Suasana Bandung Menjelang Lebaran dalam Iklan Koran Tahun 1960-an

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Potongan iklan toko kain dan pakaian yang dimuat di surat kabar Bandung pada era 1960-1970-an, menggambarkan semarak persiapan masyarakat menyambut Lebaran pada masa itu. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Potongan iklan toko kain dan pakaian yang dimuat di surat kabar Bandung pada era 1960-1970-an, menggambarkan semarak persiapan masyarakat menyambut Lebaran pada masa itu. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Membaca koran lawas dan majalah lama selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Lembaran-lembaran kertas yang telah menguning itu seakan menjadi mesin waktu yang membawa kita mundur puluhan tahun ke masa ketika media cetak tersebut pertama kali terbit.

Bagi sebagian orang, surat kabar lama mungkin hanya dianggap tumpukan kertas usang yang tidak lagi memiliki nilai. Di era digital seperti sekarang, berita dapat dengan mudah diakses melalui berbagai perangkat elektronik. Tidak sedikit pula yang memilih membuang koran lama atau menjualnya kiloan kepada tukang rongsokan.

Padahal, jika dibuka kembali, surat kabar lawas menyimpan banyak cerita tentang kehidupan masa lalu. Ia bukan sekadar berita, tetapi juga rekaman suasana zaman.

Hal itu terasa ketika membuka kembali koran terbitan Bandung pada era 1960-1970-an. Suasana menjelang Hari Raya Idulfitri yang akrab disebut Lebaran tergambar jelas melalui berbagai iklan yang dimuat di  Harian Pikiran Rakyat terbitan tahun 1960-an. Sejumlah toko memasang iklan yang mengabarkan bahwa berbagai kebutuhan Lebaran telah tersedia di tempat mereka.

Iklan-iklan tempo doeloe ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain menggunakan ilustrasi sketsa tangan yang sederhana, susunan kalimatnya sering kali unik dan mudah diingat.

Pada masa itu, sekitar tahun 1960–1970-an, jalanan Kota Bandung belum seramai sekarang. Kendaraan bermotor belum memadati jalan seperti hari ini, dan pedagang kaki lima pun belum sebanyak sekarang. Moda transportasi yang lazim ditemui adalah oplet dan bemo, dengan rute menuju pusat kota, terutama ke Alun-Alun Bandung atau Pasar Baru. Dua tempat ini menjadi tujuan utama masyarakat yang datang berbelanja ke Bandung, khususnya menjelang Lebaran.

Salah satu toko yang memasang iklan cukup mencolok adalah Toko Hassaram’s. Dalam iklannya tertulis dengan huruf kapital: “BARU TERIMA SARUNG. HASSARAM’S menyediakan sarung rupa-rupa warna.” Toko kain ini beralamat di Pasar Baru, tepatnya di Jalan Oto Iskandardinata No. 167 Bandung.

Toko Hassaram’s memang cukup dikenal pada masa itu. Selain beriklan di surat kabar, mereka juga rutin memasang iklan di RRI Bandung. Iklan radio tersebut terkenal karena suara pembukanya yang khas, seperti orang hendak bersin: “Has… hass… hasss… hassaram!”

Suara yang mengisi iklan itu konon milik Baskara, seorang penyiar radio yang kemudian sempat menjabat sebagai Kepala Stasiun RRI Bandung. Suaranya yang bariton namun lembut membuat iklan tersebut mudah diingat para pendengar.

Menariknya, Baskara tidak hanya menjadi “juru bicara” bagi Toko Hassaram’s. Ia juga mengisi iklan beberapa toko kain milik pedagang keturunan India di sepanjang Jalan Asia Afrika.

Di antaranya adalah Toko Kishordas, yang dalam iklannya diakronimkan secara jenaka dalam bahasa Sunda: “Aki-aki Sohor Tur Bedas.” Ada pula Toko Indra yang berlokasi di bawah Hotel Swarha, terkenal dengan slogan iklan: “Mahal, Uang Kembali!”.

Bagi orang yang melintas di depan toko tersebut, kalimat “Indra… Mahal Uang Kembali!” kerap terdengar berulang-ulang dari pengeras suara di dalam toko.

Penulis memperlihatkan edisi lama surat kabar Pikiran Rakyat yang memuat berbagai iklan usaha, dari toko kain hingga penjahit, yang menjadi bagian dari suasana persiapan Lebaran di masa lalu. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis memperlihatkan edisi lama surat kabar Pikiran Rakyat yang memuat berbagai iklan usaha, dari toko kain hingga penjahit, yang menjadi bagian dari suasana persiapan Lebaran di masa lalu. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menjelang Lebaran, kawasan Alun-Alun Bandung dan Pasar Baru memang menjadi pusat keramaian. Berbagai kebutuhan tersedia di sana, mulai dari sepatu, sandal, tas, hingga berbagai pernik-pernik lainnya. Toko-toko berjajar di sepanjang Jalan Asia Afrika dan Jalan Oto Iskandardinata, berdampingan dengan pedagang kaki lima yang ikut meramaikan suasana.

Jika membutuhkan bahan pakaian pria seperti celana atau jas, pembeli bahkan dapat langsung menjahitnya di toko. Salah satu tempat yang menawarkan layanan tersebut adalah Toko Indra yang berada di lantai satu Hotel Swarha, di kawasan Alun-Alun Bandung.

Pada masa itu, toko yang menjual pakaian jadi masih belum banyak. Karena itulah bahan kain menjadi komoditas utama, sementara penjahit memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pakaian baru menjelang Lebaran.

Selain itu, ada pula iklan dari Toko Kishordas, toko sandang milik pengusaha keturunan India yang menjual berbagai bahan kain seperti brukat, sutra, hingga bahan celana pria. Iklan mereka di RRI Bandung cukup terkenal.

Sobekan iklan penjahit Rapih yang menawarkan jasa menjahit pakaian menjelang Hari Raya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sobekan iklan penjahit Rapih yang menawarkan jasa menjahit pakaian menjelang Hari Raya. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Salah satu bentuk iklannya bahkan dibuat seperti dialog singkat:

“Kiss?”

“No!”

“Hordas?”

“Yes!”

Maksudnya tentu saja merujuk pada nama toko Kishordas, tempat berbagai bahan pakaian berkualitas tersedia.

Toko ini beralamat di Jalan Asia Afrika No. 4, tak jauh dari kawasan Alun-Alun Bandung yang saat itu menjadi pusat perdagangan utama.

Selain toko kain, terdapat pula Toko Braga di Jalan Braga No. 20 Bandung. Toko ini mengiklankan berbagai hadiah untuk Lebaran. Barang-barang yang dijual antara lain tas wanita dari bambu, kulit, maupun plastik, serta aneka kerajinan kulit dan cinderamata ukiran Jepara yang antik.

Adapula iklan penjahit "Rapih"

menjadi penanda waktu bahwa Lebaran sudah di ambang pintu. Dengan judul yang menarik perhatian, “Taukah Anda!”, pembaca diingatkan bahwa inilah saat yang tepat untuk menyiapkan pakaian baru menjelang hari raya. Di masa ketika membeli pakaian jadi belum semudah sekarang, jasa penjahit menjadi pilihan utama masyarakat. 

Ahli Mendjahit Rapih yang sebelumnya dikenal dengan nama Jaklofsky, menawarkan layanan menjahit dengan “service penuh” di Djalan Riau 80 Bandung, lengkap dengan nomor telepon 2728 yang pada masanya tentu terasa modern. Iklan sederhana ini bukan sekadar promosi usaha jahit, tetapi juga menggambar kan tradisi lama menjelang Lebaran.

Baca Juga: Menjelang Lebaran di Peternakan Tua Lembang 1930

Dari potongan-potongan iklan di koran lawas tersebut, kita dapat membayangkan suasana Kota Bandung menjelang Lebaran pada masa itu. Koran tidak hanya berisi berita, tetapi juga menjadi jendela yang memperlihatkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat pada zamannya.

Lembaran koran lama pada akhirnya bukan sekadar arsip. Ia adalah dokumen sejarah yang menyimpan rekam jejak kehidupan masa lalu termasuk bagaimana masyarakat Bandung mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idulfitri puluhan tahun silam.

Ketika membacanya kembali hari ini, kita seperti diajak kembali menyusuri suasana Bandung tempo doeloe. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)