Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)

Ci Manuk, sungai yang panjangnya 180 km, hulunya berada di ketinggian +1.200 mdpl di Kabupaten Garut. Terus mengalir menurun melintasi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, bermuara di ketinggian +0 mdpl di Laut Jawa. Daerah tangkapan hujan Ci Manuk luasnya 3.733 km persegi, yang, saat ini keadaan lingkungannya sudah sangat mengkhawatirkan, alih fungsi lahan dari hutan alami berganti menjadi hutan produksi, dan kini menjadi kebun sayuran, seperti kol, wortel, bawang, dan kentang, yang dicabut setiap musim tanam.

Setidaknya pada masa Kerajaan Sunda berjaya, muara Ci Manuk menjadi Pelabuhan alami yang sangat ramai disinggahi kapal-kapal niaga antar Negara. Pelabuhan ini terus berkembang, jejaknya dapat ditelusuri dalam toponim di sepanjang Ci Manuk (awal) di Kabupaten Indramayu, seperti toponim Pabeanilir dan Pabeanudik. Tomé Pires, penjelajah, diplomat berkebangsaat Portugis, dalam Suma Oriental, Perjalanan dari Laut Merah ke Cina dan Buu Francisco Rodrigues, mencatat antara tahun 1512-1515, Kerajaan Sunda memiliki enam pelabuhan (laut): Pelabuhan Bantam (Pelabuhan Banten), Pelabuhan Pomdam (Pelabuhan Pontang), Pelabuhan Cheguide (Pelabuhan Cigede), Pelabuhan Tamgaram (Pelabuhan Tangerang), Pelabuhan Calapa (Pelabuhan Sundakalapa), dan Pelabuhan Chemano (Pelabuhan Cimanuk). Tome Pires mencatat nama Pelabuhan di muara sungai besar itu Chemano, tanpa huruf k.

Namun, saat ini, namanya Ci Manuk. Dalam Bahasa Sunda, manuk berarti burung. Burung apa yang menjadi penanda wilayah sungai, sampai Namanya generik, bersifat umum, tidak merujuk pada nama burung tertentu. Padahal, habitat burungnya berbeda, dari hulu, tengah, dan hilir. Karakter buminya berbeda, akan mempengaruhi jenis burung yang umum di tempat tersebut.

Banyak contoh, bahwa toponim di Jawa Barat itu tidak generik, tapi lebih spesifik, burung apa yang menjadi penanda Kawasan di wilayah itu. Misalnya toponim Cirangkong, karena di sana habitatnya untuk burung rangkong (Buceros rhinoceros). Pasir Julang, Cijulang, karena di sana merupakan habitat bagi burung julang (Rhyticeros undulatus). Pasir Kangkareng, Kangkareng, Cikangkareng, karena terdapat Burung kangkareng (Anthracocros albirostris). Rancaekek, banyak terdapat burung ékék (Cissa thalassina). Ciranjang, karena kawasan itu menjadi habitat yang nyaman bagi burung paranjangan atau branjangan (Mirafra javanica). Dinamai Cikuntul, karena di lahan basah dan persawahan di sana banyak burung kuntul munding atau kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Rancabango, rawa yang menjadi habitat bagi burung bangau (Mycteria cinerea). Dan, Gunung Bubut, bukit yang menjadi habitat burung bubut (Centropus sinensis atau Centropus bengalensis).

Kembali ke Ci Manuk, sungai yang panjangnya mencapai 180 km, mengapa namanya generik, manuk, padahal setiap kawasan dengan karakter buminya masing-masing, yang cocok untuk jenis burung rawa, yang tidak cocok untuk burung di pegunungan.

Pada saat pertemuan dengan Prof Dr Agus Aris Munandar di Toko You, di Dago, Kota Bandung, yang digagas Dr Sinta Ridwan, kami mengobrol tentang toponimi. Saat itu terungkap toponim Ci Manuk. Rupanya Prof Agus mempunyai rasa penasaran yang sama tentang toponim sungai yang bermuara di Laut Jawa itu. 

Sesuai bidang keahliannya, Arkeologi, Prof Dr Agus Aris Munandar memberikan alternatif tafsiran, bahwa Ci Manuk itu bukan berasal dari kata manuk yang berarti burung, tapi berasal dari kata manu, dari bahasa Sanskerta. Manu berarti manusia atau umat manusia, bijaksana, pikiran (kekuatan mental). Jadi menurutnya, toponim sungai itu bukan Ci Manuk, tapi asalnya Ci Manu, yang bermakna sungai suci penuh do’a yang dapat menguatkan jiwa manusia.

Sebagai contoh lain, lingkungan air seperti sungai dan telaga yang disucikan dan menjadi toponim, misalnya: Ci Pasarangan, sungai yang bermuara di Samudra Hindia di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Dan Losarang, semula Loh Sarang di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Losarang berasal dari lo atau loh yang berarti sungai, dan sarang, sarangan, yang bermakna suci. Jadi, keduanya di Jawa Barat, dijadikan sungai suci, dan Telaga Sarangan di lereng Gunung Lawu, di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dijadikan telaga suci. Toponim sungai dan telaga, kemudian menjadi toponim desa dan kecamatan.

Tentang penambahan huruf di belakang kata, menjadi hal yang biasa diucapkan oleh masyarakat di Jawa Barat pada saat berbicara. Seperti saat berbicara dalam Bahasa Indonesia, orang Sunda menambahkan huruf h pada kata saya menjadi sayah. Kata ranca menjadi rancah. Kata gedé menjadi gedéh. Kata Lo menjadi loh. Kata léngko menjadi léngkoh. Kata tida menjadi tidak (?), dan kata manu menjadi manuk.

Sungai yang melintasi empat kabupaten itu sangat mungkin semula bernama Ci Manu, yang muaranya menjadi Bandar Chemano pada abad ke-16, seperti yang ditulis oleh Tomé Pires, tanpa huruf k di belakangnya. Ci Manu, sungai yang disucikan, sungai yang penuh do’a, sungai yang menguatkan jiwa manusia, sungai yang sangat berarti bagi manusia yang memanfaatkannya dengan sangat baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)