Tren Sosmed, Membuka Aib Tanpa Diminta

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Poster film S-Line. (Sumber: Dok. IMDB)
Poster film S-Line. (Sumber: Dok. IMDB)

Sejak penayangannya pada tanggal 11 Juli 2025, Film garapan Korea Selatan ini sempat mencuri perhatian. S-Line sendiri merupakan drama korea yang terdiri dari enam episode. S-Line menceritakan tentang seorang anak SMA yang memiliki kemampuan unik sejak kecil.

Shin Hyeon Heup (A Rin) dapat melihat garis merah yang melayang pada kepala seseorang. Garis merah ini memiliki makna keterikatan hubungan seks antara satu orang dengan yang lainnya. S-Line juga menjadi sebuah representasi dari pengalaman atau jumlah seseorang melakukan hubungan seksual.

Gempuran informasi yang hadir di media sosial, silih berganti selalu menghasilkan beberapa tren setelahnya. Pengguna media sosial seringkali Fomo (Fear Of Missing Out) terhadap apapun yang sedang terjadi di dunia maya.

Perasaan takut tertinggal seringkali menghantui beberapa penggunanya. Keterlibatan influencer dan konten kreator didalamnya semakin membuat masyarakat ingin terlibat dalam tren yang ada.

Beberapa tren dilakukan karena ketidaktauan pengguna pada makna dibalik konten yang sedang viral. Salah satunya influencer dakwah dengan akun @Kadamsidik sempat mengira bahwa S-Line menunjukkan berapa banyak orang yang dicintai dalam waktu yang bersamaan. Beruntungnya sebelum posting kadam berpikir bahwa tren ini tidak masuk akal.

S-Line Ibu dan Anak (Sumber: Instagram | whysputralzy_username)
S-Line Ibu dan Anak (Sumber: Instagram | whysputralzy_username)

Ketika mencari tahu arti S-Line yang sebenarnya kadang ikut tercengang dengan tren ini karena sangat menjijikan bagi dirinya. Bahkan di akhir video kadam mengingatkan bagi para netizen utuk tidak mengikuti tren tersebut karena sesungguhnya Allah sudah menutup aib setiap orang. Lantas kenapa sebagai manusia dengan percaya diri membeberkannya ke khalayak umum.

Drama atau film seringkali merepresentasikan kondisi sosial, politik, ekonomi, kesehatan suatu negara. Di Korea sendiri hubungan seks di luar nikah tidak dianggap sebagai hal yang ilegal setelah dicabutnya hukum perzinahan pada tahun 2015.

Sementara Indonesia sebagai negara yang berbudaya dan menjungjung tinggi etika, hubungan seksual di luar nikah menjadi hal tabu bahkan dilarang dari sudut pandang agama dan norma sosial.

S-Line Wanita Berjilbab (Sumber: Instagram | Samarinda.pride)
S-Line Wanita Berjilbab (Sumber: Instagram | Samarinda.pride)

Meski demikian, beberapa orang mengikuti tren di atas berdasarkan kesadaran diri sendiri. Alasan setiap pengguna juga sangat beragam. Ada yang dengan bangga menampilkan garis S-Line bercabang-cabang bahkan sampai layar penuh dengan warna merah. Hal ini menyiratkan bahwa seseorang tersebut sangat bangga dalam pencapaian melakukan hubungan seksual.

Bahkan yang paling mengerikan tren ini juga membuka para penyuka sesama jenis (LGBT) untuk semakin terang-terangan menyuarakan perihal penyimpangan yang mereka lakukan. Hujatan bukan lagi suatu hal yang bisa mengguncang mental tapi dijadikan sebagai panggung normalisasi kalangan tersebut.

S-Line Kaum LGBT (Sumber: Instagram | Samarinda.pride)
S-Line Kaum LGBT (Sumber: Instagram | Samarinda.pride)

Dari sudut pandang agama, membuka aib adalah sesuatu yang dilarang. Bukan hanya berdampak buruk bagi reputasi diri tapi Tuhan pun sudah dengan sangat baik menutupi aib setiap hambanya. Lantas kenapa yang sudah ditutupi justru malah dibuka oleh diri sendiri hanya berdasarkan ingin dianggap keren karena mengikuti tren yang ada.

Bahkan terlepas dari sudut pandang agama perihal menyikapi tren ini. Sebetulnya tren ini jika disikapi dari seorang manusia yang memiliki akal secara rasional akan berpikir dua kali mengikuti tren di atas.

Bukan hanya kita membuka siapa diri kita yang sebenarnya kepada orang lain, terlepas setiap manusia pun pasti memiliki aibnya sendiri tapi cukup untuk tidak di umbar. Tren ini menunjukan kualitas diri dan citra buruk di masa yang akan datang. Ingat ini media digital, semua akan terekam dan terdokumentasi.

Meski kita sudah menghapusnya tapi tidak ada yang tahu jika orang lain sudah screen shoot foto tersebut dan sampai kapan pun tidak akan hilang dari jejak digital.

Jadi alangkah lebih baik pengguna media sosial lebih bijak lagi menyikapi setiap tren yang ada. Tidak semua tren yang hadir itu baik, jangan sampai justru ketakutan untuk merasa tertinggal menjadi bumerang bagi kita di masa yang akan datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)