Merayakan Birthday Trip di Garut

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Pemandangan Kereta Commuter Line Garut (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pemandangan Kereta Commuter Line Garut (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Punya libur satu hari? Tapi kamu pengen banget merayakan birthday trip dengan cara yang berbeda? Sini aku kasih tau caranya.

Beberapa orang memilih merayakan hari lahir dengan berkumpul bersama teman atau keluarga tercinta. Tapi pernah ga kepikiran kalau kali ini kalian coba cara yang berbeda, salah satunya dengan jalan-jalan satu hari merayakan hari kelahiran atau biasa disebut dengan birthday trip.

Di hari tersebut kamu hanya perlu merayakan dan memikirkan dirimu sendiri. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam birthday trip, diantaranya staycation di hotel, berangkat jalan-jalan ke sebuah tempat/kota favoritmu, nonton film atau hunting buku yang sudah menjadi whishlist kamu.

Dengan birthday trip kamu memiliki banyak waktu untuk mengenal diri sendiri. Lebih paham apa yang kamu mau dalam hidup dan banyak waktu untuk mengevaluasi apa saja hal-hal yang perlu dicapai dan apa saja yang perlu diperbaiki.

Kali ini perjalanan dimulai dengan menggunakan Commuter Line Garut dengan jam keberangkatan 07.24 sampai 10.22. Perlu diketahui kalau jadwal kereta hanya ada dua keberangkatan dari bandung ataupun garut. Jadi yang punya waktu terbatas bisa memilih transportasi lain untuk pulang kembali ke bandung dengan bus, elf atau travel.

Lunch di Cinnamons Sips & Bites

Menu makanan Cafe Cinnamon (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Menu makanan Cafe Cinnamon (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Berhubung kereta berhenti pukul 10.22 di stasiun garut, cocok sekali untuk mencari makan siang. Cafe yang bernama Cinnamons Sips & Bites yang berlokasi di Jl. Ciledug No.186 Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut. Cafe yang buka dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam ini memiliki lokasi yang cukup mudah untuk ditemukan dan diakses oleh ojek online.

Terdiri dari dua lantai dengan dekorasi instagramable, cocok bagi anak muda yang butuh stock estetik untuk diposting di media sosial. Ruangan di lantai dua terasa lebih nyaman dan private.

Satu piring berisi nasi cumi sambal hijau dan telur ceplok tersaji dalam piring putih dengan tambahan sayur selada, potongan tomat dan timun. Nasinya pulen bercampur dengan sambal cumi yang gurih dan pedas, cocok untuk mengisi amunisi perjalanan selanjutnya.

Satu gelas lychee tea enak namun rasa manis sedikit mendominasi. Sementara untuk penutup ada Sweet Dessert Peach Melba , terdiri dari es krim, potongan buah peach, anggur, strawberry dan snack pocky. Sensasi manis, segar dan creamy jadi satu serta beragam tekstur yang tersedia menjadikan menu ini tidak bosan untuk dicoba.

Lapangan Golf Flamboyan Ngamplang Garut

Lapangan Golf Ngamplang Garut (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Lapangan Golf Ngamplang Garut (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Lapangan yang memiliki 9 hole dengan luas sekitar 27 hektar berada di lokasi dataran tinggi. Sehingga konstruksi tanah yang miring dan berbukit-bukit ini menjadi daya tarik tersendiri.

Menuju lapangan golf ini cukup bisa dijangkau dengan ojek online. Sebetulnya tidak ada tiket secara resmi, namun ada beberapa orang yang memberikan tarif dengan harga suka-suka. Tiap pengunjung ada yang membayar Rp20-30 ribu.

Meski lapangan ini digunakan untuk olahraga golf tapi pengunjung lain bisa menggunakan fasilitas tersebut untuk sekedar duduk, baca buku, membuat konten atau berkumpul makan bersama dengan keluarga.

Cipak Koceak Mdz

Cipak Koceak Mdz (Sumber: Instagram | Cipakkoceakmdz)
Cipak Koceak Mdz (Sumber: Instagram | Cipakkoceakmdz)

Kurang rasanya kalau berkunjung ke garut tapi tidak mencoba makanan viral pedas yang satu ini. Cipak Koceak Mdz sering kali didatangi oleh food vloger yang mencari konten mengenai kuliner.

Camilan bercita rasa pedas ini memang selalu menggugah selera. Cipak yang masih panas memiliki tekstur yang lembut bercampur dengan bumbu chili oil yang pedas dan gurih juga sedikit asam segar dari perasan jeruk limau. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)