Rawat Literasi, Hidupkan Imajinasi

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 08 Jul 2025, 10:18 WIB
Mahasiswa sedang asyik membaca di Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas)

Mahasiswa sedang asyik membaca di Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas)

Sabtu sore, seperti biasa, saat berjalan-jalan di kampus UIN Bandung sambil ngabuburit. Tiba-tiba, anak ketiga, Kakang, yang baru berusia empat tahun, merengek sambil menarik-narik bajuku. Tepat di depan Gedung Rachmat Djatnika, langkah kaki kecilnya berhenti sebentar dan tiba-tiba berlari menuju pintu masuk perpustakaan.

Anak kedua, Aa Akil (10 tahun), berseru, “Kakang mau ke mana? Ini hari libur, Perpustakaan tutup! Sebentar lagi Magrib!”

Kakang tetap berlari penuh semangat dan tidak menghiraukan panggilan Aa, hingga akhirnya terjatuh di tangga. Bocah kecil itu menangis, ingin sekali mendengarkan dongeng, membaca buku bergambar hewan, gajah, singa, dan kuda kesukaannya.

Sayangnya, pintu Perpustakaan sudah tertutup rapat.

Aa Akil, anak kedua (10 tahun) sedang beraksi di depan Gedung Rachmat Djatnika (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil, anak kedua (10 tahun) sedang beraksi di depan Gedung Rachmat Djatnika (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Memang, tidak sering berkunjung ke Perpustakaan yang terakreditasi A, tapi beberapa kali pernah mampir. Masih segar dalam ingatanku saat itu, seorang kawan (petugas perempuan, pustakawan), sedang berjaga dan menyambut hangat kedatangan kami.

Perempuan berjilbab pink itu berkenalan dengan Kakang yang sangat senang dan riang gembira. Ya dipilihkan buku-buku dan dibacakan langsung di ruang BI Corner.

Sesekali terdengar suara kecilnya berkata, “Ini gambar gajah! Ini kuda! Ini singa!”

“Hebat!” jawab kawanku sambil mengusap lembut rambut Kakang yang duduk di sampingnya.

Untuk Aa Akil dipilihkan buku-buku dongeng berbahasa Inggris bertema hewan. Lantas membacanya dengan penuh antusias.

Sore itu, sesuai jadwal, perpustakaan memang tutup. Namun kerinduan seorang anak kecil pada buku, dongeng, kehangatan cerita terus menggebu-gebu dan masih tetap terbuka lebar di hati.

Perpustakaan Nasional Menjadi Perpustakaan Tertinggi di Dunia (Sumber: www.goodstats.id | Foto: GNFI)
Perpustakaan Nasional Menjadi Perpustakaan Tertinggi di Dunia (Sumber: www.goodstats.id | Foto: GNFI)

Rendahnya Minta Baca

Ironisnya, dalam liputan bertajuk Punya Perpustakaan Tertinggi di Dunia, Minat Baca di Indonesia Masih Rendah edisi Selasa (4/3/2025).

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pernah menerima penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Gedung Perpustakaan Tertinggi di Dunia. Penghargaan ini diberikan pada tanggal 8 Januari 2024 oleh CEO MURI, Jaya Suparna, kepada Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz.

Prestasi luar biasa bagi Indonesia, mengingat gedung perpustakaan ini kini memiliki tinggi sekitar 126,3 meter dengan 27 lantai, menjadikannya yang tertinggi di dunia.

Meski dinobatkan menjadi negara dengan gedung perpustakaan tertinggi di dunia, apakah minat membaca masyarakat Indonesia sama tingginya dengan perolehan penghargaan itu?

Nyatanya tidak, kendati memiliki fasilitas dan koleksi yang luar biasa, minat baca masyarakat Indonesia tetap menjadi tantangan besar. Survei yang dilakukan oleh GoodStats pada Januari hingga Februari 2025 menunjukkan fakta mengejutkan.

Hanya satu dari lima orang yang rutin membaca buku setiap hari, sementara 17% responden hanya membaca sesekali, dan 15,4% lainnya, bahkan jarang membaca buku.

Minimnya minat baca ini dipengaruhi oleh berbagai faktor; kurangnya motivasi untuk membaca, minimnya akses ke bahan bacaan yang berkualitas, pengaruh budaya yang cenderung lebih mementingkan hiburan instan seperti media sosial, televisi.

Padahal, membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan pengetahuan.

Uniknya, meskipun minat baca rendah, hasil survei merinci sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung memilih buku dengan genre yang lebih aplikatif, seperti buku pengembangan diri (65%), nonfiksi (60,1%), dan pendidikan (57,4%).

Di sisi lain, buku fiksi masih diminati, dengan 50,6% responden mengaku menyukai buku-buku bergenre fiksi, seperti novel, cerita pendek, dan fiksi ilmiah. Buku fiksi menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melepas penat dan menikmati hiburan.

Perpusnas telah menjadi simbol kebanggaan Indonesia dengan prestasi sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. Namun, untuk benar-benar menciptakan budaya baca yang kuat di Indonesia, dibutuhkan lebih dari sekadar fasilitas fisik yang megah.

Perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan minat baca melalui penyediaan bahan bacaan yang relevan, penguatan motivasi membaca sejak dini, dan pengembangan budaya literasi di berbagai kalangan masyarakat. (www.goodstats.id)

Frekuensi Publik Membaca Buku (Sumber: www.goodstats.id | Foto: GoodStats)
Frekuensi Publik Membaca Buku (Sumber: www.goodstats.id | Foto: GoodStats)

Bukan Sekadar Tempat Membaca

Kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses sumber bacaan. Kini, pemustaka tidak harus datang langsung ke gudang ilmu pengetahuan.

Tentunya perpustakaan didorong untuk memperluas peran dan fungsinya agar tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi jadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Deni Kurniadi, menegaskan transformasi perpustakaan menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat perannya sebagai sarana belajar.

Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat membantu masyarakat menjawab berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. "Peran perpustakaan tidak hanya mencerdaskan, juga bisa dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan Sensus Perpustakaan 2018, tercatat ada 164.610 unit perpustakaan di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 6.552 unit merupakan perpustakaan khusus yang tersebar di kementerian, lembaga, perusahaan, organisasi sosial, rumah ibadah, dan institusi lainnya.

Perkembangan teknologi digital dan integrasi data telah memengaruhi perilaku pemustaka dalam mencari informasi. Kini kunjungan fisik ke perpustakaan bukan lagi menjadi tolok ukur utama dalam menilai kinerja layanan.

Konvergensi layanan menjadi keniscayaan. Perpustakaan perlu dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti multimedia, ruang pelatihan, galeri pameran, hingga kafe. Perpustakaan perlu membangun jejaring dengan komunitas warga guna mengoptimalkan potensi literasi dan sumber bacaan.

Transformasi layanan dan inovasi digital menjadi langkah strategis yang harus dilakukan. Caranya dengan pengembangan konten digital yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan informasi.

Peran penting perpustakaan dalam peningkatan literasi bangsa perlu didefinisikan ulang. Literasi saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, meliputi kedalaman pengetahuan terhadap suatu bidang yang dapat diimplementasikan menjadi inovasi nyata.

Aa Akil (10 tahun), Kakang (4 tahun) sedang asyik membaca di perpustakaan alakadarnya (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil (10 tahun), Kakang (4 tahun) sedang asyik membaca di perpustakaan alakadarnya (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Membangun Ekosistem

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, menegaskan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat merupakan amanat konstitusi. Dalam konteks ini, perpustakaan menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

"Kalau tidak membaca, itu akan menjadi masalah. Sebab, belum ada cara instan di seluruh dunia yang mampu menginjeksi ilmu pengetahuan ke dalam kepala," katanya.

Literasi masa kini soal kedalaman ilmu yang dapat diolah menjadi produk dan jasa berkualitas tinggi, mampu bersaing di tingkat global.

"Jadi, bukan sebatas pada baca dan tulis. Jangan lagi bayangkan perpustakaan sebagai satu buku untuk satu orang. Tapi bagaimana mengubah paradigma masyarakat agar menjadi produsen ilmu pengetahuan," tandasnya.

Ketua Umum Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPKI), Eka Meifrina, menyatakan perpustakaan khusus kini mengalami perubahan besar seiring pesatnya perkembangan internet.

Karena itu, perpustakaan harus mampu beradaptasi agar tetap relevan sebagai penggerak transfer pengetahuan dan peningkatan literasi masyarakat. (Kompas, 27 September 2022)

Mahasiswa sedang asyik membaca di Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas)
Mahasiswa sedang asyik membaca di Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: www.uinsgd.ac.id | Foto: Humas)

Rahasia Anak Gemar ke Perpustakaan

Dalam buku Kiat Jitu Anak Gemar Baca Tulis, dijelaskan tujuh kiat agar anak tertarik dan bersemangat mengunjungi perpustakaan. Berikut rahasia dan langkah yang bisa diterapkan.

1. Beri Kebebasan Memilih Buku Sendiri

Biarkan anak memilih buku sesuai minat dan kesukaannya. Ini penting agar mereka merasa memiliki kendali atas apa yang dibaca dan lebih termotivasi untuk membaca.

2. Lakukan Rihlah Ilmiah ke Perpustakaan

Ajak anak melakukan kunjungan ke perpustakaan, meskipun mereka belum bisa membaca. Biarkan mereka berkeliling, melihat-lihat koleksi buku di rak, dan memilih buku untuk dibaca atau dilihat gambarnya.

Aktivitas ini membentuk kebiasaan positif dan membuat perpustakaan terasa seperti tempat yang menyenangkan. Anak akan menikmati aktivitas sederhana seperti mengembalikan buku ke rak pengembalian atau memilih buku baru untuk dipinjam.

3. Pilih Perpustakaan yang Ramah Anak

Sekarang ini banyak perpustakaan yang dirancang khusus untuk anak-anak, dengan desain interior yang ceria dan koleksi buku yang sesuai dengan usia mereka, seperti buku cerita, dongeng, komik, hingga buku pengetahuan anak.

Tujuannya untuk menciptakan pengalaman menyenangkan yang merangsang minat baca sejak dini.

4. Daftarkan Anak sebagai Anggota Perpustakaan

Segera daftarkan diri dan anak sebagai anggota perpustakaan terdekat. Aktivitas ini memberikan rasa memiliki terhadap perpustakaan dan mempermudah akses buku bacaan secara rutin.

5. Bacakan Buku Cerita Bergambar

Anak-anak sangat menyukai buku bergambar, apalagi yang menampilkan tokoh binatang,  karakter favorit mereka. Ajak anak memilih buku di rak, lalu cari tempat nyaman untuk membacakannya.

Setelah membaca, libatkan anak dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan cerita, gambar dalam buku itu agar pengetahuannya makin terus berkembang.

6. Ajarkan Tata Cara Meminjam dan Mengembalikan Buku

Jelaskan buku-buku di perpustakaan boleh dipinjam. Setelah anak memilih buku yang disukai, bimbing untuk meminjam melalui petugas. Ini sekaligus melatih anak berinteraksi dan memahami prosedur perpustakaan.

7. Tanamkan Tanggung Jawab terhadap Buku

Anak perlu diajari tentang tanggung jawab menjaga buku yang dipinjam, disiplin dalam mengembalikannya tepat waktu. Ini melatih kedisiplinan dan rasa hormat terhadap fasilitas umum. (Ana Widyastuti, 2017: 32–33)

Aa Akil, anak kedua (10 tahun), dengan semangat berpose di depan batu bertuliskan “Perpustakaan" UIN Bandung. (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil, anak kedua (10 tahun), dengan semangat berpose di depan batu bertuliskan “Perpustakaan" UIN Bandung. (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Setiap tanggal 7 Juli, Indonesia memperingati Hari Pustakawan Nasional. Sejatinya harus menjadi momen penting untuk merefleksikan kembali peran pustakawan dalam meningkatkan ekosistem pengetahuan dan budaya baca.

Pasalnya, selamat ini masih dianggap (sekadar) penjaga buku. Padahal pustakawan adalah penjaga gerbang literasi, penuntun imajinasi, sekaligus sahabat belajar bagi setiap generasi.

Di tengah arus digital, media sosial dan gempuran konten instan, minat baca, literasi, edukasi masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan terbesar. Hasil survei menunjukkan aktivitas membaca belum menjadi budaya dominan yang membanggakan.

Namun di balik angka-angka kecil dan minim itu, ternyata selalu ada harapan yang (terselip) tumbuh subur di perpustakaan, di toko buku, di pameran literasi, hatta di lapak-lapak buku bekas yang setia hadir di pinggir jalan.

Rupanya dari ruang-ruang sunyi perpustakaan, justru benih-benih literasi terus tumbuh, dirawat, dijaga terus oleh para pustakawan dengan tangan dingin, sabar dan tekun.

Kita bisa melihatnya dari kebiasaan anak-anak yang dengan antusias menjelajahi rak-rak buku di perpustakaan sekolah, daerah, kampus, komunitas, jalanan.

Para remaja yang rela antre demi novel favorit di pameran buku tahunan, festival buku. Keluarga bersahaja yang menjadikan akhir pekan sebagai waktu berburu bacaan di toko buku, lapak jadoel. Di sanalah literasi dirawat, imajinasi dirayakan secara bersama-sama dan terang benderang.

Kakang anak ketiga (4 tahun) sedang asyik melihat gambar di BI Corner Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Kakang anak ketiga (4 tahun) sedang asyik melihat gambar di BI Corner Perpustakaan UIN Bandung (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Pustakawan hadir bukan hanya sebagai pengarsip, melainkan kurator ide, gagasan. Mereka menghadirkan ruang inklusif yang tak hanya menyimpan buku sekaligus menyalakan kehangatan mulai dari diskusi, workshop, klub baca, hingga literasi digital.

Pada mereka tertumpu semangat membara untuk membantu anak-anak menemukan buku pertama yang bisa mengubah hidup. Misalnya novel petualangan, ensiklopedia bergambar, sampai dongeng sebelum tidur terlelap.

Peringatan Hari Pustakawan seharusnya bukan hanya seremonial belaka. Melainkan panggilan untuk terus menghidupkan literasi sebagai budaya dan gaya hidup.

Terus menumbuhkan cinta baca sejak dini, menciptakan ruang baca yang nyaman, menarik, asyik dan menjembatani keterbatasan akses dengan kreativitas tanpa batas.

Ingat dalam setiap halaman yang dibaca, selalu ada dunia baru yang terbuka lebar. Dalam setiap buku yang dijelajahi, ada jendela imajinasi yang meluaskan cakrawala berpikir dan bertindak nyata.

Mari terus merawat literasi dan merayakan imajinasi untuk ikut mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas, kritis, berdaya, hebat dan tercerahkan. Selamat Hari Pustakawan. Terima kasih telah menjaga cahaya pengetahuan agar tetap menyala. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

News Update

Ayo Netizen 28 Nov 2025, 23:00 WIB

Trotoar di Bandung: Jalan Kaki di Zaman Sandal Jepit ke Zaman Sneaker Premium

Trotoar di Bandung bukan sekadar tempat berjalan, tapi panggung kehidupan kota — kadang panggung tragedi, kadang komedi, seringnya keduanya sekaligus.
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Biz 28 Nov 2025, 21:27 WIB

Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya.
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 20:51 WIB

An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti.
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 19:11 WIB

Cadasngampar dan Cicadas Itu Endapan Material Letusan Gunung Api 

Menelisik asal-asul nama geografis Cicadas dan Cadasngampar.
Cadasngampar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Ayo Jelajah 28 Nov 2025, 18:46 WIB

Hikayat Kota Hantu Semipalatinsk, Halaman Belakang Uni Soviet yang jadi Kuburan Senyap Radiasi

Kisah suram Semipalatinsk, situs uji coba nuklir Soviet yang meninggalkan radiasi dengan jejak 456 ledakan nuklir, jutaan penduduk terdampak, dan kota yang membeku dalam kesunyian
Tampakan Semipalatinsk di Semey, Kazakhstan dan bekas lokasi uji coba senjata nuklir utama Uni Soviet dari tahun 1949 hingga 1989 (Sumber: Google Earth)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:37 WIB

Tren Olahraga Pilates: Solusi Kebugaran Holistik untuk Gaya Hidup Urban Bandung

Maulia Putri seorang praktisi gaya hidup sehat di Bandung, menceritakan manfaat pilates yang menjadikan latihan ini sebagai rutinitas.
Dua perempuan sedang melakukan latihan pilates pada Sabtu Siang, (08/11/25) di Studio Pilates Mekarwangi, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penuis | Foto: Maya Amelia)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 18:15 WIB

Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

Saat malam mulai turun di kaki Gunung Burangrang, kawasan Dusun Bambu berubah menjadi ruang wisata penuh cahaya.
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:20 WIB

Kreativitas Generasi Z Bawa Warna Baru bagi Industri Pernikahan Bandung

Inovasi Gen Z dari Marlina mendorong Indhira Wedding Organizer berkembang pesat di Bandung.
Tim Indhira Wedding Organizer mengatur prosesi pernikahan adat Sunda di Bandung dengan detail dan kehangatan (18/10/2025). (Sumber: Indhira Wedding Organizer)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 17:03 WIB

Inovasi Risol yang Menggabungkan Citra Rasa Modern dan Pelestarian Budaya Sunda

Mourisol menyajikan risol premium dengan 8 varian rasa unik. Ukurannya besar, cocok sebagai pengganti makan berat.
Gambar 1.1 Rissol yang menjadi keunggulan Mourisol (5/11/2025) (Foto: (Sumber:Maura))
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:49 WIB

Makna Budaya Siraman dalam Pernikahan Adat Sunda

Pengantin asal Bandung, memilih melaksanakan tradisi siraman sebelum prosesi pernikahannya sebagai bentuk penyucian diri dan pelestarian budaya adat Sunda.
Mutiara Syoba’ah sedang melakukan budaya sakral siraman sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, Jumat (14/01/2022) (Sumber: Dokumentasi Wedding Organizer | Foto: Ali Solehudin)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 16:39 WIB

Ko Dalang Menghidupkan Warisan Wayang Golek di Tengah Arus Modernisasi Budaya

Wayang Golek dihidupkan Ko Dalang Irfan lewat inovasi bahasa, durasi, dan alur modern.
Ko Dalang menampilkan pertunjukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo diiringi  dengan musik tradisional Sunda, Kamis (6/11/25), Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 15:24 WIB

Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

Wahana seru sekaligus uji nyali di tengah Kota Bandung.
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 14:29 WIB

Perluasan Area Petting Zoo Farmhouse Lembang: Pengalaman Belajar yang Menarik dan Seru

Wisata edukasi bernuansa Eropa yang terletak di dataran tinggi wilayah Bandung.
Seoarang anak memberi makan kelinci di area petting zoo Farmhouse Lembang (Sabtu 8/11/25). (Sumber: Fauzi Ananta)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 13:01 WIB

Olahraga Musim Dingin di Tengah Hangatnya Kota Kembang

Sensasi meluncur di atas es dengan latar taman hijau, arena semi outdoor pertama di Indonesia ini jadi spot seru.
Pengunjung menikmati kegiatan bermain ice skating pada sore hari di Garden Ice Rink, Paris Van Java, Bandung (14/09/2025). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 10:42 WIB

Tips Mancing Gacor dari Komunitas! Wajib Tahu Komposisi Bahan terhadap Kualitas Umpan Ikan

Yang bikin Umpan TMK beda dari yang lain, bahan-bahannya bukan asal-asalan.
Team TOMCAT FISHING mengikuti lomba memancing acara DR FISHING Competition dan mendapatkan hadiah uang tunai pada 17 September 2025. (Sumber: Radhit Adhiyaksa Hermanto | Foto: Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 09:33 WIB

Pelari Kalcer Merapat! Komunitas Olahraga Gen-Z Hadir di Kota Bandung

Berawal dari rasa FOMO, para Gen-Z di Bandung mulai menjadikan olahraga sebagai pilihan gaya hidup.
Para Anggota Olahraguys Sedang Melakukan Persiapan Untuk Kegiatan FunRun X Mad.Cultureid, Sukajadi, Kota Bandung (21/10/2025) (Sumber: Olahraguys | Foto: Olahraguys)
Ayo Netizen 28 Nov 2025, 08:59 WIB

Yoga Outdoor, Tren Hidup Sehat di Bandung

Sanggar Senam Vinisa menawarkan kelas untuk semua usia, memberi relaksasi, ketenangan, dan interaksi sosial, dengan tarif terjangkau.
Peserta melakukan yoga bersama di outdoor, Podomoro Park, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wan Maulida Kusuma Syazci)
Ayo Netizen 27 Nov 2025, 20:14 WIB

Pintu Rumah yang Tidak Pernah Tertutup

Pak Katenen seorang ASN yang bertugas di bagian Bimbingan Mental di TNI AU Lanud Sulaiman.
Ilustrasi rumah di dekat lingkungan pesantren. (Sumber: Ilustrasi AI)
Ayo Biz 27 Nov 2025, 19:55 WIB

Potensi Bisnis Mall Bandung Menguat di Tengah Tren Konsumsi dan Gaya Hidup Urban

Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial.
Ilustrasi. Mall di Bandung tidak lagi sekadar menjadi ruang transaksi, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi pengalaman yang menyatukan belanja, hiburan, kuliner, dan interaksi sosial. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Jelajah 27 Nov 2025, 18:36 WIB

Hikayat Johny Indo, Robin Hood Garut Pemburu Harta Orang Kaya

Kisah lengkap Johny Indo, si Robin Hood Garut yang merampok orang kaya, kabur dari penjara, hingga membintangi banyak film aksi.
Johny Indo, Robin Hood dari Garut.