Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Tentang Makna Do'a Pernikahan

7 menit baca
Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Ditulis oleh Muhammad Mufti Sulthanan Nasira diterbitkan Jumat 29 Mei 2026, 16:30 WIB
Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)

Seringkali kita mendengar ucapan: “Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.” Tetapi menariknya, jika kita memperhatikan ayat Al-Qur’an, ternyata tujuan utama pernikahan dalam Islam itu adalah sakinah, ketenteraman hati.

Allah berfirman:

لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ

“Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenis dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.”

Allah menggunakan lafadz litaskunu ilaiha, agar kalian merasa tenteram kepadanya. Allah tidak mengatakan litaskunu li mawaddah wa rahmah. Artinya, tujuan rumah tangga itu adalah ketenteraman hati. Adapun jalannya, caranya, modalnya adalah mawaddah dan rahmah.

Mawaddah itu rasa cinta. Rahmah itu kasih sayang.

Maka cinta dan kasih sayang bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk menghadirkan ketenteraman dalam rumah tangga.

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang. Namun dalam perjalanannya, rumah tangga tidak selalu mudah. Karena pada hakikatnya, hidup ini sama saja; baik yang menikah maupun yang belum menikah, semuanya akan merasakan dua keadaan: kadang senang, kadang susah. Kadang lapang, kadang sempit.

Dalam bahasa Al-Qur’an, keadaan ini disebut hasanah dan sayyi’ah.

Apa itu hasanah? Yakni maa tasytahi bihin nafsu, sesuatu yang sesuai dengan keinginan diri.

Maka sehat belum tentu menjadi hasanah bagi semua orang. Jika kesehatan itu sesuai dengan keinginannya, maka itu menjadi baik baginya. Tetapi jika kesehatan itu tidak sesuai dengan yang ia inginkan, maka bisa menjadi sesuatu yang buruk menurut dirinya.

Begitu pula sakit. Apakah sakit itu selalu jelek? Belum tentu.

Anak kecil yang tidak mau sekolah kadang pura-pura sakit. Bahkan ada yang berharap sakit supaya tidak masuk sekolah. Kenapa? Karena sakit itu sesuai dengan keinginannya. Maka sakit baginya menjadi hasanah.

Begitu juga harta. Kekayaan belum tentu baik bagi semua orang. Tergantung apakah keadaan itu sesuai dengan keinginannya atau tidak.

Ada orang ingin punya anak tetapi belum diberikan anak. Ada pula orang yang tidak siap punya anak tetapi justru diberikan banyak anak. Maka ternyata masalah hidup bukan sekadar soal diberi atau tidak diberi, tetapi bagaimana cara manusia memandang keadaan tersebut.

Karena itu yang benar bukan “sehat itu pasti baik” atau “sakit itu pasti jelek”, tetapi bagaimana cara kita memandang sehat dan sakit.

Pertanyaannya, apakah hidup akan selalu sesuai dengan keinginan kita? Tidak.

Dan ini harus dicatat oleh setiap pasangan hidup. Karena dalam perjalanan rumah tangga, akan ada saat-saat pasangan kita tidak sesuai harapan kita. Awal menikah mungkin semuanya terasa indah. Masakan yang tidak enak pun dibilang enak. Kopi pahit pun terasa manis.

Kenapa? Karena pasangan baru masih berada dalam fase khayalan rumah tangga.

Tetapi setelah berjalan lama, mulailah terlihat hakikat kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Mulai muncul rasa lelah, kecewa, bahkan penyesalan.

“Tahu begini dulu tidak mau menikah dengannya…”

Nah, Islam melarang sikap seperti ini. Kenapa? Karena dalam Islam hidup ini bukan sepenuhnya pilihan kita, tetapi ketetapan Allah.

Kalau hidup benar-benar pilihan manusia, tentu semua orang akan memilih kaya terus, sehat terus, bahagia terus. Tetapi kenyataannya tidak demikian.

Karena itu Allah berfirman dalam surat Al-Hadid ayat 22:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tidak ada musibah apa pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu melainkan telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.”

Ayat ini mengajarkan bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita berada dalam qadha dan qadar Allah. Maka orang yang memahami takdir tidak akan mudah kecewa terhadap hidupnya.

Dalam kehidupan, kadang logika manusia mampu memahami sebuah kejadian.

Misalnya ada orang membuka usaha restoran. Modal besar, masakan enak, tempat strategis, promosi di mana-mana, lalu sukses besar. Logika kita berkata: “Wajar sukses.”

Ada juga orang usaha asal-asalan, masakan tidak enak, tempat tersembunyi, tidak promosi, lalu gagal. Logika kita juga berkata: “Wajar gagal.”

Tetapi ada kasus ketiga. Ada orang serius usaha, modal besar, tempat strategis, rasa masakan luar biasa, promosi besar-besaran, tetapi tetap gagal dan sepi pengunjung.

Nah, sampai sini logika manusia mulai terbatas.

Dari sinilah muncul kelompok yang terlalu mengandalkan logika dan tenaga manusia, yang dalam sejarah dikenal dengan paham Qadariyyah. Mereka meyakini bahwa hasil hidup sepenuhnya ditentukan manusia.

Ketika gagal, mereka stres. Mereka mulai mencari kambing hitam. Menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, bahkan sampai mendatangi dukun.

Maka agama hadir untuk meluruskan.

Islam mengajarkan bahwa hidup ini ada campur tangan Allah. Tetapi Islam juga tidak mengajarkan manusia pasrah tanpa usaha.

Karena ada juga orang yang salah memahami takdir. Mereka berkata: “Kalau rezeki sudah diatur Allah, buat apa capek bekerja?”

Akhirnya malas, tidak kreatif, tidak mau berikhtiar.

Karena itu Islam hadir sebagai ummatan wasathan — umat pertengahan.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

Ternyata sehat dan sakit sama-sama ujian. Kaya dan miskin sama-sama ujian. Punya anak atau tidak punya anak sama-sama ujian.

Buku nikah. (Sumber: Pexels/Reynaldo Yodia)
Buku nikah. (Sumber: Pexels/Reynaldo Yodia)

Lalu apa yang diuji? Jika seseorang mendapat hasanah, apakah ia mau bersyukur atau kufur?

Jika mendapat sayyi’ah, apakah ia mau sabar atau putus asa?

Karena itu Islam memerintahkan manusia untuk ikhtiyar — usaha dengan cara yang baik. Kata ikhtiyar berasal dari akar kata khair, yaitu kebaikan.

Maka tidak semua usaha disebut ikhtiyar. Menipu, korupsi, mencuri, itu bukan ikhtiyar. Dalam penjelasan bahasa Arab, usaha dengan cara buruk disebut isytiror, berasal dari kata syarr.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, karena seluruh urusannya menjadi kebaikan.”

Kenapa seluruh urusannya menjadi baik? Karena ketika bahagia dia bersyukur, dan ketika susah dia bersabar.

وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Jika ia mendapatkan kebahagiaan, lalu ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya.”

وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Dan jika ia ditimpa kesusahan, lalu ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.”

Maka syukur dan sabar dalam Islam bukan sekadar ucapan atau acara syukuran. Syukur dan sabar adalah ibadah.

Istiqamah dalam ketaatan saat senang maupun susah.

Kemudian jika kita tarik dalam konteks rumah tangga, inilah rahasia doa pernikahan:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Ternyata dalam doa ini ada keindahan balaghah luar biasa.

Nabi menggunakan dua huruf jar yang berbeda: laka dan ‘alaika.

Dalam ilmu balaghah terdapat istilah Thibaq Ijab, yaitu pertentangan makna yang menghasilkan keindahan bahasa.

Huruf Lam pada kata laka sering digunakan untuk sesuatu yang ringan, menyenangkan, dan menguntungkan (al-yusr).

Seolah Nabi sedang berkata: “Semoga keberkahan menyertaimu saat kamu berada dalam kebahagiaan.”

Lalu Nabi melanjutkan:

وَبَارَكَ عَلَيْكَ

Huruf ‘ala dalam bahasa Arab sering digunakan untuk sesuatu yang berat dan penuh tanggung jawab (al-‘usr).

Artinya:
“Semoga keberkahan juga menyertaimu saat berada dalam kesusahan.”

Berarti keberkahan rumah tangga bukan hanya saat bahagia, tetapi juga saat diuji.

Dan bagaimana cara menghadirkan keberkahan itu?

Saat bahagia: bersyukur. Saat susah: bersabar.

Maka puncaknya Nabi mengatakan:

وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

“Dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

Artinya, jika suami istri terbiasa menghadirkan keberkahan dalam setiap keadaan, maka rumah tangga mereka akan melahirkan khair dalam kondisi apa pun.

Terakhir, rasa bosan dalam rumah tangga itu wajar. Itu fitrah manusia.

Karena sesuatu yang lahir dari fisik akan terbatas oleh waktu. Kecantikan akan biasa. Ketampanan akan biasa.

Inilah yang disebut mawaddah — cinta yang lahir dari penglihatan mata.

Tetapi ada sesuatu yang lebih tinggi daripada mawaddah, yaitu rahmah.

Rahmah lahir dari hati. Dari akhlak, perhatian, suara yang lembut, manfaat, pengorbanan, dan ketulusan.

Itulah sebabnya Nabi Muhammad ﷺ begitu mencintai Sayyidah Khadijah رضي الله عنها. Karena Nabi merasakan rahmah dari Khadijah; pengorbanannya, kesetiaannya, dukungannya terhadap dakwah Rasulullah ﷺ.

Maka rahmah adalah modal terpenting dalam rumah tangga.

Karena hakikat manusia adalah mencari manfaat.

Jadi jangan takut pasangan berpaling karena kecantikan atau kekayaan orang lain. Tetapi takutlah jika kita tidak lagi mampu memberi manfaat yang menyentuh hati pasangan kita.

Karena yang paling dibutuhkan dalam rumah tangga bukan sekadar cinta, tetapi rahmah. Jaga itu. Wallahu a’lam bishshawab. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Penggiat literasi digital, magister yang minat kajian agama, media dan budaya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.