Memahami Strategi Komunikasi dalam Membangun Citra Merek Melaui Figur Publik di Era Digital

3 menit baca
Marsha Atthalya Bangsawan
Ditulis oleh Marsha Atthalya Bangsawan diterbitkan
Rose BlackPink sebagai figur publik dalam membangun citra merek yang konsisten melalui media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi di era digital. (Sumber: PUMA)
Rose BlackPink sebagai figur publik dalam membangun citra merek yang konsisten melalui media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi di era digital. (Sumber: PUMA)

PUMA melakukan campaign global bersama Rosé BLACKPINK melalui tema “Rewrite The Classics” yang dipublikasikan secara terpadu melalui website resmi, media sosial, dan berbagai media online. Campaign ini menunjukkan bagaimana sebuah brand memanfaatkan figur publik dan komunikasi lintas platform untuk membangun citra yang konsisten kepada audiens global.

Dalam website resmi PUMA, perusahaan menampilkan narasi campaign, visual utama, serta pesan yang menghubungkan identitas klasik brand dengan tren fashion masa kini. Di media sosial, PUMA mengunggah berbagai konten berupa teaser, video pendek, foto campaign, dan behind the scene bersama Rosé untuk meningkatkan interaksi dengan audiens. Sementara itu, media online seperti Teen Vogue dan berbagai media fashion lainnya turut memberitakan campaign tersebut sebagai bagian dari tren fashion dan lifestyle yang sedang berkembang. Strategi ini menunjukkan adanya integrasi komunikasi yang dilakukan PUMA agar pesan campaign dapat diterima secara konsisten di berbagai media publikasi. Kehadiran Rosé sebagai global ambassador juga memperkuat daya tarik campaign karena memiliki pengaruh yang besar di industri fashion dan budaya populer global.

Menurut pengamatan saya, media publikasi PUMA menggunakan kata kunci yang relatif konsisten di setiap platform. Kata-kata seperti “classic”, “style”, “racing”, dan “Rewrite The Classics” terus muncul baik pada website resmi, media sosial, maupun pemberitaan online. Penggunaan kata kunci tersebut membantu memperkuat identitas campaign sehingga audiens dapat lebih mudah mengenali pesan utama yang ingin disampaikan. Selain itu, nama Rosé selalu menjadi elemen penting dalam publikasi sehingga celebrity branding tetap menjadi fokus utama komunikasi. Pada Instagram dan TikTok, PUMA juga menggunakan hashtag yang mendukung penyebaran pesan campaign secara digital. Konsistensi penggunaan kata kunci ini menunjukkan bahwa perusahaan berusaha menjaga keseragaman pesan meskipun dipublikasikan melalui media yang berbeda. Dari sudut pandang komunikasi public relations, strategi tersebut membantu memperkuat awareness sekaligus positioning brand di benak audiens.

Penulis menganalisis teknik penulisan PUMA dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.
Penulis menganalisis teknik penulisan PUMA dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.

Teknik penulisan yang digunakan pada setiap media memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi tetap membawa pesan yang sama. Website resmi PUMA menggunakan gaya bahasa yang lebih formal dan informatif untuk menjelaskan konsep campaign. Sebaliknya, media sosial menggunakan caption yang lebih singkat dan menarik agar sesuai dengan kebiasaan konsumsi konten digital. Media online fashion dan lifestyle cenderung menggunakan gaya editorial yang lebih deskriptif dengan menyoroti pengaruh Rosé dalam dunia fashion global. Meskipun terdapat perbedaan gaya penulisan, seluruh media tetap menekankan pesan utama yang sama, yaitu menghadirkan kembali identitas klasik PUMA dalam konteks tren modern. PUMA juga memanfaatkan storytelling visual yang menampilkan unsur racing, perjalanan, dan gaya hidup modern sehingga campaign terasa lebih menarik secara emosional. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian pesan sesuai karakter media tanpa menghilangkan identitas campaign secara keseluruhan.

Konsistensi gaya publikasi juga terlihat dari penggunaan visual dan konsep yang seragam di berbagai platform. PUMA menggunakan elemen visual yang sama pada website resmi, media sosial, maupun materi publikasi yang diberitakan media online. Kehadiran Rosé dengan gaya yang elegan namun tetap sporty menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas campaign. Konsistensi visual tersebut membantu menciptakan brand recall yang kuat karena audiens dapat dengan mudah mengenali hubungan antara figur ambassador, pesan campaign, dan identitas brand. Dari perspektif branding, keseragaman visual ini memperlihatkan adanya koordinasi komunikasi yang baik sehingga seluruh media mendukung tujuan yang sama.

Praktik komunikasi yang dilakukan PUMA dalam campaign ini sejalan dengan konsep Integrated Marketing Communication (IMC), yaitu penyampaian pesan yang konsisten melalui berbagai saluran komunikasi untuk memperkuat citra dan hubungan dengan audiens. Menurut Belch dan Belch (2021), konsistensi pesan dalam berbagai media menjadi faktor penting untuk membangun efektivitas komunikasi pemasaran dan memperkuat persepsi publik terhadap sebuah brand. Selain itu, Gregory (2020) menjelaskan bahwa public relations yang efektif memerlukan integrasi antara pesan, media, dan pemangku kepentingan agar komunikasi organisasi dapat menghasilkan dampak yang lebih kuat dan berkelanjutan. Penggunaan figur publik seperti Rosé juga relevan dengan pandangan Freberg (2021) yang menyatakan bahwa influencer dan celebrity endorsement dapat meningkatkan kredibilitas pesan serta memperluas jangkauan komunikasi kepada audiens yang lebih luas. Dengan demikian, strategi yang digunakan PUMA menunjukkan penerapan prinsip komunikasi terpadu yang banyak dibahas dalam literatur public relations dan komunikasi pemasaran modern. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)