Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Seorang balita terbaring tenang di atas alat pengukur tinggi badan. Tangan kecilnya bergerak pelan, sementara seorang kader menahan kepalanya agar tetap sejajar dengan skala. Di ruangan sederhana itu, angka-angka pada papan ukur menjadi penanda tumbuh kembang anak-anak yang dipantau setiap bulan.

Di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, pemandangan seperti ini terjadi hampir setiap hari. Wilayah dengan populasi sekitar 26.000 jiwa ini merupakan daerah terpadat kedua di kecamatan tersebut. Tercatat ada 1.486 balita yang dipantau pertumbuhannya. Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

“Jika targetnya 53, maka harus capai 53. Kalau ada yang tidak datang, kami akan mengunjungi rumahnya,” kata Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapura, Agus Jami’ah, saat ditemui di kantornya.

Kelurahan Sukapura memiliki 15 RW dan 20 posyandu yang secara bergilir melaksanakan pemeriksaan dari Senin hingga Kamis. Setiap RW mendapat jadwal tetap untuk memastikan tidak ada balita yang terlewat dari penimbangan dan pengukuran. Bila ada yang absen, kader akan langsung mendatangi rumahnya.

Di RW 03, dari sekitar 100 balita yang terdata, 90 hingga 95 anak rutin hadir setiap bulan. Di wilayah ini tidak ada anak yang tergolong stunting. Namun, terdapat empat anak yang teridentifikasi berisiko atau berada di zona kuning pada Kartu Menuju Sehat (KMS).

“Kalau dibilang stunting, orang tua suka tersinggung. Jadi kami menyebutnya berisiko atau perlu dipantau, supaya orang tua tetap mau datang dan mau dibina,” kata Santi, Ketua Posyandu RW 03 Sukapura.

Bukan Hanya Masalah Tinggi Badan

Bagi para kader, stunting bukan semata persoalan tinggi badan. Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Rohaeti, menyebut faktor ekonomi dan rendahnya kesadaran kesehatan masih menjadi penyebab utama anak berisiko stunting.

Hal itu diamini Ketua Tim Pendamping Keluarga (TPK) RW 03, Piah. Ia menilai pola asuh dan kebiasaan dalam keluarga juga berperan besar.

“Kadang bukan karena tidak ada makanan. Tapi orang tuanya sibuk bekerja, anak makannya tidak teratur. Ada juga yang lebih memilih beli rokok daripada beli susu,” ujarnya.

Menurutnya, jarak kelahiran yang terlalu dekat juga menjadi faktor risiko. Kondisi fisik ibu yang belum pulih sepenuhnya dapat memengaruhi kualitas gizi anak berikutnya.

“Kalau jarak kelahirannya mepet, ibunya belum siap lagi secara fisik. Itu juga berpengaruh ke tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapura, Agus Jami’ah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapura, Agus Jami’ah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Tren Menurun, Tantangan Masih Ada

Data kelurahan menunjukkan tren penurunan jumlah anak berisiko stunting. Pada 2024 tercatat 83 anak, sedangkan pada 2025 turun menjadi 53 anak.

“Alhamdulillah ada penurunan. Kami berupaya seoptimal mungkin untuk mengurangi, meski untuk menghilangkan sepenuhnya mungkin tidak bisa,” ungkap Agus.

Intervensi dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) reguler, PMT harian selama enam bulan dari Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan susu bagi ibu hamil, serta program Dapur Sehat (Dashat) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantuan diberikan dalam bentuk bahan makanan agar lebih tepat sasaran.

Namun para kader menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kesadaran keluarga.

“Kami hanya bisa mendampingi. Tapi yang menentukan itu orang tuanya. Kalau mereka konsisten, insyaallah anaknya bisa naik ke garis hijau lagi,” ujar Santi.

Harapan dari Lapangan

Di tengah rutinitas penimbangan dan penyuluhan, para kader menyimpan harapan sederhana: anak-anak di wilayahnya dapat tumbuh sehat tanpa tertinggal. Di sisi lain, mereka juga berharap ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan kader posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela.

“Kalau untuk balita alhamdulillah sudah banyak bantuan dari puskesmas dan pemerintah, tidak kekurangan. Saya cuma berharap kadernya juga diperhatikan, bisa lebih disejahterakan,” ujar Santi, diamini kader lainnya.

Bagi pihak kelurahan, angka 53 bukan sekadar target administrasi, melainkan tanggung jawab sosial yang harus dijaga bersama.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)