Tentang Makna Do'a Pernikahan

7 menit baca
Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Ditulis oleh Muhammad Mufti Sulthanan Nasira diterbitkan
Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)

Seringkali kita mendengar ucapan: “Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.” Tetapi menariknya, jika kita memperhatikan ayat Al-Qur’an, ternyata tujuan utama pernikahan dalam Islam itu adalah sakinah, ketenteraman hati.

Allah berfirman:

لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ

“Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenis dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.”

Allah menggunakan lafadz litaskunu ilaiha, agar kalian merasa tenteram kepadanya. Allah tidak mengatakan litaskunu li mawaddah wa rahmah. Artinya, tujuan rumah tangga itu adalah ketenteraman hati. Adapun jalannya, caranya, modalnya adalah mawaddah dan rahmah.

Mawaddah itu rasa cinta. Rahmah itu kasih sayang.

Maka cinta dan kasih sayang bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk menghadirkan ketenteraman dalam rumah tangga.

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang. Namun dalam perjalanannya, rumah tangga tidak selalu mudah. Karena pada hakikatnya, hidup ini sama saja; baik yang menikah maupun yang belum menikah, semuanya akan merasakan dua keadaan: kadang senang, kadang susah. Kadang lapang, kadang sempit.

Dalam bahasa Al-Qur’an, keadaan ini disebut hasanah dan sayyi’ah.

Apa itu hasanah? Yakni maa tasytahi bihin nafsu, sesuatu yang sesuai dengan keinginan diri.

Maka sehat belum tentu menjadi hasanah bagi semua orang. Jika kesehatan itu sesuai dengan keinginannya, maka itu menjadi baik baginya. Tetapi jika kesehatan itu tidak sesuai dengan yang ia inginkan, maka bisa menjadi sesuatu yang buruk menurut dirinya.

Begitu pula sakit. Apakah sakit itu selalu jelek? Belum tentu.

Anak kecil yang tidak mau sekolah kadang pura-pura sakit. Bahkan ada yang berharap sakit supaya tidak masuk sekolah. Kenapa? Karena sakit itu sesuai dengan keinginannya. Maka sakit baginya menjadi hasanah.

Begitu juga harta. Kekayaan belum tentu baik bagi semua orang. Tergantung apakah keadaan itu sesuai dengan keinginannya atau tidak.

Ada orang ingin punya anak tetapi belum diberikan anak. Ada pula orang yang tidak siap punya anak tetapi justru diberikan banyak anak. Maka ternyata masalah hidup bukan sekadar soal diberi atau tidak diberi, tetapi bagaimana cara manusia memandang keadaan tersebut.

Karena itu yang benar bukan “sehat itu pasti baik” atau “sakit itu pasti jelek”, tetapi bagaimana cara kita memandang sehat dan sakit.

Pertanyaannya, apakah hidup akan selalu sesuai dengan keinginan kita? Tidak.

Dan ini harus dicatat oleh setiap pasangan hidup. Karena dalam perjalanan rumah tangga, akan ada saat-saat pasangan kita tidak sesuai harapan kita. Awal menikah mungkin semuanya terasa indah. Masakan yang tidak enak pun dibilang enak. Kopi pahit pun terasa manis.

Kenapa? Karena pasangan baru masih berada dalam fase khayalan rumah tangga.

Tetapi setelah berjalan lama, mulailah terlihat hakikat kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Mulai muncul rasa lelah, kecewa, bahkan penyesalan.

“Tahu begini dulu tidak mau menikah dengannya…”

Nah, Islam melarang sikap seperti ini. Kenapa? Karena dalam Islam hidup ini bukan sepenuhnya pilihan kita, tetapi ketetapan Allah.

Kalau hidup benar-benar pilihan manusia, tentu semua orang akan memilih kaya terus, sehat terus, bahagia terus. Tetapi kenyataannya tidak demikian.

Karena itu Allah berfirman dalam surat Al-Hadid ayat 22:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tidak ada musibah apa pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu melainkan telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.”

Ayat ini mengajarkan bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita berada dalam qadha dan qadar Allah. Maka orang yang memahami takdir tidak akan mudah kecewa terhadap hidupnya.

Dalam kehidupan, kadang logika manusia mampu memahami sebuah kejadian.

Misalnya ada orang membuka usaha restoran. Modal besar, masakan enak, tempat strategis, promosi di mana-mana, lalu sukses besar. Logika kita berkata: “Wajar sukses.”

Ada juga orang usaha asal-asalan, masakan tidak enak, tempat tersembunyi, tidak promosi, lalu gagal. Logika kita juga berkata: “Wajar gagal.”

Tetapi ada kasus ketiga. Ada orang serius usaha, modal besar, tempat strategis, rasa masakan luar biasa, promosi besar-besaran, tetapi tetap gagal dan sepi pengunjung.

Nah, sampai sini logika manusia mulai terbatas.

Dari sinilah muncul kelompok yang terlalu mengandalkan logika dan tenaga manusia, yang dalam sejarah dikenal dengan paham Qadariyyah. Mereka meyakini bahwa hasil hidup sepenuhnya ditentukan manusia.

Ketika gagal, mereka stres. Mereka mulai mencari kambing hitam. Menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, bahkan sampai mendatangi dukun.

Maka agama hadir untuk meluruskan.

Islam mengajarkan bahwa hidup ini ada campur tangan Allah. Tetapi Islam juga tidak mengajarkan manusia pasrah tanpa usaha.

Karena ada juga orang yang salah memahami takdir. Mereka berkata: “Kalau rezeki sudah diatur Allah, buat apa capek bekerja?”

Akhirnya malas, tidak kreatif, tidak mau berikhtiar.

Karena itu Islam hadir sebagai ummatan wasathan — umat pertengahan.

Allah berfirman:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

Ternyata sehat dan sakit sama-sama ujian. Kaya dan miskin sama-sama ujian. Punya anak atau tidak punya anak sama-sama ujian.

Buku nikah. (Sumber: Pexels/Reynaldo Yodia)
Buku nikah. (Sumber: Pexels/Reynaldo Yodia)

Lalu apa yang diuji? Jika seseorang mendapat hasanah, apakah ia mau bersyukur atau kufur?

Jika mendapat sayyi’ah, apakah ia mau sabar atau putus asa?

Karena itu Islam memerintahkan manusia untuk ikhtiyar — usaha dengan cara yang baik. Kata ikhtiyar berasal dari akar kata khair, yaitu kebaikan.

Maka tidak semua usaha disebut ikhtiyar. Menipu, korupsi, mencuri, itu bukan ikhtiyar. Dalam penjelasan bahasa Arab, usaha dengan cara buruk disebut isytiror, berasal dari kata syarr.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, karena seluruh urusannya menjadi kebaikan.”

Kenapa seluruh urusannya menjadi baik? Karena ketika bahagia dia bersyukur, dan ketika susah dia bersabar.

وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Jika ia mendapatkan kebahagiaan, lalu ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya.”

وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Dan jika ia ditimpa kesusahan, lalu ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.”

Maka syukur dan sabar dalam Islam bukan sekadar ucapan atau acara syukuran. Syukur dan sabar adalah ibadah.

Istiqamah dalam ketaatan saat senang maupun susah.

Kemudian jika kita tarik dalam konteks rumah tangga, inilah rahasia doa pernikahan:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Ternyata dalam doa ini ada keindahan balaghah luar biasa.

Nabi menggunakan dua huruf jar yang berbeda: laka dan ‘alaika.

Dalam ilmu balaghah terdapat istilah Thibaq Ijab, yaitu pertentangan makna yang menghasilkan keindahan bahasa.

Huruf Lam pada kata laka sering digunakan untuk sesuatu yang ringan, menyenangkan, dan menguntungkan (al-yusr).

Seolah Nabi sedang berkata: “Semoga keberkahan menyertaimu saat kamu berada dalam kebahagiaan.”

Lalu Nabi melanjutkan:

وَبَارَكَ عَلَيْكَ

Huruf ‘ala dalam bahasa Arab sering digunakan untuk sesuatu yang berat dan penuh tanggung jawab (al-‘usr).

Artinya:
“Semoga keberkahan juga menyertaimu saat berada dalam kesusahan.”

Berarti keberkahan rumah tangga bukan hanya saat bahagia, tetapi juga saat diuji.

Dan bagaimana cara menghadirkan keberkahan itu?

Saat bahagia: bersyukur. Saat susah: bersabar.

Maka puncaknya Nabi mengatakan:

وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

“Dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

Artinya, jika suami istri terbiasa menghadirkan keberkahan dalam setiap keadaan, maka rumah tangga mereka akan melahirkan khair dalam kondisi apa pun.

Terakhir, rasa bosan dalam rumah tangga itu wajar. Itu fitrah manusia.

Karena sesuatu yang lahir dari fisik akan terbatas oleh waktu. Kecantikan akan biasa. Ketampanan akan biasa.

Inilah yang disebut mawaddah — cinta yang lahir dari penglihatan mata.

Tetapi ada sesuatu yang lebih tinggi daripada mawaddah, yaitu rahmah.

Rahmah lahir dari hati. Dari akhlak, perhatian, suara yang lembut, manfaat, pengorbanan, dan ketulusan.

Itulah sebabnya Nabi Muhammad ﷺ begitu mencintai Sayyidah Khadijah رضي الله عنها. Karena Nabi merasakan rahmah dari Khadijah; pengorbanannya, kesetiaannya, dukungannya terhadap dakwah Rasulullah ﷺ.

Maka rahmah adalah modal terpenting dalam rumah tangga.

Karena hakikat manusia adalah mencari manfaat.

Jadi jangan takut pasangan berpaling karena kecantikan atau kekayaan orang lain. Tetapi takutlah jika kita tidak lagi mampu memberi manfaat yang menyentuh hati pasangan kita.

Karena yang paling dibutuhkan dalam rumah tangga bukan sekadar cinta, tetapi rahmah. Jaga itu. Wallahu a’lam bishshawab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Penggiat literasi digital, magister yang minat kajian agama, media dan budaya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:03

Lingkar Nagreg, Jalan yang Menyatukan Priangan Timur: Dari Simpul Kemacetan Menjadi Koridor Panorama dan Harapan Ekonomi

Lingkar Nagreg mengurai kemacetan mudik sekaligus menghadirkan panorama alam dan peluang ekonomi baru di Bandung.

Lingkar Nagreg. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)