Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Kegiatan wisata lintas alam menyusuri sempadan Citarik dan anak sungainya dengan bersepeda sungguh mengesankan. Terlebih saat musim kemarau pada saat ini dengan sengatan mentari yang lebih kuat.

Ekowisata sungai Citarik di Kabupaten Bandung, Jawa Barat perlu ditransformasikan menjadi desa wisata, wisata olah raga, dan pasar budaya. Transformasi itu bisa menghapus citra negatif Sungai Citarik yang selama ini identik dengan sungai yang amat kotor penuh dengan sampah dan limbah industri.

Transformasi itu sebaiknya diintegrasikan dengan keberadaan Taman Sumringah Summarecon Bandung (Sumaba) dan kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Lintas alam dimulai dengan menyusuri tanggul banjir kanal anak sungai Citarik. Kondisinya penuh tantangan. Dan perlu stamina yang prima. Jika hilang konsentrasi bisa terperosok ke dalam sungai.

Pengembangan Ekowisata Sungai Citarik di Kabupaten Bandung (khususnya wilayah Solokanjeruk yang melintasi Desa Padamukti dan Desa Cibodas) memiliki pendekatan unik. Berbeda dengan arung jeram Sungai Citarik di Sukabumi, kawasan di Kabupaten Bandung ini dikembangkan berbasis ekonomi sirkular dan pemulihan lingkungan.

Pilar Utama Pengembangan Ekowisata Sungai Citarik terkait dengan pengelolaan sampah mandiri.  Menawarkan aktivitas menyusuri sempadan sungai, tanggul, dan pematang sawah menggunakan sepeda yang sehat dan asri.

Integrasi wisata alam meliputi Kolam Retensi dan danau Masjid Raya Al Jabbar. Danau buatan ini berfungsi sebagai pengendali banjir sekaligus tempat warga menikmati pemandangan air yang luas dengan latar belakang megahnya masjid terapung.

 Integrasi juga menempatkan Taman Sumringah Summarecon Bandung. Sebuah taman terbuka hijau yang memiliki danau buatan estetis, area lari (jogging track), dan pepohonan rindang dengan berbagai junis tanaman langka.

Taman Sumringah Summarecon Bandung adalah ruang terbuka hijau modern yang bersih, asri, dan tidak dipungut biaya masuk (gratis). Taman ini terletak tepat di seberang Summarecon Mall Bandung (Sumaba) di kawasan Gedebage, Kota Bandung.

Citra negatif itu selama ini menempel pada ingatan publik yang merasa jijik menengok sungai Citarik dan anak sungainya yang sangat tercemar. Dengan adanya transformasi Citarik menjadi desa wisata berbasis budaya, timbul kesadaran masyarakat dan pihak industri yang lokasinya berdekatan dengan aliran Citarik untuk tidak mencemari dan membuang sampah disitu. Selain itu debit air Citarik bisa digunakan untuk bertani dan berkebun. Sejak Kecamatan Rancaekek menjadi Kawasan Industri, tingkat pencemaran sungai sangat parah.

Tak kurang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia  (WALHI) Jawa Barat sering kali melakukan aksi dan turun lapangan bersama masyarakat yang terdampak pencemaran.

Selama puluhan tahun Sungai Citarik dan anak sungainya dicengkeram oleh limbah dan sampah. Kini saatnya menyelamatkan dengan berbagai macam inisiatif. Sebelum Rancaekek menjadi kawasan yang padat dengan industri dan perumahan, hasil panen bisa mencapai 5-6 ton per hektar. Kini satu hektar sawah hanya bisa dipanen kurang dari tiga ton. Akibatnya tidak sedikit warga yang beralih menjadi buruh tani di daerah lain atau bekerja sebagai buruh pabrik di sekitar Rancaekek. Parahnya  tingkat pencemaran Citarik menjadi perhatian serius dari Greenpeace, Walhi Jabar dan sejumlah pihak terkait. Betapa malang nasib petani yang memiliki lahan pertanian di Desa Linggar, Jelegong, Sukamulya dan Bojongloa yang tanahnya rusak parah akibat pencemaran Sungai Cikijing, yang merupakan anak Citarik.

Penanggulangan pencemaran dan transformasi ekowisata terhadap kawasan sungai Citarik yang mengalir hingga berdekatan dengan stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) perlu terus digiatkan.

Sekarang masyarakat mulai menggemari wisata bersepeda menyusuri tanggul atau sempadan Citarik sambil menikmati sensasi bersepeda di pematang sawah dan kebun buah. Biasanya wisata sepeda tersebut berakhir di kawasan GBLA dan disitu kalau hari libur banyak pedagang makanan yang menyajikan bermacam kuliner. Kuliner yang khas seperti ikan bakar dan aneka lauk pauk rumahan bisa menjadi menu untuk botram alias makan-makan bersama.

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata. Beberapa pihak telah menaruh perhatian terhadap kondisi Sungai Citarik dan anak sungainya. Seperti misalnya Kanwil DJKN Jawa Barat diwakili KPKNL Bandung berkolaborasi bersama akademisi dan komunitas warga Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik menyelenggarakan workshop dan penelitian. Sungai Citarik dipilih sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengembangan program Citarum Harum, Dalam workshop ini turut hadir peneliti dari Monash University.

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan bentuk sosialisasi dan dialog langsung bersama warga setempat untuk membahas pembangunan area ekowisata Sungai Citarik. Warga secara terbuka menyampaikan permasalahan terkait penyelamatan dan pemeliharaan Sungai Citarik kepada akademisi yang kemudian dibahas dan dikaji bersama.  

Keterlibatan warga sangat penting, pembangunan harus dinikmati warga setempat tapi juga harus memaksimalkan keterlibatannya.  (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)