Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

2 menit baca
Abah Omtris
Ditulis oleh Abah Omtris diterbitkan
Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)

Bandung Selatan kembali menunjukkan gejala krisis ekologis yang semakin terang. Aktivasi kembali Taman Wisata Alam Cimanggu bukan sekadar pembukaan destinasi wisata, melainkan alarm serius atas arah pengelolaan kawasan konservasi di Jawa Barat.

TWA Cimanggu adalah kawasan konservasi. Di dalamnya terdapat blok rehabilitasi yang secara prinsip dan regulasi diperuntukkan bagi pemulihan ekosistem. Namun fakta lapangan menunjukkan blok rehabilitasi tersebut justru ditanami tanaman stroberi. Lebih jauh lagi, sejak momentum libur Tahun Baru, kawasan ini mengalami renovasi masif dengan pembangunan struktur beton komersial.

Pertanyaannya sederhana: sejak kapan kawasan rehabilitasi menjadi kebun komoditas dan kawasan konservasi menjadi kawasan beton?

Konservasi atau Komersialisasi?

Secara hukum, kawasan Taman Wisata Alam diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Fungsi utamanya adalah perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan secara lestari.

Blok rehabilitasi dalam kawasan konservasi seharusnya ditujukan untuk pemulihan vegetasi asli, bukan untuk produksi pertanian komersial. Jika benar pengelolaan kawasan dilakukan oleh pihak ketiga dengan skema izin hingga 35 tahun plus 5 tahun perpanjangan, maka publik berhak mengetahui:
Apa dasar hukumnya?

Apakah telah melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)?

Apakah sesuai dengan Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi?

Jika tidak transparan, maka ini bukan lagi pengelolaan konservasi, melainkan komersialisasi terselubung.

Publik patut mempertanyakan konsistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam menjalankan mandatnya. Jangan sampai kementerian yang seharusnya menjadi penjaga hutan justru berperan layaknya operator investasi.

Bandung Selatan dan Ancaman Bencana

Kawasan Ciwidey dan Bandung Selatan memiliki fungsi ekologis vital: daerah resapan air, penyangga keanekaragaman hayati, serta benteng alami terhadap longsor dan banjir bandang.

Kita sudah berkali-kali menyaksikan bagaimana alih fungsi lahan di kawasan hulu berdampak pada masyarakat di hilir. Ketika beton menggantikan tanah resapan, ketika vegetasi asli diganti komoditas pertanian cepat panen, maka daya dukung lingkungan melemah.

Yang dikorbankan bukan hanya pohon, tetapi keselamatan warga.

Lebih jauh, implementasi program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) di sejumlah titik, termasuk di Desa Patengan, patut dievaluasi. Di lapangan, terdapat indikasi penyimpangan dari semangat awal reforma tata kelola hutan. Bahkan muncul kekhawatiran adanya pembagian lahan konservasi yang beririsan dengan kepentingan politik dan pengusaha.

Jika kawasan konservasi dibagi-bagi untuk kepentingan jangka pendek, maka kita sedang menabung bencana jangka panjang.

Petani di perkebunan stroberi Ciwidey. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Petani di perkebunan stroberi Ciwidey. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

Negara Jangan Abai

Dedi Kurniawan Ketua FK3I Pusat yang juga Ketua Dewan Daerah Walhi Jawa Barat bersama kader konservasi lokal telah melakukan investigasi lapangan dan menemukan indikasi perubahan fungsi yang mengkhawatirkan. Karena itu kami mendesak:

Kementerian Kehutanan segera melakukan audit regulasi dan cek fakta lapangan secara terbuka.
Membuka dokumen perizinan kerja sama pengelolaan kepada publik. Menghentikan sementara pembangunan sampai kajian lingkungan dinyatakan sesuai hukum.

Kami juga akan mengajukan permohonan informasi publik terkait izin sarana dan kerja sama pengelolaan pihak ketiga.

Konservasi bukan ruang gelap yang bisa dikelola diam-diam.

Bandung Selatan adalah benteng ekologis Cekungan Bandung. Jika kawasan ini rusak, maka yang terdampak bukan hanya wisatawan atau investor, melainkan jutaan warga.

Bandung Selatan tidak boleh menjadi korban kompromi antara kekuasaan dan kapital. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)