Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

5 menit baca
Arthemius Rafael saputra
Ditulis oleh Arthemius Rafael saputra diterbitkan
FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung proses belajar di sekolah. Melalui program ini, siswa memperoleh makanan bergizi tanpa biaya sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, daya konsentrasi, dan prestasi belajar mereka. Selain menjadi upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak, MBG juga dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Namun, di balik manfaat tersebut, pelaksanaan program ini juga menimbulkan dampak terhadap sebagian pelaku ekonomi yang selama ini bergantung pada aktivitas sekolah, terutama pedagang kantin dan UMKM di sekitarnya.

Menurut pemberitaan RRI pada April 2025, seorang pedagang kantin di SDN Inpres 1 Lolu, Palu, mengaku pendapatannya turun dari sekitar Rp200.000–Rp250.000 per hari menjadi hanya sekitar Rp75.000 per hari setelah Program MBG diterapkan. Di berbagai daerah lain, detikFinance dan Kompas.com juga melaporkan penurunan omzet pedagang kantin antara 30% hingga 50%, bahkan pada beberapa kasus mencapai lebih dari 70%. Dampak tersebut tidak hanya berupa berkurangnya pendapatan harian, tetapi juga meningkatnya jumlah makanan yang tidak terjual sehingga menyebabkan kerugian modal dan pemborosan bahan baku. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun tujuan MBG sangat baik, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan dampak terhadap kelompok masyarakat lain yang ikut terdampak oleh kebijakan tersebut.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber: Pemprov Jateng)
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber: Pemprov Jateng)

Di satu sisi, Program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat yang besar bagi siswa karena mereka memperoleh akses terhadap makanan yang memenuhi kebutuhan gizi harian. Asupan gizi yang baik berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kemampuan berkonsentrasi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, siswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan belajar secara optimal dan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan prestasi akademik. Selain itu, program ini juga membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi karena dapat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan makan anak di sekolah.

Namun, manfaat tersebut ternyata diikuti oleh dampak ekonomi yang dirasakan oleh pedagang kantin dan pelaku UMKM di lingkungan sekolah. Sebelum adanya MBG, sebagian besar siswa membeli makanan atau minuman saat jam istirahat sehingga aktivitas tersebut menjadi sumber pendapatan utama bagi para pedagang. Setelah makanan disediakan melalui program pemerintah, jumlah pembeli menurun secara signifikan sehingga omzet harian ikut mengalami penurunan. Akibatnya, beberapa pedagang harus mengurangi jumlah produksi, mengurangi variasi menu, bahkan berpotensi menghentikan usahanya apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, pemerintah perlu melihat bahwa keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya diukur dari tercapainya tujuan utama, tetapi juga dari kemampuannya meminimalkan dampak negatif terhadap kelompok lain.

Permasalahan tersebut dapat dijelaskan menggunakan teori stakeholder yang dikemukakan oleh Edward Freeman dalam bukunya Strategic Management: A Stakeholder Approach (1984). Menurut Freeman, suatu organisasi atau kebijakan akan berjalan lebih baik apabila mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak yang terkena dampaknya, bukan hanya pihak yang menjadi sasaran utama. Dalam konteks Program MBG, siswa memang merupakan penerima manfaat utama, tetapi pedagang kantin, pelaku UMKM, sekolah, dan masyarakat sekitar juga merupakan stakeholder yang perlu diperhatikan. Jika salah satu pihak mengalami kerugian yang besar, maka efektivitas dan penerimaan terhadap kebijakan dapat menurun.

Penerapan teori stakeholder dalam Program MBG dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi. Langkah paling strategis adalah melibatkan pedagang kantin dan UMKM lokal sebagai penyedia makanan atau pemasok bahan baku, sehingga pemerintah tetap mencapai tujuan gizi siswa sekaligus menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekitar. Keterlibatan ini juga mendorong perputaran dana program di lingkungan setempat, membuka peluang kerja, dan meningkatkan permintaan terhadap produk lokal—memperluas manfaat MBG jauh melampaui penerima makanan langsung.

Di samping itu, pemerintah juga dapat memberikan pelatihan kepada pedagang mengenai standar gizi, keamanan pangan, kebersihan makanan, dan tata kelola produksi yang sesuai dengan ketentuan Program MBG. Pelatihan tersebut penting agar kualitas makanan yang dihasilkan tetap memenuhi standar kesehatan dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Pedagang yang sebelumnya hanya menjual makanan ringan pun memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan usahanya sehingga dapat berpartisipasi dalam program pemerintah secara langsung.

Kebijakan yang mampu memberikan manfaat kepada berbagai pihak cenderung lebih mudah diterima dan memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan kebijakan yang hanya berfokus pada satu kelompok saja. Selain itu, kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan UMKM dapat memperkuat pengawasan terhadap kualitas makanan yang disajikan. Sekolah dapat memastikan distribusi berjalan dengan baik, pemerintah mengawasi pemenuhan standar gizi, sedangkan pelaku usaha menyediakan produk sesuai kebutuhan. Kolaborasi seperti ini akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan mengurangi potensi konflik akibat penurunan pendapatan pedagang kantin. Oleh karena itu, integrasi antara Program MBG dengan pemberdayaan UMKM merupakan solusi yang layak dipertimbangkan untuk menciptakan keseimbangan antara tujuan sosial dan keberlanjutan ekonomi.

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)

Berdasarkan uraian tersebut, Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang memiliki tujuan positif karena berupaya meningkatkan kualitas gizi dan mendukung proses pendidikan siswa di Indonesia. Namun, pelaksanaan program tersebut juga membawa dampak terhadap sebagian pedagang kantin dan pelaku UMKM di lingkungan sekolah yang mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya jumlah pembeli. Mengacu pada teori stakeholder yang dikemukakan oleh Edward Freeman, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap pihak yang terdampak memperoleh perhatian yang seimbang sehingga manfaat kebijakan dapat dirasakan secara lebih luas.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah melibatkan pedagang lokal dalam rantai penyediaan makanan atau bahan baku Program MBG serta memberikan pelatihan agar kualitas layanan tetap sesuai standar yang ditetapkan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan UMKM, keseimbangan antara kepentingan sosial dan ekonomi dapat tercapai secara lebih optimal sehingga tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan secara berkelanjutan. (*)

Daftar Pustaka

  • Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Pitman.
  • Radio Republik Indonesia. (2025, April). Pedagang kantin SDN Inpres 1 Lolu keluhkan dampak Program Makan Bergizi Gratis. RRI.co.id.
  • Kompas.com. (2025, 13 Januari). Pendapatan pedagang kantin turun karena program makan bergizi gratis, pemerintah evaluasi. Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/01/13/19410241/pendapatan-pedagang-kantin-turun-karena-program-makan-bergizi-gratis
  • detikFinance. (2025, 17 Januari). Curhat ibu kantin soal program makan gratis. detikFinance. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7736128/curhat-ibu-kantin-soal-program-makan-gratis
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arthemius Rafael saputra
Saya Arthemius R.S, asal Jakarta, mahasiswa Administrasi Bisnis UNPAR yang gemar menulis cerita dan esai sebagai wadah menuangkan ide dan kreativitas.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)