Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Embusan uap dari mata air panas yang terus membual di dalam wadah alami, seperti air yang mendidih di dalam sѐѐng, di dalam dandang di atas tungku. Dalam bayangan para orangtua yang memberi nama daerah ini, hamparan lahan di kaki gunung kapur itu dianalogikan sebagai tungku tanah. Nyala bara apinya dari panas yang merambat dari kedalaman bumi. Mataair panas yang membual di dalam dandang alami itu, persis seperti saat memasak nasi dengan sѐѐng. Rekaman situasi dapur saat menanak nasi dan kenampakan rona bumi itulah yang menginspirasi para sepuh masa lalu untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng.  

Sѐѐng, yang dijadikan perumpamaannya, dan tidak dengan alat dapur yang lain, karena setiap hari, semua orang di dalam rumah itu melihat dan menggunakan sѐѐng saat menanak nasi. Dan, bentuknya bertumbuh ke atas seperti dandang, serta ada air panas yang terus membual di dalamnya. 

Mata Air panas dan travertin Cisѐѐng merupakan gejala kebumian yang bermula dari air meteorik yang tercurah di gunung kapur di kawasan Cisѐѐng dan sekitarnya. Air meresap, menyelusup di rekahan batu kapur dan mendapatkan pemanasan. Sumber panasnya berasal dari kegiatan magmatik atau kegiatan gunung api purba. Namun, bisa juga bersumber dari sirkulasi air tanah yang meresap hingga mencapai kedalaman batuan yang panas, kemudian air panas itu naik kembali ke permukaan melalui rekahan di jalur patahan. Panas itulah yang menyebabkan bukit kapur dikukus panas bumi secara terus-menerus, sejak jutaan tahun yang lalu hingga kini. 

Pada saat air panas bertekanan tinggi itu berinteraksi dengan karbondioksida (CO2​), maka asam karbonatnya menjadi sangat efektif melarutkan batugamping. Air Panas dari dalam bumi itu menjalar melalui rekahan di jalur patahan. Larutan batu gamping itu kemudian ke luar bersamaan dengan bualan air panas yang meluber ke luar di mataair. Pada saat bersentuhan dengan udara di luar, terjadilah penurunan tekanan secara drastis, menyebabkan proses pelepasan gas CO2​ secara seketika. Karbon dioksidanya menguap, lepas ke atmosfer, meninggalkan kalsium karbonat (CaCO3​) yang mengendap secara bertahap, sedikit demi sedikit, lapis demi lapis, kemudian mengeras, yang sudah berlangsung selama jutaan tahun. Itulah travertin. 

Endapan travertin selama berjuta-juta tahun itu mewujud menjadi bukit-bukit yang khas. Dari kejauhan, bukit-bukit travertin itu tampak putih yang dilatari tumbuhan yang menghijau. Travertin Cisѐѐng berpori-pori, bekas gelembung gas CO2​ yang dilepaskan. Demikian juga terdapat sisa dedaunan dan ranting yang terjebak saat latutan itu mengeras. Umumnya travertin di sini berwarna putih gading, abu-abu muda. Namun, di jalur berair, ada yang berpoles warna jingga karena mengandung oksida besi, dan warna hijau yang berasal dari koloni mikroorganisme yang hidup di air panas.  

Cisѐѐng berada di Desa Cisѐѐng, Kecamatan Cisѐѐng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kawasan Cisѐѐng dan daerah sekelilingnya yang sangat luas, antara 10 juta – 5 juta tahun yang lalu, masih berupa laut dangkal. Di dasar laut dangkal inilah mengendap tumbuhan dan binatang koral yang mati. Dari waktu ke waktu, terus menumpuk, lapis demi lapis, hingga ketebalannya setinggi gunung, setinggi bukit. Tenaga dari dalam bumi, seperti adanya kegiatan vulkanisme, menyebabkan endapan di laut purba ini terangkat ke permukaan. Setelah di permukaan, dinamika atmosfer seperti panas matahari, angin, tanah, dan air meteorik yang turun, kemudian meresap ke dalam gunung kapur.

Adanya mata air panas dengan suhu antara 37°C hingga 48°C, merupakan penanda bahwa proses panas bumi di kedalaman bumi masih terus berlangsung. Mataair panasnya ke luar di beberapa tempat, seperti di Gunung Peyek. Sistem panas bumi yang bersuhu rendah hingga sedang. Di dalam reservoarnya jauh di kedalaman bumi, suhunya mencapai 180°C hingga 200°C. Suhu dalam kisaran ini umumnya digunakan untuk pemanasan langsung, seperti pemanas ruangan, rumahkaca untuk pertanian, kolam pemandian airpanas, dll.

Mataair Panas ini oleh masyarakat dimanfaatkan menjadi pemandian air panas. Banyak yang datang ke sini untuk balneo terapi, terapi kesehatan yang memanfaatkan mataair panas, dan untuk penguatan jiwa. Sudah disediakan pemandian umum dan pemandian privat. Ada juga bak mandi alami yang berbentuk silinder berair panas. Yang semula merupakan merek dagang bak mandi airpanas, Jacuzzi, kini menjadi istilah umum untuk menyebut bak mandi air panas. Di Cisѐѐng terdapat Jacuzzi alami di hamparan endapan travertin yang megah. 

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun. Ini merupakan arsip bumi yang menyimpan catatan alami tentang perubahan iklim. Cisѐѐng merupakan laboratorium alam kebumian yang merekam sejarah buana dan menyimpannya dengan sangat baik. Cisѐѐng merupakan gedung arsip kebumian dan perilaku manusia yang berpengaruh pada pengendapan travertin. 

Bagi yang berniat belajar, Cisѐѐng merupakan kelas yang akan menceritakan tentang bumi pada masa lalu hingga saat ini, sehingga sangat baik menjadi kampus lapangan dan destinasi geowisata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)