Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

5 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)

Setiap manusia memiliki daya imajinasi yang berbeda. Yang membedakan adalah bagaimana daya imajinasi itu bekerja menjadi pemikiran kritis. Dan, orang-orang yang berada dalam lingkaran kaum intelektual, cenderung memiliki daya imajinasi yang cukup tinggi.

Adakalanya, seseorang memiliki daya pikir yang tinggi tetapi tidak terbiasa untuk mengucapkan secara lisan kepada lawan bicaranya. Sepintas, orang seperti ini tampak mengalami kegagalan dalam berkomunikasi. Ini persepsi yang sangat keliru. Sebab, orang-orang seperti ini lebih cenderung mentransfer pemikirannya ke dalam bentuk tulisan tekstual.

Literasi itu bukan hanya sekadar mampu membaca, menulis dan berhitung. Di era transformasi digital, literasi juga menjadi alat dalam memahami konsep lebih luas, yakni kemampuan analisis dalam memahami karakter tekstual dan kontekstual.

Kegagalan sebagian besar masyarakat dalam memahami konsep literasi, karena menganggap literasi itu adalah bagian dari pendidikan formal yang hanya bersifat teoretis. Sementara orang lupa, bahwa belajar memahami literasi itu untuk meningkatkan kualitas pemikirannya secara individu. Bahkan, sejak manusia itu lahir, ia sudah mulai mengenal literasi, yang umumnya diistilahkan dengan “bahasa ibu”.

Di era kini, umumnya orang lebih cenderung melihat konsep literasi dengan cara visualisasi. Tetapi, ini bukan berarti tidak berdampak negatif bagi daya serap otak. Yang secara psikologis, sebetulnya memiliki fungsi motorik untuk meningkatkan kemampuan internal otak dalam berinteraksi. Belajar dengan metode visualisasi, justru mengurangi daya imajinasi secara kritis. Karena nalar hanya berposisi sebagai konsumen. Bukan membangun cara berpikir logis.

Pertanyaannya kemudian, mengapa imajinasi memiliki posisi yang sangat penting dalam proses literasi? Jawabannya terletak pada cara kerja otak manusia. Ketika seseorang membaca sebuah teks, otak tidak hanya mengenali huruf dan kata, tetapi juga membangun gambaran mental, menghubungkan pengalaman, menafsirkan makna, serta menyusun hubungan sebab-akibat. Seluruh proses tersebut merupakan kerja imajinasi yang berjalan berdampingan dengan nalar. Tanpa imajinasi, aktivitas membaca hanya berhenti pada pengenalan simbol-simbol bahasa, bukan pada pemahaman yang mendalam.

Dalam perspektif psikologi kognitif, imajinasi merupakan bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking). Imajinasi memungkinkan seseorang menciptakan berbagai kemungkinan, menguji sebuah gagasan, hingga membangun solusi terhadap persoalan yang dihadapinya. Oleh sebab itu, literasi yang sehat tidak hanya menghasilkan individu yang mampu mengingat informasi, tetapi juga mampu mengkritisi, mengevaluasi, dan menghasilkan pengetahuan baru.

Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Lev Vygotsky yang menempatkan imajinasi sebagai unsur penting dalam perkembangan intelektual manusia. Menurutnya, kreativitas tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari kemampuan mengolah pengalaman menjadi bentuk pemikiran baru. Imajinasi menjadi jembatan antara pengalaman empiris dan lahirnya pengetahuan. Semakin kaya pengalaman membaca seseorang, semakin luas pula ruang imajinasinya.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Martha C. Nussbaum dalam Not for Profit: Why Democracy Needs the Humanities. Nussbaum menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang kompeten secara ekonomi, tetapi juga manusia yang mampu berempati dan berpikir kritis. Kemampuan tersebut tumbuh melalui sastra, filsafat, seni, dan berbagai bentuk literasi yang melatih seseorang membayangkan kehidupan orang lain. Imajinasi, dengan demikian, bukan sekadar aktivitas estetis, melainkan fondasi kehidupan demokratis.

Sayangnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh informasi. Arus informasi yang bergerak sangat cepat membuat masyarakat lebih sering mengonsumsi potongan-potongan pengetahuan daripada membaca secara utuh. Budaya membaca yang membutuhkan kesabaran perlahan tergeser oleh budaya menggulir layar, melihat gambar, dan menyaksikan video berdurasi singkat. Informasi memang menjadi lebih mudah diakses, tetapi tidak selalu diiringi dengan proses refleksi yang memadai.

Fenomena tersebut melahirkan apa yang disebut Nicholas Carr sebagai perubahan pola kerja otak digital. Dalam bukunya The Shallows, Carr menjelaskan bahwa paparan informasi yang serba cepat dapat mengurangi kemampuan konsentrasi mendalam (deep reading). Padahal membaca secara mendalam merupakan proses yang melibatkan perhatian, imajinasi, empati, dan penalaran secara simultan. Ketika perhatian manusia semakin terfragmentasi, maka kemampuan memahami teks yang kompleks pun ikut menurun.

Bukan berarti media visual harus diposisikan sebagai ancaman. Visualisasi tetap memiliki manfaat besar dalam proses pembelajaran, terutama dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak. Persoalannya muncul ketika visual menggantikan keseluruhan proses berpikir. Jika seseorang hanya menerima gambar tanpa membangun interpretasi sendiri, maka imajinasinya menjadi pasif. Ia lebih banyak menerima daripada mencipta.

Karena itu, keseimbangan antara media visual dan aktivitas membaca perlu terus dipelihara. Membaca karya sastra, menulis esai, berdiskusi, hingga melakukan refleksi merupakan cara-cara efektif untuk mempertahankan daya imajinasi. Dalam sastra, misalnya, pembaca tidak disuguhi seluruh gambaran secara utuh. Justru terdapat ruang kosong yang harus diisi oleh pengalaman, emosi, dan penafsirannya sendiri. Di situlah imajinasi bekerja secara maksimal.

Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed juga mengingatkan bahwa membaca tidak boleh berhenti pada teks, melainkan harus berlanjut pada kemampuan membaca dunia. Literasi yang sejati adalah kemampuan memahami realitas sosial secara kritis. Dengan demikian, membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi proses pembebasan manusia dari cara berpikir yang pasif dan menerima begitu saja setiap informasi.

Dalam konteks Indonesia, tantangan literasi tidak hanya berkaitan dengan rendahnya minat baca, tetapi juga bagaimana membangun budaya berpikir. Banyak orang membaca untuk memperoleh jawaban cepat, bukan untuk memahami persoalan secara mendalam. Akibatnya, ruang dialog semakin menyempit, sedangkan penyebaran informasi yang keliru semakin mudah berkembang. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi tidak cukup diukur dari jumlah buku yang dibaca, melainkan dari kualitas pemahaman dan kemampuan mengolah informasi menjadi pengetahuan.

Merawat imajinasi berarti merawat masa depan peradaban. Bangsa yang kehilangan daya imajinasi akan sulit melahirkan ilmuwan, sastrawan, inovator, maupun pemimpin yang mampu melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Sebaliknya, bangsa yang membiasakan masyarakatnya membaca, menulis, berdialog, dan berpikir kritis akan memiliki fondasi intelektual yang lebih kokoh dalam menghadapi perubahan zaman.

Pada akhirnya, literasi bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan menuju kematangan berpikir. Imajinasi menjadi tenaga yang menghidupkan jalan tersebut. Ketika imajinasi dirawat melalui kebiasaan membaca, menulis, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman hidup, maka literasi akan berkembang menjadi kemampuan memahami diri, memahami orang lain, sekaligus memahami dunia. Di sanalah hakikat literasi menemukan maknanya yang paling utuh: membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam memaknai kehidupan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)