Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

4 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Berdasarkan laporan hasil studi terbaru dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Bandung termasuk dalam daftar 20 kota di dunia yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap dampak kenaikan suhu ekstrem.

Penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada besarnya paparan suhu, tetapi juga mempertimbangkan tingkat kerentanan sosial masyarakat serta kapasitas kota dalam menghadapi gelombang panas.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa risiko iklim merupakan hasil interaksi antara kondisi lingkungan, tata ruang, infrastruktur, dan kesiapan sosial-ekonomi.

Bandung yang sejak dahulu dikenal sebagai Parijs van Java karena udara pegunungannya yang sejuk, kini menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata. Suhu udara rata-rata terus meningkat, sementara kawasan hijau yang dahulu menjadi penyangga ekologis semakin terdesak oleh ekspansi permukiman, kawasan komersial, dan pembangunan infrastruktur.

Kota yang pernah menjadi simbol kesejukan perlahan kehilangan identitas ekologisnya. Fenomena tersebut tidak dapat dilepaskan dari konsep urban heat island atau pulau panas perkotaan. Permukaan beton, aspal, dan bangunan bertingkat menyerap radiasi matahari pada siang hari, kemudian melepaskan panas secara perlahan pada malam hari.

Berkurangnya vegetasi membuat proses evapotranspirasi menurun sehingga kemampuan kota untuk mendinginkan dirinya sendiri ikut melemah. Dalam kondisi demikian, kenaikan suhu global akibat perubahan iklim akan semakin diperparah oleh karakter fisik kota itu sendiri.

Persoalan tersebut sesungguhnya berkaitan erat dengan arah tata ruang Kota Bandung. Selama beberapa dekade terakhir, pembangunan lebih banyak berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan ekspansi kawasan terbangun dibandingkan pada keseimbangan ekologis. Alih fungsi ruang terbuka hijau, kepadatan bangunan yang tinggi, penyempitan daerah resapan air, hingga pembangunan pada kawasan yang memiliki fungsi lindung telah mengurangi kemampuan lingkungan dalam menjaga stabilitas iklim mikro.

Padahal, tata ruang bukan sekadar persoalan pembagian fungsi lahan, melainkan instrumen utama dalam membangun ketahanan kota terhadap perubahan iklim. Kota yang sehat membutuhkan jaringan ruang hijau yang saling terhubung, koridor angin yang tidak terhalang bangunan masif, kawasan resapan air yang terlindungi, serta sistem transportasi yang mampu menekan emisi karbon. Ketika seluruh elemen tersebut mengalami degradasi, kota akan kehilangan daya lenting ekologisnya.

Dampaknya tidak berhenti pada meningkatnya suhu udara. Gelombang panas dapat memperburuk kualitas kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja sektor informal yang banyak beraktivitas di ruang terbuka. Risiko dehidrasi, gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, hingga kematian akibat stres panas akan meningkat apabila suhu ekstrem menjadi lebih sering terjadi.

Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Di sisi lain, konsumsi listrik untuk pendingin ruangan akan melonjak sehingga memperbesar kebutuhan energi dan emisi karbon, menciptakan lingkaran yang semakin memperburuk pemanasan global.

Bagi kawasan Bandung Raya, ancaman tersebut juga berdampak pada sistem hidrologi. Hilangnya tutupan vegetasi di wilayah hulu mempercepat limpasan permukaan ketika hujan turun, sementara suhu yang lebih tinggi meningkatkan laju penguapan pada musim kemarau. Akibatnya, masyarakat menghadapi dua ancaman sekaligus, yaitu banjir ketika musim hujan dan kekeringan ketika musim kemarau. Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dan tata ruang yang tidak berkelanjutan saling memperkuat dampak satu sama lain.

Secara ekologis, kenaikan suhu juga mengganggu keseimbangan keanekaragaman hayati. Habitat satwa di kawasan pegunungan sekitar Bandung mengalami tekanan akibat perubahan suhu dan fragmentasi hutan. Vegetasi yang berfungsi menyerap karbon mengalami penurunan, sementara kualitas udara memburuk akibat peningkatan ozon permukaan dan konsentrasi partikel halus. Kondisi tersebut akan mengurangi kenyamanan hidup masyarakat sekaligus menurunkan daya dukung lingkungan.

Kajian Oxford menegaskan bahwa risiko panas tidak hanya ditentukan oleh temperatur yang tinggi, melainkan juga oleh kemampuan kota dalam beradaptasi. Artinya, pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat kapasitas adaptasi melalui kebijakan tata ruang yang berpihak pada lingkungan. Kota perlu memperluas ruang terbuka hijau, merehabilitasi daerah aliran sungai, melindungi kawasan hutan di wilayah utara Bandung, menggunakan material bangunan yang lebih reflektif terhadap panas, memperbanyak jalur pejalan kaki yang teduh, serta mengembangkan sistem transportasi publik rendah emisi.

Bandung masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Namun, waktu yang tersedia semakin sempit. Perubahan iklim tidak lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang telah hadir dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep pembangunan kota harus bergeser dari paradigma eksploitasi ruang menuju paradigma resiliensi ekologis, yakni pembangunan yang menempatkan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan keberlanjutan sebagai fondasi utama.

Pada akhirnya, menjaga Bandung tetap layak huni bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat. Kota yang mampu bertahan menghadapi perubahan iklim adalah kota yang merawat hutannya, menjaga ruang hijaunya, melindungi daerah resapannya, dan menjadikan tata ruang sebagai bentuk penghormatan terhadap alam. Tanpa perubahan arah pembangunan yang berpijak pada prinsip keberlanjutan, Bandung berisiko kehilangan bukan hanya udara sejuk yang dahulu menjadi identitasnya, tetapi juga daya dukung ekologis yang menopang kehidupan generasi mendatang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 18:02

Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

Bandung yang sejak dulu dikenal berhawa sejuk, kini harus mawas diri terhadap perubahan suhu ekstrem. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan.

Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)