Terima Kasih Kawan! Jalan Masih Panjang

3 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)
ayobandung.id mensyukuri perjalanan 1 tahun. (Sumber: Unsplash | Foto: Marcel Eberle)

AYOBANDUNG.ID - Suatu kali di sela-sela acara pertemuan awak media, seorang penulis menghampiri saya. "Terima kasih, karena cerita akang menginspirasi saya," katanya pelan. Kalimat itu masih tertanam kuat di hati saya hingga saat ini.

Rupanya si penulis terinsipirasi dengan penjelasan soal berita berdampak dari cerita keseharian jurnalisme warga yang dituangkan dalam tulisan di ayobandung.id. Buat sebagian orang, mungkin ucapan tersebut receh atau malah tidak ada artinya. Tapi tidak buat saya. Ucapan penulis tersebut berbalik menjadi inspirasi buat kami di redaksi ayobandung.id. Berita bukan sekadar agar web terisi, tapi lebih dari itu ingin berdampak. Meski kecil dan hanya dirasakan segelintir pembaca saja.

Di lain kesempatan seorang country manager sebuah organisasi nirlaba asing mengatakan tujuan media lokal memang bukan untuk menjadi besar, tapi untuk menjadi relevan. Ini adalah sebuah peneguhan penting bagi kami yang baru merintis.

Selain soal dampak, ada beberapa hal penting yang mewarnai perjalanan satu tahun ayobandung.id. Oktober 2025, kami memberanikan diri untuk menggelar pertemuan dengan puluhan pemilik dan pengelola homeless media se-Bandung Raya. Ide acara yang semula hanya obrolan ngalor ngidul di ruang rapat, berhasil dilaksanakan dengan baik. Pertemuan ini membuka ruang kerja sama dan kolaborasi, sesuatu yang baru bagi kami.

Tak hanya berhenti disitu, kolaborasi ini tersebut justru melahirkan entitas baru yaitu Indonesia Social Media Network yang sekarang dikenal dengan sebutan ISMN.

Sukses di Bandung, ISMN merambah ke Semarang dan Yogyakarta di awal 2026. Juni mendatang, akan bergerak ke Surabaya. Dari para homeless media ini kami belajar soal bagaimana mengelola kedekatan historis dengan warga lokal.

ISMN Meetup Bandung pada Oktober 2025 yang dihadiri 50 pengelola dan pemilik homeless media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
ISMN Meetup Bandung pada Oktober 2025 yang dihadiri 50 pengelola dan pemilik homeless media. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Tak cuma dengan pengelola homeless media, pertemuan kami dengan berbagai jenis komunitas pun semakin menyakinkan kami bahwa Kota Bandung memang gudangnya anak muda kreatif. Dengan aksinya masing-masing, komunitas ini ingin mengekspresikan bagaimana mereka peduli dan ingin merawat kota tercinta.

Hal penting lainnya adalah antusiasme dan kontribusi para penulis di kanal ayonetizen. Setiap bulannya ada sekitar 100-an artikel yang tayang di kanal tersebut. Dengan tema yang berganti setiap bulan, tapi masih dalam konteks lokal Kota Bandung, kami menemukan penulis-penulis yang berkarakter kuat. Penulis yang ingin bernostalgia dengan pengalaman masa lalu, memberikan kritik sosial dengan daya analisa yang kuat, menuangkan kepakarannya, dan mereka yang baru merasakan Kota Bandung dengan kepolosannya.

Berkat kanal ayonetizen ini, kami juga bisa bekerja sama dengan lingkungan kampus. Tidak berkala memang, tapi ayobandung.id kerap berbagi pengalaman kepada para mahasiswa dan dosen tentang dunia keredaksian dan penulisan populer. Bahkan HUT pertama ayobandung.id ini tidak hanya disyukuri di lingkungan kantor saja, tapi juga dirayakan di sebuah kampus di Jatinangor, Sumedang.

Di keredaksian sendiri, kami sangat terbantu dengan kehadiran empat reporter magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Selama enam bulan sejak Desember 2025, mereka mengerjakan liputan untuk mendengarkan suara-suara yang jarang terdengar. Saya menyimak cerita mereka setelah pulang liputan. Salah satunya adalah kisah seorang perempuan tua pengelola sampah di lingkungannya yang bercerita sambil menangis. Perempuan itu mengatakan ia memberikan dirinya dengan sukarela, namun mendapat perlakuan tak wajar dari warganya sendiri. Dia merasa terhina dan kemudian menangis.

Bagi reporter magang ini juga adalah hal baru. Biasanya mereka mewawancarai narasumber dengan sendau gurau atau malah serius. Tapi kali ini dia melihat narasumber yang menitikan air mata. Bukan pengalaman yang wah bagi jurnalis yang sudah makan garam. Tapi saya yakin pengalaman ini akan membekas bagi reporter pemula. Bekal penting di masa depannya.

Di tengah industri pers yang sedang ngos-ngosan, saya juga mengucap syukur karena bisa bertemu dan berdiskusi dengan para kolega yang punya pengalaman lebih luas dalam mengelola bisnis media. Pertemuan ini memang tidak serta merta melahirkan model bisnis jitu yang bisa segera diaplikasikan oleh media yang saat ini sedang survival mode. Tapi lebih penting dari itu, kami bisa berjejaring dengan sesama media lokal dan membuka ruang yang sangat luas untuk berkolaborasi. Harapannya tidak muluk-muluk, bisa bertahan tahun demi tahun sudah menjadi anugerah yang luar biasa.

Pada akhirnya, kami ingin memberikan apresiasi sebesar-besarnya untuk semua pihak yang sudah berjalan bersama selama satu terakhir bersama ayobandung.id. Masih banyak hal yang belum dikerjakan, tapi di momen spesial ini atas nama ayobandung.id kami ingin mengucapkan terima kasih kawan! jalan masih panjang.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)