Maung Sélang Sudah Tak Dikenali Lagi, tapi Abadi dalam Toponimi

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Citra satelit Lembur Cisélang di Desa Jati, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Google maps)
Citra satelit Lembur Cisélang di Desa Jati, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Google maps)

Maung sélang (é diucapkan seperti mengucapkan ember), nyaris tak dikenali lagi. 

Para sepuh di beberapa daerah di Jawa Barat Selatan sudah tidak mengenali lagi maung sélang. Bahkan, umumnya baru mendengar nama maung sélang. 

Hanya Abah (lebih dari 75 tahun), yang tinggal di sekitar Balai Rukun Kampung di Ciwaru, Sukabumi Selatan, yang masih mengenali maung Sélang.

Di kampungnya beberapa kali ternak dombanya hilang. Jejak darah berceceran mengarah ke goa yang ada di bukit. Pernah juga melihat ada maung sélang yang berada di atas pohon kawung. 

Pada masa lalu, Jawa Barat menjadi habitat maung sélang. Penyebarannya sangat luas, mulai dari utara sampai selatan Jawa Barat.

Keberadaan maung sélang di berbagai daerah itu ada yang menjadi nama geografis. Inilah beberapa contoh toponim Sélang dan Cisélang.

Nama geografis Sélang, ada di Cironggeng, Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Sedangkan toponim Cisélang, terdapat di Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang.

Di Kabupaten Purwakarta ada dua nama geografis Cisélang, yaitu di Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta dan di Selaawi, Kecamatan Pasawahan.

Di Kabupaten Sumedang, Cisélang ada di Kecamatan Tomo. Di Kabupaten Cianjur ada dua nama geografis Cisélang, yaitu di Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu dan di Talagasari, Kecamatan Sindangbarang.

Di Kabupaten Tasikmalaya ada dua toponim Cisélang, yaitu di Kecamatan Kadipaten dan di Setiawangi, Kecamatan Tamansari.

Di Kabupaten Bandung Barat juga ada dua nama geografis Cisélang, yaitu di Cinagrog, Citalem, Kecamatan Cipongkor dan di Jati, Kecamatan Batujajar.

Selain daftar tersebut, sangat mungkin masih ada nama-nama geografis Cisélang. 

Baca Juga: Tugugedé Didirikan di Lereng Barat Daya Gunung Halimun

Bahwa maung Sélang itu ada, disebutkan juga dalam carita pantun Sunda yang berjudul Dadap Malang Sisi Ci Mandiri.

Penggalan kalimat yang memuat kata sélang seperti: Laju rakean ngadatangkeun tilu maung sélang (Terus Rakean mendatangkan tiga maung sélang), maung sélang tina ajian (maung sélang dari jampi).
Rakean menasihati maung sélang: Ceuk Rakean ka maung nu tilu: (Kata Rakean kepada tiga maung itu):“dulur-dulur” (saudaraku), Dia anggeus wayah jaradi manusa (Kalian sudah waktunya menjadi manusia). Jaba ti Nyi Putri jeung anakna
(Nyi Putri dan anaknya), Harirup jembar eujeung senang (hidup berkecukupan dan senang), dikaulaan ku tilu sélang (dilayani oleh tiga sélang). Rakean kaget (Rakean kaget),
Neuleu lacak ngan sapasang (melihat hanya ada sepasang), Ceuk pikirna: “boa, boa-boa! Boa cilaka
(Pikirnya, “jangan-jangan, jangan-jangan celaka), Nyi Putri beunang ku sélang (Nyi Putri diambil sélang).

Dalam cerita pantun itu, maung sélang juga dipakai untuk perumpamaan, seperti: Amun tilu maung sélang 
(bila tiga maung sélang), asup ka jero karapyak (masuk ke dalam kandang kerbau), nu mundingna aya saribu? (yang kerbaunya ada seribu?). 

Baca Juga: Telusur Nama Leuwigoong dan Kedungbunder

Jonathan Rigg, orang Inggris yang jadi pengusaha perkebunan teh, tinggal di Jasinga, Bogor. Selama bertahun-tahun mencatat kosa kata bahasa Sunda. Hasilnya dibukukan menjadi A Dictionary of the Sunda Language of Java yang diterbitkan tahun 1862.

Rigg menulis Ari sélang kudu diboro (Kalau sélang harus diburu). Tidak ada uraian tentang maung sélangnya.

Dalam kamus yang disusun oleh S Coolsma (1913), Soendaneesch-Hollandsch woordenboek ada sedikit keterangan tentang maung sélang. Méong sélang, nama harimau belang, dengan warna dasar hitam dengan belang merah: lorengnya merah.

Gambaran tentang maung sélang lebih banyak terdapat dalam roman yang berjudul De Roep van De Wildernis, karya Francisco José, yang diterbitkan oleh Perusahaan penerbitan De Toekomst dan Percetakan Kwee Khe Soei, di Batavia, 1930.

Sebagian besar sumber romannya berdasar pada pengalamannya sendiri dalam bidang pertanian skala kecil, dan pengalaman para pionir lain dalam bidang pemanfaatan lahan di Pulau Jawa.

Dalam pengantarnya, José menulis, “Sebelum terjun ke pertanian skala kecil, seseorang harus terlebih dahulu melakukan introspeksi, apakah sudah memenuhi persyaratan yang dituntut oleh pertanian skala kecil dalam hal fisik, karakter, dan kualitas lain yang diperlukan untuk sukses”.

Tentang maung sélang, Francisco José menulis, “Sapi-sapi itu terganggu oleh lengkingan meong, seekor harimau kecil yang sedang birahi, seekor harimau ganas. Di kejauhan, sapi-sapi melenguh, kerbau di kebun-kebun di sekitarnya, dan bocah-bocah angon berteriak: "Macan sélang! Macan sélang!"  

Keesokan harinya, diketahui dari penjaga, bahwa malam sebelumnya dua macan sélang telah berada di kandang ayam. Salah satunya memanjat kawat kasa dan mengendus-endus kandang ayam yang telah menimbulkan kegaduhan hebat. “Sélang mampus!"  

Dari roman De Roep van De Wildernis diketahui tentang karakter maung sélang dan manusia yang berada di sekitar habitatnya.

Sesuai adat, masyarakat sesungguhnya engganan untuk berburu macan sélang. Terlarang membunuh binatang hutan, terutama macan sélang.

Maung sélang dianggap memiliki reputasi misterius, yang membuatnya berbahaya. Masyarakat memiliki rasa hormat, dan menganggap sakral.

Belum pernah diketahui ada macan sélang yang menyakiti atau menyerang manusia. Dan, bila ada yang dengan sengaja menyakiti, membunuh maung sélang, banyak kejadian, akan terjadi sesuatu yang mengenaskan bagi yang melakukannya.

Ukuran maung sélang ini kecil bila dibandingkan dengan ukuran harimau. Tapi keberanian dan kekuatannya sangat luar biasa.

Maung sélang menjadi sangat ganas bila ada yang mencoba mencuri hewan buruannya, atau ada yang menghalangi ketika akan memangsa hewan di alam, atau ternak di kandang.

Suara meongnya memelas, yang hampir terdengar seperti rengekan. Giginya, kukunya, sangat kuat dan tajam.

Baca Juga: Geiser Cisolok

Selagi masih ada yang mengenali, selagi maung sélangnya masih ada di Sukabumi Selatan, perlu penelitian mendalam tentang keberadaan maung sélang sebelum musnah.

Perlu dilakukan pendataan tentang ukurannya, bulunya, warnanya, lingkungan hidupnya, makanannya, perilaku hidupnya, daerah jelajahnya, umurnya, genetiknya, dan banyak lagi hal yang diperlukan untuk ilmu pengetahuan, dan dalam upaya pengembangbiakannya. (*)

Jangan Lewatkan Podcast Terbaru AYO TALK:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)