Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)

Masyarakat Sunda, rasanya tidak bisa lapas dari perabotan dapur untuk membuat sambal, yaitu coét, atau cobék, dan pasangannya, mutu atau ulekan. Perabotan dapur ini ada yang dibuat dari tanah liat yang dibakar menjadi gerabah, ada juga yang dibuat dari batu, sehingga kuat dan tahan lama. Di Kabupaten Bandung Barat, salah satu desa yang terkenal sebagai penghasil perabotan dapur dari batu adalah Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar. 

Coét yang dipahat dari batu pun ada dua jenis bahan. Petama, coét yang dibuat dari batupasir, pasir letusan gunung api yang sudah sangat padat, hingga keras. Kedua, coét yang dibuat dari batu pejal, dari lava yang panasnya mencapai 1.200 derajat C, yang membeku di dekat permukaan. Batuan jenis ini sangat keras, sehingga coét, ulekan, lumpang, atau kerajinan lainnya, seperti patung kura-kura, tempat lampu hias taman, kursi taman, dll, akan mempunyai daya tahan yang bagus. Batunya sangat kuat, seperti yang terdapat di Pasir Tanggulun, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat. Batuannya sangat kuat, karena merupakan batuan terobosan (batuan intrusi), yang kini batua sudah nyaris habis. Batuan intrusif merupakan magma yang menerobos kerak bumi, namun tidak sampai meletus efusif. Karena energinya lemah, magma berhenti di dalam bumi di dekat permukaan. Disebutlah batuan intrusi dangkal, atau disebut juga semi gunungapi. Batuan ini dapat berupa retas, sill, kubah bawah permukaan, dan leher gunung api. Batu dari Pasir Tanggulun sangat bagus untuk berbagai keperluan konstruksi, termasuk untuk bahan perabotan dapur seperti coét.  

Lokasi singkapan batuan di Kampung Ciawitali, sekaligus menjadi tempat para pengrajin membuat cobek, dll itu, berada di kaki bukit, di ketinggian antara +760 m sampai +780 m. Tempat itu merupakan bagian dari rangkaian perbukitan yang memanjang, dengan punggungan tertingginya mencapai +830 m dpl. 

Adanya singkapan batuan intrusi di Desa Citatah, merupakan jejak nyata adanya magma yang menerobos ke dekat permukaan. Bukti ini dapat dikategorikan sebagai gunung api purba. Dan, material letusan yang berupa pasir dan debu yang kemudian keras membatu, merupakan material letusan gunung api purba juga, seperti yang tersingkap di Kampung Ciawitali.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)

Gunung api purba itu gunungapi yang pernah aktif pada masa lampau, tapi sudah lama mati, sudah tidak aktif lagi. Bentuk gunungnya pun sudah tidak menyerupai kerucut gunungapi, karena sudah lama mengalami erosi yang sangat berat, sejak kemunculannya jutaan tahun yang lalu. Sisa gunungapi ini, ada juga yang menyebut fosil gunungapi. Wujudnya ada yang berupa perbukitan, rangkaian bukit kecil, dengan torehan lembah yang dalam. Ada juga yang hanya menyisakan lava atau batuan beku yang sangat keras yang berada di pusat gunungapi, seperti sumbat lava di leher gunungapi.

Secara umum, gunungapi purba itu tidak akan aktif kembali di lokasi atau di kawah gunung yang sama. Magmanya sudah lama membeku di pipa gunungapi, sehingga sangat sulit untuk didorong oleh magma baru. Dan, yang utama, pusat gunung apinya sudah bergeser jauh ke utara, seperti di komplek Gunung Tangkuban Parahu, yang masih aktif sampai saat ini.

Selain adanya batuan intrusi dangkal, atau semi gunungapi, terdapat juga hasil letusan eksplosif. Letusan gunung api yang meledak dahsyat, yang menghamburkan material letusan dan meluncurkan awan panas atau wedhusgembel. Adanya singkapan ignimbrit atau endapan awan panas, merupakan bukti yang tak terbantahkan, bahwa di kawasan itu pernah terjadi letusan dahsyat yang meluncurkan awan panas. Ignimbrit berasal dari kata ignis berarti api, dan imber artinya batuan awan debu api.

Ketika diendapkan, awan panas itu suhunya antara 535o C sampai 600o C, sehingga terjadi proses pengelasan, penyatuan (welding). Suhu yang sangat panas dan timbunan material yang sangat tebal, menyebabkan adanya beban vertikal. Terjadi proses saling merekat, dan setelah mendingin, menjadi satu kesatuan yang padat dan kuat. Namun di bagian permukaan, tidak terjadi pengelasan, karena suhunya lebih cepat menjadi rendah, dan beban vertikalnya kurang, sehingga endapan wedhusgembel itu tetap gembur, dan mudah terlapukan ketika di atasnya sudah ditutupi tumbuhan.

Singkapan sisa penambangan endapan awanpanas atau ignimbrit. (Sumber: T Bachtiar)
Singkapan sisa penambangan endapan awanpanas atau ignimbrit. (Sumber: T Bachtiar)

Ignimbrit itu hasil dari letusan yang sangat besar, umumnya berhubungan dengan letusan dahsyat yang membentuk kaldera. Sehingga volumenya sangat besar, endapannya sangat tebal. Di beberapa tempat di dunia, ada yang mencapai ketebalan 150 m. Ketebalan ignimbrit Gunung Sunda, misalnya lebih dari 40 m. Ketebalan ignimbrit yang tersingkap di Desa Citatah dan di Desa Gunung Masigit, antara 40 m sampai lebih dari 95 m, bahkan ada yang lebih.

Mekanisme persebaran ignimbrit berbeda dengan persebaran material jatuhan, seperti hujan abu, pasir, dan beragam ukuran lava. Material jatuhan akan turun rata melapisi permukaan topografi. Sedangkan endapan awan panas atau ignimbrit sangat dipengaruhi oleh topografi. Awan panas akan mengisi lembah, cekungan, yang menjadi tempat meluncurnya. Di sana endapannya sangat tebal, dan akan menipis di punggungan lereng gunung.

Setidaknya ada dua proses terbentuknya awan panas. Pertama runtuhnya tiang atau kolom letusan eksplosif. Materialnya berupa gas vulkanik, abu, batu apung, fragmen lava. Suhunya sangat tinggi antara 200o C sampai 700o C, lalu jatuh di tubuh gunungapi, meluncur ke lembah secara gravitasional. Kecepatannya antara 100 km per jam sampai 700 km per jam.

Kedua, awan panas guguran, terjadi karena runtuhnya kubah lava, lalu meluncur secara gravitasional ke lembah, dengan kecepatan antara 75 km per jam sampai 150 km per jam.

Ignimbrit yang tersingkap di Desa Citatah dan di Desa Gunung Masigit, sangat mungkin dari kejadian runtuhnya tiang letusan eksplosif. Singkapannya dapat disaksikan di sisa penambangan pasir, yang oleh masyarakat di Kabupaten Bandung antara tahun 1970-an sampai 1990-an, disebut teras. Umumnya dibuat untuk batako, bata yang populer saat itu. Sekarang banyak dijadikan pasir untuk campuran adukan tembok. Secara keteknikan, kawasan yang dilapisi ignimbrit yang terelaskan, kekuatannya setara dengan tanah keras sampai batu keras.

Singkapan lava pejal, batupasir, dan endapan awan panas atau ignimbrit, dapat dijadikan laboratorium kebumian untuk belajar tentang gunung api purba bagi para pelajar dan masyarakat yang dikemas dalam geowisata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)