Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

4 menit baca
YESRUN EKA SETYOBUDI
Ditulis oleh YESRUN EKA SETYOBUDI diterbitkan
Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

"Ramai sekali waktu itu. Saya bisa sekolahin anak-anak semua sampai lulus kuliah." Begitu kenangan Dewi, pedagang makanan dan oleh-oleh di Terminal Cicaheum sejak 1995. Kini kenangan itu tinggal cerita. Kios-kiosnya sebentar lagi rata dengan tanah. Depo bus modern akan berdiri menggantikannya untuk proyek Bus Rapid Transit Bandung Raya.

Terminal Cicaheum diresmikan pada 23 Agustus 1975. Statusnya saat itu adalah terminal induk Kota Bandung. Selama lebih dari lima puluh tahun, kawasan ini menjadi denyut ekonomi bagi ratusan pedagang, sopir, dan pekerja informal lainnya. Kompensasi yang ditawarkan pemerintah kini hanya berkisar Rp2 juta sampai Rp3 juta. Angka ini jauh dari sepadan dengan nilai mata pencaharian yang sudah menghidupi keluarga selama tiga sampai lima dekade.

Rencana alih fungsi Terminal Cicaheum bukan wacana baru. Isu ini pernah mengemuka sejak era Wali Kota Dada Rosada. Berlanjut ke masa Ridwan Kamil. Kini benar-benar terealisasi di bawah Wali Kota Muhammad Farhan. Terminal ini akan berubah fungsi menjadi depo Bus Rapid Transit atau Metro Jabar Trans. Proyek ini bagian dari program strategis nasional yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

Seluruh layanan bus antar kota resmi dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang sejak 26 Mei 2026. Depo BRT sendiri ditargetkan mulai beroperasi pertengahan 2027. Wali Kota Farhan memastikan angkutan kota tidak akan dihilangkan. Angkot akan bertransformasi menjadi feeder, menghubungkan permukiman dengan koridor utama BRT.

Data yang Bolong di Lapangan

Empat dekade bertahan di Terminal Cicaheum, Wawan kini hanya bisa mengenang ramainya penumpang yang dulu memenuhi setiap sudut terminal. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Empat dekade bertahan di Terminal Cicaheum, Wawan kini hanya bisa mengenang ramainya penumpang yang dulu memenuhi setiap sudut terminal. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Nasib pedagang jauh lebih rumit dibandingkan nasib angkot. Elis, pedagang berusia 58 tahun, sudah berjualan sejak 1982 bersama suaminya. Namun tiga lapak miliknya sama sekali tidak tercatat dalam pendataan pemerintah. Ia berjualan sejak tepat setelah letusan Gunung Galunggung. Jauh sebelum sebagian pejabat yang kini menangani proyek ini lahir.

Persoalan pendataan yang bolong ini menjadi bukti nyata. Proses transisi belum berjalan rapi. Dinas Perhubungan Kota Bandung baru mencatat sekitar 51 pedagang penerima kompensasi. Nominalnya bervariasi, mulai Rp2 juta sampai Rp3 juta, tergantung ukuran kios. Angka ini jelas tidak cukup untuk memulai usaha baru di lokasi lain. Apalagi dibandingkan pendapatan bertahun-tahun yang akan hilang begitu kios dibongkar.

Penolakan warga bukan berarti anti-pembangunan. Tisna Somantri, perwakilan pedagang, menegaskan belum ada titik temu yang jelas. Prosesnya baru sebatas pendataan warung dan lapak. Pedagang lain bernama Uni, berjualan sejak 1994, menyampaikan sikap serupa lebih tegas. Mereka tidak keberatan pindah. Syaratnya satu: kompensasi harus jelas lebih dulu.

Tuntutan warga sebenarnya sangat sederhana. Mereka ingin pembangunan berjalan tanpa mengorbankan hak ekonomi kelompok kecil. Kelompok yang selama puluhan tahun ikut menghidupi kawasan tersebut. Sayangnya pola komunikasi pemerintah kerap terjebak pendekatan searah. Keputusan besar diambil lebih dulu. Dialog dengan warga terdampak baru menyusul belakangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan skema pencairan kompensasi. Dananya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing pedagang. Prosedur ini terdengar rapi di atas kertas. Namun nominalnya jauh dari mencerminkan nilai riil kerugian pedagang. Mereka kehilangan lokasi usaha strategis. Jaringan pelanggan yang terbangun puluhan tahun pun ikut terputus.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Alasannya manfaat jangka panjang bagi mobilitas warga Bandung Raya. Argumen ini masuk akal dari sisi kepentingan publik yang lebih luas. Tetapi kepentingan publik semestinya tidak jadi alasan mengabaikan hak kompensasi yang layak. Terutama bagi kelompok kecil yang terdampak langsung.

Istilah "tumbal pembangunan" mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian orang. Namun bagi pedagang yang kehilangan tempat usaha tanpa kepastian, istilah itu terasa sangat nyata. Mereka bukan menolak kemajuan transportasi massal. Mereka hanya menuntut agar kemajuan itu tidak dibangun di atas pengorbanan sepihak.

BRT Bandung Raya memang proyek yang dibutuhkan untuk mengurai kemacetan kota. Namun keberhasilan sebuah proyek transportasi massal tidak cukup diukur dari kecepatan pembangunan fisiknya saja. Ukuran lainnya adalah seberapa manusiawi proses transisinya bagi warga terdampak. Pemkot Bandung masih punya waktu sebelum jadwal pembongkaran benar-benar dieksekusi. Pastikan tidak ada satu pun pedagang yang tercecer dari pendataan. Pastikan pula kompensasi bukan sekadar formalitas administratif belaka. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

YESRUN EKA SETYOBUDI
Penulis lepas dan mahasiswa sejarah.Ia aktif menulis tentang isu lingkungan, masyarakat adat, keadilan agraria, dan dinamika sosial-ekologis di Indonesia.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)