Telusur Nama Leuwigoong dan Kedungbunder

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Leuwi Lieuk di aliran Ci Leungsi, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Leuwi Lieuk di aliran Ci Leungsi, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Kecamatan Leuwigoong di Kabupaten Garut dan sekitarnya, ronabuminya datar, dengan lebarnya sekitar 11 km, yang membentang antara kaki Gunung Mandalawangi sampai aliran Ci Manuk.

Kawasan yang berada di ketinggian +600 m dpl ini ditoreh Ci Manuk, membentuk lembah di ketinggian +560 m dpl, dan ada ruas sungai yang berkelok-kelok. 

Secara alami, lubuk umumnya terbentuk di kelokan sungai. Di sana arus sungai sedikit melambat, namun arus di dasarnya berpusar menggerus material yang semula diendapkan di sana. Inilah yang menyebabkan semakin lama lubuk atau leuwi akan semakin dalam. 

Seluruh material yang semula berada di dasar sungai terbawa ke bagian hilirnya, membentuk dasar sungai yang sedikit dangkal, dengan kecepatan aliran yang deras. 

Di ruas sungai inilah airnya lebih jernih, sehingga banyak dipilih menjadi tempat untuk membersihkan pakaian dan alat rumahtangga. 

Leuwi di kelokan sungai, dengan dasar yang lebih dalam, dengan arus di permukaan yang berpusar sebelum lepas ke hilir. Pusaran arus di permukaan dan gerusan arus di dasar sungai itulah yang membentuk runabumi lubuk menjadi membulat. 

Sangat mungkin, ketika leuwi itu dilihat dari atas, bentuknya menyerupai gong (dalam bahasa Sunda goong), maka lubuk itu dinamai Leuwi Goong. 

Ketika penduduk menghuni kawasan di sekitar Leuwi Goong, maka di Jawa Barat sudah lazim, nama tempat bermukim baru itu menggunakan nama geografis yang sudah ada lebih awal. Nama lubuk di sungai itu ditulis dipisahkan, seperti Leuwi Goong. 

Namun, ketika banyak yang datang di sekitar Leuwi Goong, kemudian membentuk perkampungan, berkembang menjadi desa, atau menjadi kecamatan, maka menulisnya menjadi Leuwigoong.   

Halte Leuwigoong, Kabupaten Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: NFarras)
Halte Leuwigoong, Kabupaten Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: NFarras)

Ketika di sana dibuat rel kereta api dan ditetapkan halte, perhentian kereta api di sekitar Desa Leuwigoong, maka namanya Halte Leuwigoong (+617 m dpl), yang selesai dibangun tanggal 14 Agustus 1889.

Di stasiun inilah pada tanggal 4 Februari 1978 menjadi tempat dilumpuhkannya Mat Peci dengan peluru sampai meninggal.

Mat Peci alias Mamat, terkenal sebagai perampok yang kejam dalam melakukan perampokannya. Seperti membunuh polisi dan merampas pistol revolvernya. Pistol rampasannya oleh Mat Peci dijadikan senjata untuk melakukan perampokan di Bandung, Cirebon, dan Sukabumi.

Mat Peci berasal dari keluarga terpandang di Leuwigoong, namun patah hati karena lamarannya ditolak oleh orang tua gadis idamannya.

Merantaulah dia ke Bandung, dan itu menjadi sekolah baginya ketika banyak bertemu dengan kalangan yang biasa melakukan perampokan.

Mamat yang alumni pesantren di Garut, sudah biasa ke mana-mana memakai peci (kopeah). Inilah nama aliasnya berasal.

Kisah perampok ulung dengan ilmu kebalnya yang memendam luka patah hatinya, kemudian diangkat menjadi film dengan judul Mat Peci (Pembunuh Berdarah Dingin).

Keterkenalan dalam perampokannya yang brutal, dan romantisme Mat Peci dengan pacar masa remajanya saat dalam perburuan polisi, kemudian dibuat film komersial.

Popularitasnya mengalahkan film Hollywood yang sedang tayang di Bandung. Dan pada tahun 2019, kisah Mat Peci dijadikan lagu oleh Bendi Harmoni. 

Baca Juga: 10 Tulisan Terbaik AYO NETIZEN Juni 2025, Total Hadiah Rp1,5 Juta

Di Jawa Barat, lubuk di sungai disebut leuwi, seperti beberapa contoh yang abadi menjadi nama geografis:

  • Desa Leuwigoong dan Kecamatan Leuwigoong di Kabupaten Garut

  • Leuwi Cingcin di Karyamukti, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat

  • Leuwi Dulang di Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung

  • Leuwi Jubleg di Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut

  • Leuwi Kancah di Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta

  • Leuwi Seeng di Kaduwulung, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, dan Leuwi Muih di Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat

  • Leuwiabrul di Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung

  • Leuwi Areuy di Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor

  • Leuwigajah di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Leuwi Hejo di Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor

  • Leuwi Kacapi di Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut

  • Leuwi Kancra di Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur

  • Leuwi Korsi di Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Leuwi Kuning di Desa Pameungpeuk, Kabupaten Garut

  • Leuwi Loa di Banjarwangi, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut

  • Leuwinanggung di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut

  • Leuwiodeng di Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur

  • Leuwi Lieuk di Desa Karangtengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor

  • Leuwipanjang di Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung

  • Leuwi Tonjong di Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Leuwiurug di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Leuwi, disebut juga kedung, seperti beberapa contoh yang abadi dalam nama geografis:

  • Kedungbunder di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Kedungcigadog di Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya

  • Kedungcoet di Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu

  • Kecamatan Kedungwaringin di Kabupaten Bekasi, Kedungwuluh di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran

  • Kedungwungu di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu

  • Kedungcopong di Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut

  • Kedungjeruk di Kecamatan Cibuaya, Karawang

  • Kedungkole di Karangmekar, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Kedungsoga di Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, Karawang.

Dan masih banyak contoh toponim yang memakai kata kedung.

Itulah beberapa contoh toponimi di Jawa Barat yang memakai kata leuwi dan kata kedung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)