Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Baca Bareng Anak di Bandung, Cara Sederhana Tanamkan Minat Literasi

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Selasa 14 Apr 2026, 17:07 WIB
Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID — Di tengah ruang baca senyap yang digelar Komunitas Baca di Bandung, Herry Prihamdani memilih datang tak sendiri. Ia menggandeng tangan anak perempuannya, mengenalkan buku sejak dini melalui cara yang sederhana: duduk berdampingan, membuka halaman, dan menikmati keheningan bersama.

Dari momen kecil itu, kebiasaan membaca perlahan ditanamkan bukan dengan paksaan atau kewajiban tapi dengan contoh.

Begitulah secuil suasana nyata yang menggambarkan kegiatan “Baca Bersama” yang diinisiasi Komunitas Baca di Bandung hari Minggu lalu.

Aktivitas sederhana ini mempertemukan beragam individu mulai dari pelajar, pekerja, hingga keluarga. Bagi banyak orang, membaca sering diasosiasikan dengan kesendirian. Namun di sini, kesendirian itu dibagi tanpa perlu percakapan atau diskusi.

“Kalau misalnya bareng-bareng, tapi kita nggak harus ngobrol, itu punya magisnya tersendiri,” kata founder Komunitas Baca di Bandung, Balebat Buana Puspa (30), yang akrab disapa Ebat.

Dari pengalaman pribadinya, Ebat menciptakan ruang yang ia sebut introvert-friendly. Ia ingin mengembalikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan kewajiban yang melelahkan.

Reading for pleasure, not for pressure,” ucapnya.

Ide ini muncul dari pengamatan bahwa banyak komunitas literasi terlalu berfokus pada diskusi. Sementara itu, tidak semua orang merasa nyaman berbicara; sebagian hanya ingin menikmati kebersamaan dalam diam.

Kegiatan “Baca Bersama” atau silent reading book session ini berlangsung sederhana tanpa banyak aturan. Peserta datang ke taman sebelum pukul 10.00 WIB tanpa perlu mendaftar, lalu duduk dan membaca selama satu jam.

“Jam 10 kita mulai membaca sampai jam 11, habis itu ada pembagian postcard dan stiker, foto bareng, lalu bubar,” jelas Ebat.

Setelah sesi berakhir, suasana perlahan mencair. Sebagian peserta memilih pulang, sementara yang lain tetap tinggal—melanjutkan membaca atau berbincang ringan tentang buku.

Di tengah antusiasme tersebut, isu akses literasi masih menjadi perhatian. Minat membaca dinilai sudah tumbuh, tetapi belum sepenuhnya didukung fasilitas yang memadai.

“Tapi aksesnya masih jadi tantangan, terutama soal perpustakaan yang belum ramah untuk masyarakat yang bekerja atau sekolah,” ujar Ebat.

Aktivitas Komunitas Baca di Bandung pada Minggu, 12 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Aktivitas Komunitas Baca di Bandung pada Minggu, 12 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Bawa Anak

Kehadiran Herry bersama anaknya menjadi salah satu gambaran bagaimana ruang ini dimaknai lebih dari sekadar kegiatan membaca. Ia datang bersama anak perempuannya yang berusia enam tahun, membawa buku “Sepatu Usang” yang digenggam sang anak.

Sebagai ilustrator anak yang telah mengikuti kegiatan ini sejak awal, Herry merasakan pengalaman berbeda saat membaca dalam suasana kolektif yang hening.

“Perasaan jadi lebih tenang, kayak semacam meditasi setelah seminggu bekerja,” kata Herry.

Ia menambahkan, “Energi dari orang-orang yang sama-sama membaca itu terasa banget, walaupun semuanya diam.”

Menurutnya, geliat literasi di Bandung sebenarnya cukup aktif. Berbagai komunitas membaca, rumah literasi, hingga kafe dengan koleksi buku mulai bermunculan.

Sementara itu, Khilda Nurul (23) merasakan dorongan sederhana namun kuat: keinginan membaca muncul saat berada di lingkungan yang sama-sama melakukannya.

“Kalau baca di rumah kadang malas, tapi kalau bareng orang lain jadi ikut pengen baca juga,” kata Khilda.

Ia juga menilai kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak dini melalui lingkungan sekolah dan sekitar. Dari pengalaman pribadinya, kebiasaan itu terbentuk sejak mengikuti berbagai program literasi di masa sekolah.

Seiring waktu, dampaknya pun terasa. Herry mendapatkan referensi bacaan baru dan semangat membaca yang lebih konsisten, sementara Khilda menemukan jejaring pertemanan dari kesamaan minat.

“Yang paling terasa itu jadi dapat banyak teman baru, bahkan di luar kegiatan baca,” ujar Khilda.

“Sering juga dapat rekomendasi buku yang bagus dari orang lain,” tambahnya.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)