Hikayat TPU Cikadut, Kuburan China Terluas di Bandung yang Penuh Cerita

3 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
TPU Cikadut (Sumber: bandung.go.id)
TPU Cikadut (Sumber: bandung.go.id)

AYOBANDUNG.ID - Di sebuah perbukitan di utara Kota Bandung, berdiri sebuah tempat yang bisa bikin merinding dan tersenyum sekaligus: TPU Cikadut, atau yang kerap disebut warga sebagai Kuburan China. Jangan dulu bayangkan suasana seram khas film horor kelas tiga. TPU ini, walau bernuansa tenang dan sedikit mistis, justru lebih mirip museum terbuka yang menyimpan sejarah kota dan kisah cinta lintas etnis yang tak tercatat dalam buku pelajaran.

Bayangkan, di sinilah etnis Tionghoa Bandung—yang sejak tahun 1800-an sudah ikut membangun kota ini dari pasar hingga pabrik tekstil—beristirahat dalam damai. Bukan di liang lahat biasa, melainkan di makam-makam megah yang bentuknya kadang lebih mirip rumah liburan daripada tempat peristirahatan terakhir.

Letaknya di Jatihandap, di sebuah kawasan berbukit yang memaksa peziarah untuk membakar kalori lebih dulu sebelum sampai ke titik-titik makam yang tersebar acak namun terorganisir.

“Di bawah juga ada makam, Neng, lihat-lihat aja,” kata Juhri alias Abah Abang, sang kuncen legendaris yang sudah wara-wiri di sini sejak usia 10 tahun. Ia kini jadi semacam penjaga semi-resmi, yang tahu betul di mana saja letak para ‘penghuni’ TPU Cikadut, termasuk siapa yang kawin campur dan siapa yang dimakamkan dua kali (secara simbolik, tentu saja).

Salah satu yang menarik adalah Monumen Atlantic Park, bangunan putih yang lebih cocok jadi tempat meditasi daripada kuburan. Di dalamnya, selain ada guci berisi tulang-belulang keluarga Wong Pak Kian, juga ada ruangan kecil tempat Juhri berteduh dari gerimis dan sesekali, berpikir tentang hidup.

“Oh ini mah tempat istirahat juga. Tapi jangan takut, enggak ada yang ganggu, paling tikus doang,” katanya sambil terkekeh, membukakan pintu besi menuju menara abu.

Tak jauh dari situ, ada pula makam tertua, milik seorang pria Belanda yang menikahi perempuan Tionghoa. Tahun lahirnya 1885, wafat 1921. Sebuah angka yang, menurut Juhri, “dari sebelum saya lahir juga udah ada itu nisan, tapi saya enggak bisa baca tulisan Belandanya.”

Salah satu makam Tionghoa di TPU Cikadut. (Sumber: bandung.go.id)
Salah satu makam Tionghoa di TPU Cikadut. (Sumber: bandung.go.id)

Bukan Cuma untuk Tionghoa

TPU Cikadut memang mayoritas berisi makam etnis Tionghoa. Tapi jangan buru-buru menyimpulkan isinya homogen. Nyatanya, banyak juga kisah silang budaya di tempat ini.

Contohnya makam Djuhriah, seorang kepala sekolah SD Priangan Bandung yang wafat pada 1969. Dari nisannya, terlihat gaya Islam yang khas—nisan di bagian kepala, keramik biru. Tapi letaknya berdampingan dengan makam sang suami dan mertuanya yang Tionghoa. Romantis sampai mati, dan tetap satu komplek.

“Dulu guru-gurunya suka ke sini ziarah pas Hari Guru,” ujar Juhri, yang tampaknya sudah hafal siapa saja pengunjung musiman TPU Cikadut, dari keluarga pejabat sampai alumni SD.

Cerita lain datang dari makam Ipoh, seorang muslimah yang dimakamkan dengan nisan bertuliskan kalimat tauhid, tapi di sekelilingnya terdapat ornamen bunga teratai khas kuburan Tionghoa. “Suaminya Cina, Neng, yang penting damai, ya,” kata Juhri dengan gaya bijak khas warga yang sudah terlalu sering berbicara dengan orang hidup dan almarhum sekaligus.

Kalau tak ingin berkeliling terlalu jauh (karena TPU ini luasnya sekitar 6 hektar), Anda bisa sekadar mampir ke krematorium yang dibangun pada 1961. Tempat ini dirintis oleh sembilan pengusaha Tionghoa yang urunan Rp15.000, jumlah yang saat itu cukup untuk membeli satu truk bakso, atau setidaknya mendirikan satu yayasan pemulasaraan jenazah.

Baca Juga: Jejak Kampung Dobi Ciguriang, Sentra Kuli Cuci Era Kolonial

“Sekarang kebanyakan dikremasi. Udah enggak kayak dulu, yang punya lahan gede bisa dikubur. Yang lain ya kremasi aja, abunya ditaruh di menara,” jelas Abung, penjaga krematorium yang siang itu lebih sibuk memindahkan bangku plastik daripada mengurus upacara duka.

Bagi yang berminat melakukan ziarah budaya, TPU Cikadut bisa jadi destinasi yang mengasyikkan asal datang pagi-pagi, dan jangan lupa bawa minum sendiri. Pintu masuknya tak jauh dari jalan besar, tapi jalur ke dalamnya cukup menanjak, dan kadang ditemani oleh ilalang yang tumbuh bebas seperti pertanyaan hidup yang tak kunjung terjawab.

Seperti TPU Cikadut sendiri, yang menyimpan banyak hal: kisah cinta beda agama, tokoh sejarah yang nyaris dilupakan, kremasi yang khidmat, hingga arsitektur makam yang tak kalah dari vila di Lembang. Sebuah tempat peristirahatan yang penuh dinamika.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)