Semarak Pawai dan Lomba Agustusan 

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamis 14 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamis 14 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Rasanya tak afdol bila agustusan tidak dibarengi dengan pawai jampana, karnaval kemerdekaan dan lomba unik khas memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Betapa tidak, hampir seharian Aa Akil, anak kedua dari pagi sampai sore mengikuti pawai dan perlombaan di wilayah Cibiru Kota Bandung. 

"Bah, pokoknya seru banget Aa bisa ikut pawai dan banyak dapat juara, uang Rp.43.000 dari lomba agustusan!" ujar bocah kelas kelas lima saat membuka obrolan malam yang terasa lebih dingin untuk wilayah Bandung dan berbeda dengan hari-hari biasanya. BMKG menjelaskan dinginnya bisa mencapai 14 derajat celcius. Akibat dominasi angin monsun Australia. 

"Alhamdulillah Aa!" jawabku singkat. 

Siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamis 14 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamis 14 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Meriah! Pawai Karnaval Agustusan di Babakan Dangdeur

Pagi yang cerah itu, suasana Babakan Dangdeur, RT 01 RW 04 Pasir Biru, Cibiru, Kota Bandung, begitu semarak pada gelaran pawai karnaval peringatan Hari Kemerdekaan RI. Warga tumpah ruah, dari anak-anak, kaula muda, bapak-ibu, hingga orang tua, berbaur dalam iringan langkah penuh warna-warni.

Lantunan lagu khas kemerdekaan, teriakan hidup, merdeka, NKRI harga mati, umbul-umbul, kibaran bendera merah putih, pernak pernik hasil bumi menghias jampana. Semakin guyub, meneguhkan energi kebersamaan, semangat dan gotong royong. 

Pawai dimulai dari Lapang Voli HSP RT 02 RW 04. Dari sana, rombongan bergerak menuju Masjid Nurul Iman, melintasi gapura RW 04, lalu menuruni jalan ke arah Pemancingan Surya Mas. Arak-arakan terus berjalan melewati area Erabarala dekat rumah Pa Uju Pasir, kemudian berputar ke arah Jati sebelum akhirnya kembali lagi ke Lapang Voli HSP sebagai garis akhir.

Di tengah perjalanan, sempat ada momen unik. Speaker yang digunakan untuk mengiringi musik pawai harus singgah dulu di rumah Teteh Safa. Setelah itu, kembali diangkut menuju Erabarala untuk kembali memeriahkan suasana kemerdekaan.

Kemeriahan pawai semakin terasa berkat kreativitas warga. Masing-masing RT menampilkan kostum khas dengan ciri berbeda-beda.

RT 1 RW 4 tampil dengan busana tradisional Sunda: pangsi dan kebaya; RT 2 RW 4 hadir dengan kostum hasil kreasi dari barang bekas; RT 3 RW 4, RT 4 RW 4, dan RT 5 RW 4 kompak memakai busana merah putih; RT 6 RW 4 kembali menghidupkan suasana dengan kostum dari bahan daur ulang.

Alunan dog-dog yang mengiringi perjalanan membuat langkah peserta semakin bersemangat. Tawa, sorak sorai, dan sorakan penonton di pinggir jalan menambah kesan guyub dan hangatnya kebersamaan warga.

Ya, bukan sekadar pawai, karnaval ini menjadi wujud nyata semangat persatuan dan kreativitas masyarakat Babakan Dangdeur dalam merayakan kemerdekaan.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Asyik! Ikut Lomba Agustusan di Serambi Masjid Ar-Rahman 

Hari Ahad itu serambi Masjid Ar-Rahman, RT 01 RW 04, ramai oleh gelak tawa anak-anak dan sorak-sorai ibu-ibu, bapak-bapak. Setelah salat Dzuhur, warga langsung memulai berbagai lomba khas Agustusan, terutama bocah cilik, balita.

Ada lomba makan kerupuk, makan kue, memasukkan sedotan ke dalam botol, joget paling heboh, hingga joget pakai balon yang seru banget karena balonnya nggak boleh jatuh.

Aa Akil ikut meramaikan perlombaan khas Agustusan. Saking serunya. 

"Di lomba makan kerupuk, Aa berhasil meraih juara 3 dan dapat hadiah Rp5.000; Untuk lomba makan kue, Aa jadi juara 1 dengan hadiah Rp10.000; Pada lomba masukin sedotan ke botol, Aa juara 1 dan dapat hadiah Rinso; Di lomba joget balon, Aa dapat juara 3 dan hadiah Rp5.000 lagi."

Belum selesai di situ, ada momen saweran di serambi masjid yang ditunggu-tunggu anak-anak. "Dari situ aku berhasil mengumpulkan uang Rp43.000," sambil tersenyum dan mengucapkan syukur kepada Allah atas rizki dan nikmat kemerdekaan RI ke-80. 

Lomba berakhir menjelang salat Ashar. Meski lelah, suasananya seru banget. Rasanya, Agustusan tahun ini penuh kebahagiaan, kehangatan sekaligus keberuntungan! 

Siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamis 14 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamis 14 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Walhasil, agustusan bukan sekadar perayaan, tapi menjadi momen guyub penuh warna, ceria, asyik yang menguatkan semangat kemerdekaan, meneguhkan tradisi, kebudayaan di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. 

Pasalnya, kebudayaan merupakan salah satu fondasi karakter bangsa. Sebagai bangsa yang besar tidak akan melupakan tradisi, budaya sendiri.

Dengan demikian, kehadiran budaya suatu daerah harus menjadi pilar penyangga atas keberlangsungan dan keutuhan NKRI. Selamat Hari Kemerdekaan RI ke-80. Merdeka! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)