Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Kamis 26 Feb 2026, 07:00 WIB
Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Seorang balita terbaring tenang di atas alat pengukur tinggi badan. Tangan kecilnya bergerak pelan, sementara seorang kader menahan kepalanya agar tetap sejajar dengan skala. Di ruangan sederhana itu, angka-angka pada papan ukur menjadi penanda tumbuh kembang anak-anak yang dipantau setiap bulan.

Di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, pemandangan seperti ini terjadi hampir setiap hari. Wilayah dengan populasi sekitar 26.000 jiwa ini merupakan daerah terpadat kedua di kecamatan tersebut. Tercatat ada 1.486 balita yang dipantau pertumbuhannya. Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

“Jika targetnya 53, maka harus capai 53. Kalau ada yang tidak datang, kami akan mengunjungi rumahnya,” kata Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapura, Agus Jami’ah, saat ditemui di kantornya.

Kelurahan Sukapura memiliki 15 RW dan 20 posyandu yang secara bergilir melaksanakan pemeriksaan dari Senin hingga Kamis. Setiap RW mendapat jadwal tetap untuk memastikan tidak ada balita yang terlewat dari penimbangan dan pengukuran. Bila ada yang absen, kader akan langsung mendatangi rumahnya.

Di RW 03, dari sekitar 100 balita yang terdata, 90 hingga 95 anak rutin hadir setiap bulan. Di wilayah ini tidak ada anak yang tergolong stunting. Namun, terdapat empat anak yang teridentifikasi berisiko atau berada di zona kuning pada Kartu Menuju Sehat (KMS).

“Kalau dibilang stunting, orang tua suka tersinggung. Jadi kami menyebutnya berisiko atau perlu dipantau, supaya orang tua tetap mau datang dan mau dibina,” kata Santi, Ketua Posyandu RW 03 Sukapura.

Bukan Hanya Masalah Tinggi Badan

Bagi para kader, stunting bukan semata persoalan tinggi badan. Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Rohaeti, menyebut faktor ekonomi dan rendahnya kesadaran kesehatan masih menjadi penyebab utama anak berisiko stunting.

Hal itu diamini Ketua Tim Pendamping Keluarga (TPK) RW 03, Piah. Ia menilai pola asuh dan kebiasaan dalam keluarga juga berperan besar.

“Kadang bukan karena tidak ada makanan. Tapi orang tuanya sibuk bekerja, anak makannya tidak teratur. Ada juga yang lebih memilih beli rokok daripada beli susu,” ujarnya.

Menurutnya, jarak kelahiran yang terlalu dekat juga menjadi faktor risiko. Kondisi fisik ibu yang belum pulih sepenuhnya dapat memengaruhi kualitas gizi anak berikutnya.

“Kalau jarak kelahirannya mepet, ibunya belum siap lagi secara fisik. Itu juga berpengaruh ke tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapura, Agus Jami’ah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapura, Agus Jami’ah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Tren Menurun, Tantangan Masih Ada

Data kelurahan menunjukkan tren penurunan jumlah anak berisiko stunting. Pada 2024 tercatat 83 anak, sedangkan pada 2025 turun menjadi 53 anak.

“Alhamdulillah ada penurunan. Kami berupaya seoptimal mungkin untuk mengurangi, meski untuk menghilangkan sepenuhnya mungkin tidak bisa,” ungkap Agus.

Intervensi dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) reguler, PMT harian selama enam bulan dari Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan susu bagi ibu hamil, serta program Dapur Sehat (Dashat) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantuan diberikan dalam bentuk bahan makanan agar lebih tepat sasaran.

Namun para kader menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kesadaran keluarga.

“Kami hanya bisa mendampingi. Tapi yang menentukan itu orang tuanya. Kalau mereka konsisten, insyaallah anaknya bisa naik ke garis hijau lagi,” ujar Santi.

Harapan dari Lapangan

Di tengah rutinitas penimbangan dan penyuluhan, para kader menyimpan harapan sederhana: anak-anak di wilayahnya dapat tumbuh sehat tanpa tertinggal. Di sisi lain, mereka juga berharap ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan kader posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela.

“Kalau untuk balita alhamdulillah sudah banyak bantuan dari puskesmas dan pemerintah, tidak kekurangan. Saya cuma berharap kadernya juga diperhatikan, bisa lebih disejahterakan,” ujar Santi, diamini kader lainnya.

Bagi pihak kelurahan, angka 53 bukan sekadar target administrasi, melainkan tanggung jawab sosial yang harus dijaga bersama.

News Update

Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 15:00

Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

Mayoritas kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 25 Feb 2026, 13:33

Di Balik Kilau Manusia Silver: Lendir Hitam dari Hidung, Kulit Memerah, dan Panas yang Harus Ditahan

Teguh mengatakan bahwa setiap kali kehujanan, dari hidungnya kerap keluar lendir berwarna hitam. Ia juga mengaku penglihatannya menjadi buram ketika matanya kemasukan cat.

Erwin melumuri badanya mengggunakan tinta sablon plastik berbahan kimia yang dicampur minyak goreng. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)