Baca Bareng Anak di Bandung, Cara Sederhana Tanamkan Minat Literasi

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID — Di tengah ruang baca senyap yang digelar Komunitas Baca di Bandung, Herry Prihamdani memilih datang tak sendiri. Ia menggandeng tangan anak perempuannya, mengenalkan buku sejak dini melalui cara yang sederhana: duduk berdampingan, membuka halaman, dan menikmati keheningan bersama.

Dari momen kecil itu, kebiasaan membaca perlahan ditanamkan bukan dengan paksaan atau kewajiban tapi dengan contoh.

Begitulah secuil suasana nyata yang menggambarkan kegiatan “Baca Bersama” yang diinisiasi Komunitas Baca di Bandung hari Minggu lalu.

Aktivitas sederhana ini mempertemukan beragam individu mulai dari pelajar, pekerja, hingga keluarga. Bagi banyak orang, membaca sering diasosiasikan dengan kesendirian. Namun di sini, kesendirian itu dibagi tanpa perlu percakapan atau diskusi.

“Kalau misalnya bareng-bareng, tapi kita nggak harus ngobrol, itu punya magisnya tersendiri,” kata founder Komunitas Baca di Bandung, Balebat Buana Puspa (30), yang akrab disapa Ebat.

Dari pengalaman pribadinya, Ebat menciptakan ruang yang ia sebut introvert-friendly. Ia ingin mengembalikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan kewajiban yang melelahkan.

“Reading for pleasure, not for pressure,” ucapnya.

Ide ini muncul dari pengamatan bahwa banyak komunitas literasi terlalu berfokus pada diskusi. Sementara itu, tidak semua orang merasa nyaman berbicara; sebagian hanya ingin menikmati kebersamaan dalam diam.

Kegiatan “Baca Bersama” atau silent reading book session ini berlangsung sederhana tanpa banyak aturan. Peserta datang ke taman sebelum pukul 10.00 WIB tanpa perlu mendaftar, lalu duduk dan membaca selama satu jam.

“Jam 10 kita mulai membaca sampai jam 11, habis itu ada pembagian postcard dan stiker, foto bareng, lalu bubar,” jelas Ebat.

Setelah sesi berakhir, suasana perlahan mencair. Sebagian peserta memilih pulang, sementara yang lain tetap tinggal—melanjutkan membaca atau berbincang ringan tentang buku.

Di tengah antusiasme tersebut, isu akses literasi masih menjadi perhatian. Minat membaca dinilai sudah tumbuh, tetapi belum sepenuhnya didukung fasilitas yang memadai.

“Tapi aksesnya masih jadi tantangan, terutama soal perpustakaan yang belum ramah untuk masyarakat yang bekerja atau sekolah,” ujar Ebat.

Aktivitas Komunitas Baca di Bandung pada Minggu, 12 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Aktivitas Komunitas Baca di Bandung pada Minggu, 12 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Bawa Anak

Kehadiran Herry bersama anaknya menjadi salah satu gambaran bagaimana ruang ini dimaknai lebih dari sekadar kegiatan membaca. Ia datang bersama anak perempuannya yang berusia enam tahun, membawa buku “Sepatu Usang” yang digenggam sang anak.

Sebagai ilustrator anak yang telah mengikuti kegiatan ini sejak awal, Herry merasakan pengalaman berbeda saat membaca dalam suasana kolektif yang hening.

“Perasaan jadi lebih tenang, kayak semacam meditasi setelah seminggu bekerja,” kata Herry.

Ia menambahkan, “Energi dari orang-orang yang sama-sama membaca itu terasa banget, walaupun semuanya diam.”

Menurutnya, geliat literasi di Bandung sebenarnya cukup aktif. Berbagai komunitas membaca, rumah literasi, hingga kafe dengan koleksi buku mulai bermunculan.

Sementara itu, Khilda Nurul (23) merasakan dorongan sederhana namun kuat: keinginan membaca muncul saat berada di lingkungan yang sama-sama melakukannya.

“Kalau baca di rumah kadang malas, tapi kalau bareng orang lain jadi ikut pengen baca juga,” kata Khilda.

Ia juga menilai kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak dini melalui lingkungan sekolah dan sekitar. Dari pengalaman pribadinya, kebiasaan itu terbentuk sejak mengikuti berbagai program literasi di masa sekolah.

Seiring waktu, dampaknya pun terasa. Herry mendapatkan referensi bacaan baru dan semangat membaca yang lebih konsisten, sementara Khilda menemukan jejaring pertemanan dari kesamaan minat.

“Yang paling terasa itu jadi dapat banyak teman baru, bahkan di luar kegiatan baca,” ujar Khilda.

“Sering juga dapat rekomendasi buku yang bagus dari orang lain,” tambahnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)