 Mei 2026, 20:54

Terima Kasih Kawan! Jalan Masih Panjang

Hari ini 1 Mei 2026, ayobandung.id tepat berusia satu tahun. Ini adalah catatan reflektif.

ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 20:01

Potret Buruh Perempuan di Bandung: Independent Woman atau Tuntutan Kapitalisme?

Independent women acap kali lahir dari kesadaran seorang perempuan untuk berdikari sebagai manusia. Tapi apakah buruh perempuan juga lahir dari itu atau menjelma dari sistem kapitalis?

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 01 Mei 2026, 18:04

Jangan Anggap Sepele, Kelalaian Kecil di Rumah Bisa Picu Kebakaran Besar

Kelalaian kecil di rumah seperti listrik dan gas bisa memicu kebakaran besar. Simak langkah sederhana untuk mencegah dan melindungi diri serta keluarga dari risiko kebakaran.

Petugas Damkar Kota Bandung melakukan pendinginan usai kebakaran kios barang bekas di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (26/3/2026) dini hari yang menghanguskan belasan bangunan tanpa korban jiwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 01 Mei 2026, 15:40

Jelajah Taman Cimanuk, Ruang Publik Bersejarah di Pusat Indramayu

Jelajahi Taman Cimanuk Indramayu dengan panduan lengkap mencakup sejarah pelabuhan, fasilitas taman, serta aktivitas santai di ruang publik kota.

Taman Cimanuk, Indramayu.
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 14:58

Di Kampung Beledug, Pernah Terdengar Ledakan dari Dalam Bumi

Dalam bahasa Sunda (RA Danadibrata, 2015), lema beledug dapat berarti suara guludug atau petir di langit, atau suara letusan di kejauhan.

Peta daerah Cintapada dan Maja tahun 1914-1916. (Sumber: Peta koleksi KITLV)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 12:40

Membaca May Day, sebagai Proses Komunikasi

Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 dimaknai sebagai arena komunikasi publik, tempat buruh merebut ruang sosial, membentuk agenda, dan menegosiasikan kuasa di era digital.

Sejumlah buruh perempuan melakukan aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 01 Mei 2026, 10:40

Refleksi Awal Bulan Mei: Belajar dari Perilaku Binatang

Mungkinkah kita belajar dari perilaku binatang?

Boli dan Cimol berbagi tempat dan pengasuhan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kurniawan Abuwijdan)
Beranda 01 Mei 2026, 04:20

Potret Kehidupan Warga Usia Senja di Kecamatan dengan Jumlah Lansia Terbanyak di Kota Bandung

Potret keseharian warga lanjut usia di kecamatan dengan jumlah lansia terbanyak di Kota Bandung, menghadapi tantangan kesehatan, ekonomi, dan kesepian di tengah perubahan kota.

Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 20:12

Tema Ayo Netizen Mei 2026: Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Hidup di Bandung

Mei bukan sekadar bulan kelima dalam kalender. Di Bandung, Mei adalah bulan yang sesak.

Keluarga korban longsor Cisarua menangis usai mendengar informasi salah satu keluarganya ditemukan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Mayantara 30 Apr 2026, 18:41

Kehidupan Sehari-hari sebagai ‘Arsip’

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari.

Internet tidak hanya membangun hubungan kolaboratif antar-pengguna secara individual, tetapi juga “merekam” serangkaian tindakan online kita setiap hari. (Sumber: Pexels | Foto: Şevval Pirinççi)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 18:00

Panduan Wisata Curug Citambur, Eksotisme Tersembunyi di Cianjur Selatan

Panduan wisata Curug Citambur, air terjun 130 meter di Cianjur Selatan, lengkap rute, tiket, dan tips berkunjung.

Curug Citambur. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 17:12

Menakar Geliat Inovasi di Lereng Subang: Tinjauan Kritis atas Transformasi Ekonomi Berbasis Kopi

Dalam konstelasi perdagangan global, kopi bukan sekadar komoditas penyegar, melainkan instrumen strategis yang menentukan posisi tawar sebuah negara.

Buku "Geliat Desa Membangun Inovasi Kopi Subang: Status Quo" (Sumber: BRIN)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 15:30

Jalan Nasional Rasa Jalan Lokal: Mengapa Macet dan Kecelakaan Terus Terjadi di Koridor Caringin–Cimahi?

Kemacetan dan kecelakaan bukan sekadar ulah pengguna, tetapi akibat kegagalan sistem: akses tak terkendali, hambatan samping tinggi, dan simpang tanpa pengaturan yang andal.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Beranda 30 Apr 2026, 14:59

Hadapi Kemarau Panjang dan Risiko Kebakaran, Diskar Kota Bandung Fokus Perkuat Sumber Air

Diskar PB Kota Bandung perkuat akses sumber air melalui pemetaan hidran dan kolam retensi guna pastikan penanganan kebakaran yang cepat dan efektif selama musim kemarau panjang.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 11:30

Panduan Lengkap Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Panduan praktis agar tidak lagi ragu saat menuliskan partikel-partikel bahasa.

Partikel dalam bahasa Indonesia. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Kuliner Soto Bongko Sumedang, Sarapan Ratusan Tahun yang Bertahan di Balik Bayang Tahu

Sarapan khas Sumedang ini menawarkan kuah santan gurih, lontong besar, dan tahu Sumedang dalam tradisi pagi yang bertahan sejak ratusan tahun.

Kuliner Soto Bongko Sumedang. (Sumber: Instagram @sajiansedap)
Wisata & Kuliner 30 Apr 2026, 11:17

Hikayat Opak, Camilan Tradisional yang Masih Bertahan Bahkan Menjadi Ciri Khas

Opak Sukamanah dibuat turun-temurun dengan resep rahasia. Pulen, gurih, dan jadi andalan oleh-oleh khas Bandung.

Opak di Kampun Sukamanah, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 30 Apr 2026, 09:27

Dari Bekasi untuk Evaluasi: Keselamatan KRL Bukan Soal Posisi Gerbong

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur menyoroti bahwa keselamatan KRL bukan soal posisi gerbong, melainkan tentang keandalan sistem perkeretaapian dalam mencegah kecelakaan dan melindungi seluruh penumpang.

Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Fikri RA)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)