Bulan Dedaunan

3 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)

Sebelum berganti nama, bulan Agustus disebut Mensis Sextilis dalam kalender Romawi Kuno. Dalam bahasa Latin, Sextilis berarti "keenam". Kalender Romawi awal hanya memiliki 10 bulan dan dimulai dari bulan Maret, sehingga Agustus berada di urutan keenam. Pada tahun 8 SM, nama bulan ini resmi diubah untuk menghormati Kaisar Augustus. Senat Romawi memilih bulan ini karena Augustus meraih banyak kemenangan militer besar pada bulan tersebut, termasuk penaklukan Mesir. Langkah ini mengikuti jejak pendahulunya, Julius Caesar, yang mengabadikan namanya pada bulan Juli.

Secara kebahasaan, gelar Augustus atau juga Agosto berasal dari kata Latin yang berarti "yang agung", "yang terhormat", atau "suci". Setelah reformasi kalender oleh Raja Numa Pompilius yang menambahkan bulan Januari dan Februari di awal tahun, posisi Agustus bergeser menjadi bulan kedelapan hingga saat ini. Sedangkan di Negeri Sakura bulan ini disebut 八月yang artinya "bulan kedelapan". Dalam bahasa Jepang klasik, namanya adalah 葉月yang artinya "bulan dedaunan". Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu.

Salah satu peristiwa besar di bulan agustus adalah saat PD II yaitu Sekutu yang merupakan gabungan negara dipimpin Amerika Serikat menghujamkan bom atom di kawasan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Tepat pada 6 dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Serangan udara tersebut menyebabkan kematian antara 150.000 hingga 246.000 orang, sebagian besar merupakan warga sipil.

Pengeboman ini merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata hingga saat ini. Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus, enam hari setelah pengeboman Nagasaki dan deklarasi perang oleh Uni Soviet terhadap Jepang disusul dengan invasi ke Manchuria. Penyerahan secara resmi dilakukan melalui penandatanganan instrumen penyerahan pada tanggal 2 September 1945, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II.

Butir-butir embun yang dijaring daun cemara gunung di lereng Gunung Rinjadi dari arah Aikberik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Butir-butir embun yang dijaring daun cemara gunung di lereng Gunung Rinjadi dari arah Aikberik. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Lewat berbagai kutipan ternyata dampak dari tragedi kemanusiaan ini terbagi ke dalam beberapa aspek utama korban jiwa seketika dan cedera parah kematian massal bom "Little Boy" di Hiroshima menewaskan sekitar 140.000 orang pada akhir tahun 1945, sementara bom "Fat Man" di Nagasaki menewaskan sekitar 74.000 orang.

Luka bakar ekstrem Suhu permukaan tanah saat ledakan mencapai 4.000°C hingga 7.000°C yang menghanguskan tubuh manusia seketika. Hujan hitam turunnya hujan radioaktif pekat setelah ledakan yang meracuni warga penyintas. Lumpuhnya medis di Hiroshima, 90% dokter dan perawat tewas seketika, menyisakan hanya 3 dari 45 rumah sakit yang bisa beroperasi untuk merawat korban luka.

Kerusakan fisik kota infrastruktur Rata, sekitar 70% bangunan di Hiroshima runtuh dan terbakar. Di Nagasaki, area seluas 6,7 kilometer persegi lumat menjadi abu. Radius kehancuran adalah gelombang kejut dan bola api meratakan seluruh struktur bangunan dalam radius hingga 5 mil persegi dari pusat ledakan. Dampak kesehatan jangka panjang. Penyakit radiasi kronis berupa paparan radiasi nuklir memicu lonjakan kasus kanker dan leukemia secara drastis selama bertahun-tahun. Kelainan genetik kerusakan sel akibat zat radioaktif memengaruhi keturunan para penyintas, termasuk cacat lahir fisik dan mental.

Trauma dan stigma para penyintas mengalami trauma psikologis mendalam serta diskriminasi sosial akibat ketakutan masyarakat terhadap efek radiasi. Sementara dampak politik dan global akhir Perang Dunia II Pengeboman ini memaksa Kaisar Hirohito menyatakan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Era senjata nuklir peristiwa kelam ini memicu perlombaan senjata global serta memulai era Perang Dingin antar-negara kekuatan besar. Simbol perdamaian dunia berupa sisa bangunan yang bertahan, seperti Kubah Perdamaian Hiroshima, kini dijadikan situs warisan dunia UNESCO untuk menyuarakan pemusnahan total senjata nuklir.

Di balik tragedi yang sangat memilukan tersebut di atas, ada secercah cahaya kilatan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia setelah tanggal 15 Agustus 1945. Menyerahnya Jepang kepada Sekutu setelah mengebom Hiroshima dan Nagasari, menjadi momentum emas bagi para Golongan muda untuk meminta kepada Golongan tua yang ikonik dengan Soekarno-Hatta, supaya segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Setelah perbedaaan pendapat antara kedua golongan itu, akhirnya mencapai kesepakatan bahwa kemerdekaan akan segera diwujudkan dan tepat tanggal 17 Agustus 1945 sekital Pukul 10.00 WIB, naskah Proklamasi dibacakan dengan demikian Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)