Tyson, Bullying, Bandung

5 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)

Ketika rampung masa kegemilangan petinju Muhammad Ali dipertengahan tahun 1980-an, muncul seorang pemuda yang kelak menjadi petinju hebat juga ikonik pada olahraga baku hantam tersebut. Pemuda tersebut bernama Mike Tyson yang karena kehebatannya membuat olahraga tinju gengsinya makin melambung. Kecepatan dalam menyungkurkan lawannya sangat dinantikan oleh masyarakat dunia penggemar tinju. Masyarakat rela meninggalkan kegiatan apapun karena jika Tyson bertanding maka biasanya tidak berlangsung lama, berbeda dengan para petinju lainnya yang sering jumlah rondenya lama.

Mike Tyson lahir 30 Juni 1966 di New York City, Amerika Serikat merupakan petinju profesional dan mantan juara kelas berat. Julukan Mike Tyson secara literasi internasional adalah "Iron Mike", merujuk pada postur tubuhnya yang kuat bagaikan besi. Ia menyabet juara dunia termuda saat berumur 20 tahun. kegemilangan ini membuat dunia terperanjat dan para petinju kelas berat sangat berambisi untuk menghancurkannya. Dua tahun berikutnya tahun 1988, Tyson membentangkan kemampuannya sebagai juara dunia paling komplit dengan membabat empat sabuk kelas berat WBO, WBA, dan IBF setelah WBC.

Tyson lahir di kota kecil Fort Greene, Brooklyn dengan nama lengkap Michael Gerard Tyson. Sejak kecil Tyson sudah terbiasa dengan kehidupan yang keras. Lingkungan hidupnya membuat Tyson menjadi karakter yang tenang. Namun, tinggal di area kriminalitas tinggi, membuat Tyson tak lepas dari gangguan, pertikaian dan perkelahian. Tyson mengakui pertarungan jalanan pertamanya terjadi pada usia 10 tahun, penyebabnya karena temannya yang lebih tua dan besar, mematahkan leher burung merpati kesayangannya. Ia emosi dan memukul orang tersebut dengan brutal,, karena burung merpati adalah pelarian berbagai perasaan Mike Tyson.

Narasi hidup Mike Tyson membuktikan bahwa seseorang yang pernah menjadi korban bullying dapat mengubah pengalaman pahit menjadi motivasi untuk meraih prestasi. Saat kecil, Tyson sering menjadi sasaran ejekan dan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya. Ia tumbuh di lingkungan yang keras dan menghadapi berbagai tantangan sosial yang memengaruhi kepercayaan dirinya. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah.

Dengan bertinju, Tyson menemukan wadah untuk menyalurkan kemarahan dan energi yang selama ini terpendam. Dengan bimbingan pelatih serta latihan yang disiplin, ia mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang luar biasa. Pengalaman menjadi korban bullying justru membentuk ketangguhan, keberanian, serta tekadnya untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki nilai, kemampuan dan hak untuk menghilangkan penindasan tersebut.

Kesuksesan Tyson tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh kemampuannya mengubah tekanan menjadi motivasi. Ia belajar bahwa cara terbaik menghadapi penghinaan bukanlah dengan membalas dendam, melainkan dengan menunjukkan prestasi. Pada usia muda, Tyson berhasil menjadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah tinju, sebuah pencapaian yang membuat namanya dikenal di seluruh dunia.

Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa pengalaman menjadi korban bullying tidak harus mematikan masa depan seseorang. Melalui kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk berkembang, seseorang dapat bangkit dari kesulitan, membangun kepercayaan diri, serta meraih kesuksesan yang bahkan melampaui orang-orang yang merendahkannya.

Mike Tyson. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Eva Rinaldi)
Mike Tyson. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Eva Rinaldi)

Bullying atau perundungan adalah tindakan agresif yang disengaja dan dilakukan berulang kali oleh satu atau sekelompok orang untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mendominasi orang lain. Tindakan ini menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan dan membuat korban merasa tertekan serta tidak berdaya. Hal ini sesuai dengan pengalaman Mike Tyson yang dianggap lemah oleh orang-orang disekitarnya namun Tyson memberontak lalu melawan orang-orang tersebut sehingga mereka ciut nyalinya ketika Tyson yang sering dikasari melawan dengan kuat.

Sejak itu juga Mike Tyson menjadi orang yang punya keberanian hidup dijalanan melakoni kehidupan kriminal sejak anak-anak sebelum akhirnya menjadi petinju dunia yang gagah perkasa, sulit dikalahkan lawan, benar-benar tangguh. Bahkan lawannya bertinju sering ketakutan sebelum pertarungan di mulai. Bulan juni sering menjadi kesuksesan dan kekalahan bagi si "manusia besi" tersebut. Berawal pada tanggal 27 Juni 1981,, Mike meraih gelar juara tinju pertamanya, sebagai petinju amatir berusia 15 tahun, mengalahkan petinju kelas berat Joe Cortez hanya dalam 8 detik untuk merebut medali emas di Olimpiade Junior.

Selanjutnya 27 Juni 1988 tercatata Mike mengalahkan Michael Spinks dalam 91 detik lewat pertarungan tinju terkaya dalam sejarah pada saat itu. Meskipun Tyson datang dengan semua sabuk juara, majalah Ring dan lainnya menganggap Spinks sebagai juara sejati. Setelah KO tersebut, Spinks tidak pernah bertarung lagi.

Setelah kekalahannya atas Holyfield pada 1996. Tyson kembali berhadapan dengan Holyfield. Pertandingan yang digelar 28 Juni 1997 ini menjadi salah satu pertandingan yang bersejarah dalam dunia tinju. Hal ini karena saat memasukki ronde ke-3, Tyson yang saat itu sedang dirangkul, tiba-tiba menggigit telinga kanan Holyfield dan Holyfield langsung melompat kesakitan. Gigitan pertama mengakibatkan pengurangan dua poin, dan gigitan kedua mengakhiri pertandingan. Insiden menggigit kuping ini membuat Mills Lane, wasit dalam pertandingan ini, menghentikan pertandingan dan memaksa Tyson untuk memakai pelindung gigi yang ia miliki. Akhirnya, Tyson harus didiskualifikasi dan Holyfield dinyatakan kembali menjadi juara.

Tanggal 8 Juni 2002 Dalam pertarungan kejuaraan terakhir dalam kariernya, Tyson menantang Lennox Lewis untuk memperebutkan gelar WBC, IBF, IBO, dan gelar lineal, dan kalah melalui knockout di ronde kedelapan . Pertarungan tersebut diadakan di Memphis, Tennessee, setelah komisi Nevada dan negara bagian lain menolak memberikan lisensi kepada Tyson. Namun, acara tersebut menarik 1,95 juta pembelian PPV, sebuah rekor yang kemudian dilampaui oleh empat pertarungan Floyd Mayweather. kemudian awan kelabu mewarnai pertandingannya waktu 11 Juni 2005, Mike Tyson menyerah di sudut ring sebelum ronde ketujuh dari Kevin McBride dalam pertarungan terakhir dalam kariernya.

Suasana Kota Bandung pada Minggu sebelum siang tahun 1980-an ketika Mike Tyson bertanding yang ditayangkan TVRI, maka akan telrihat jalanan atau gang lebih lengang dari biasanya. Dari sebuah rumah atau warung terdengar suara komentator TVRI, sementara puluhan warga duduk berdesakan di depan televisi tabung yang dominan BW bersorak setiap kali Tyson melancarkan pukulan kerasnya. Bagi banyak warga Bandung pada masa itu, pertandingan Mike Tyson bukan sekadar tontonan olahraga, melainkan juga sebuah wujud sebagai massa secara kelompok sosial yang dipersatukan oleh tontonan di TVRI.

Ketika TVRI menayangkan pertandingan tinju Mike Tyson, banyak warga Bandung menjadikannya acara khusus. Tidak semua rumah memiliki televisi, sehingga warga sering berkumpul di rumah tetangga, warung, pos ronda, atau balai RW untuk menonton bersama. Hubungan antar warga cenderung akrab. Menonton siaran olahraga besar seperti pertandingan Mike Tyson menjadi sarana berkumpul dan mempererat hubungan sosial. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)