Sayur Lodeh: Makanan Lokal yang Penuh dengan Nilai Tradisi Masyarakat Jawa

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Sayur Lodeh Warung Ngonah Braga (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sayur Lodeh Warung Ngonah Braga (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Makanan lokal yang khususnya ada di Indonesia, seringkali tidak lepas dari nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat di dalamnya. Menurut FG Winarno (1999), makanan tradisional merupakan jenis makanan yang erat kaitannya dengan fenomena lokal sekitar.

Maksudnya, ada hal-hal yang melatarbelakangi tumbuh kembangnya suatu makanan yang ada di sebuah daerah atau pemukiman. Kental dengan sejarah, adat istiadat, tradisi, kepercayaan serta agama yang berbaur menjadi satu dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat tertentu.

Pendapat lain yang disampaikan melalui teori Edwards Inskeep, sebuah makanan lokal mencerminkan sejarah dan kebudayaan dari suatu daerah dan dapat menjadi atraksi untuk banyak turis.

Makanan juga bukan hanya sekedar kebutuhan untuk memenuhi rasa lapar. Bagi beberapa masyarakat, makanan bisa menjadi identitas diri suatu daerah.

Misalnya saja gudeg menjadi simbol khas masyarakat Yogjakarta. Rendang menjadi simbol entitas masyarakat Sumatera Barat. Pun dengan Bandung , peuyeum atau tape singkong juga menjadi ciri khas daerahnya.

Yogjakarta yang sangat kental dengan budaya era masa lampau, masih memegang teguh beberapa tradisi atau upacara dalam rangka menolak bala (penyakit) juga mensyukuri beberapa berkat dari alam.

Kehadiran sayur lodeh yang berdasarkan sejarah, diyakini sudah ada sejak peradaban Jawa Tengah pada abad ke-10. Bahkan konon katanya sayur lodeh ini membantu masyarakat melewati masa-masa sulit selama meletusnya gunung Merapi pada tahun 1006.

Adapun sejarawan lain dalam bidang kuliner yaitu Fadly Rahman, memprediksi kuliner lodeh sudah ada sejak abad ke -16, tepatnya saat bangsa Spanyol dan Portugis memperkenalkan sayur kacang panjang ke daerah Jawa.

Kemudian pada abad ke -20 keberadaan sayur lodeh ini menguat ketika Sulthan Hamengkubuwono VIII meminta masyarakat untuk memasak sayur lodeh saat terjadi wabah pes.

Dalam sebuah penelitian tugas akhir yang dilakukan oleh Tri Risnawati yang berjudul Rasionalitas Dalam Tradisi Sayur Lodeh 7 Rupa Sebagai Tolak Bala Pada Masyarakat di Dusun Sendowo Sleman, tradisi sayur lodeh 7 rupa ini masih diselenggarakan dalam rangka menolak bala. Sebuah sayur yang dibuat dengan kuah santan dan berisi sayuran seperti kluwih, kacang panjang, daun mlinjo, kulit mlinjo, terong, waluh dan tempe.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa masyarakat dusun Sendowo merasa aman dan nyaman serta mengurangi adanya rasa kekhawatiran saat mengkonsumsi sayur lodeh di era Covid-19.

Kehadiran sayur lodeh yang berdasarkan sejarah, diyakini sudah ada sejak peradaban Jawa Tengah pada abad ke-10. (Sumber: Wikimedia Commons/Midori)
Kehadiran sayur lodeh yang berdasarkan sejarah, diyakini sudah ada sejak peradaban Jawa Tengah pada abad ke-10. (Sumber: Wikimedia Commons/Midori)

Terlepas dari kuliner yang menggugah selera, ternyata sayur lodeh memiliki makna dalam setiap bahannya. Seperti yang dikutip dalam buku karya Koentjoro Seoparno dkk, yang berjudul Ragam Ulas Kebencanaan, menyebutkan bahwa :

  1. Kluwih

    Kluwih merupakan sayur yang memiliki kandungan gizi yang lengkap, mulai dari Vitamin A, B1, B2, B3, C, Kalium, Zat besi, protein serta betakaroten. Berguna untuk membantu melancarkan pencernaan karena memiliki kandungan serat yang tinggi, dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah, serta menjaga vitalitas tubuh tetap baik. Selain itu kluwih juga dipercaya memiliki makna kaluwargo luwihono anggone gulowentah gatekne, yang berarti keluarga yang harus diperhatikan dengan memberi banyak nasehat dan perhatian.

  2. Kacang Panjang

    Sayuran ini mengandung kaya antioksidan terutama jenis flavonoid. Kacang panjang juga bisa bermanfaat bagi kesehatan jantung, mengontrol kadar gula dalam darah serta meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara menurut filosofi Jawa Cangcane Awakmu, ojo lungo-lungo, yang berarti masyarakat dihimbau untuk berdiam diri di rumah dan jangan banyak berpergian untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya

  3. Terong

    Dalam tradisi Jawa, terong memiliki makna Terusne anggone olehe manembah Gusti ojo datnyeng, mung yen iling tok, yang berarti beribadah secara rutin jangan hanya ketika butuh dan ingin saja.

  4. Kulit Mlinjo

    Dalam tradisi Jawa kulit Mlinjo memiliki makna tentang kedalam diri untuk memperbaiki diri (instrospeksi), jangan hanya melihat sesuatu berdasarkan kasat mata saja.

  5. Waluh

    Bahan masakan yang bisa diolah dalam bentuk sayur atau tumisan ini memiliki banyak kandungan vitamin serta mineral. Dalam makna Jawa waluh memiliki filosofi sebagai makna rasa syukur manusia dalam memandang kehidupan.

  6. Godong So

    Merupakan daun mlinjo yang masih muda, dibalik rasanya yang sedikit pahit ternyata bermakna sebagai manusia harus banyak berkumpul dengan orang-orang yang shaleh dan harus mempelajari wabah atau suatu penyakit yang datang di sebuah daerah.

  7. Tempe

    Sebuah bahan masakan yang amat populer bagi masyarakat indonesia di dataran manapun. Ternyata tempe memiliki makna dalam bahasa Jawa yaitu, Temenono olehe dedepe nyuwun pitulungane Gusti Allah, yaitu harus banyak bersabar, tangguh dalam menghadapi ujian dan selalu meminta pertolongan Tuhan.

Sementara itu di daerah Jawa Barat, lodeh juga memiliki ciri khas yang sedikit berbeda, selain ke tujuh menu sayuran tersebut, Bandung sendiri selalu menyajikannya dengan tambahan jagung, tahu dan cabe rawit atau gendot.

Selain gurih tapi juga segar dari rasa cabe yang lumayan pedas. Selain itu masyarakat Sunda juga menyantap sajian ini dengan lauk tempe goreng, ikan asin dan sambal terasi. Pada beberapa daerah bahkan sayur lodeh disantap bersama kerak nasi yang garing meski sedikit pahit.

Begitu juga dengan sayur lodeh yang disantap oleh penulis, bersama dengan nasi hangat juga kerupuk dan sambal membuat lidah seakan tiada henti meminta untuk menambah sajian nasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)