Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

3 menit baca
Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Ditulis oleh Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba diterbitkan
Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)

Dalam ekosistem sepak bola modern, momen pengumuman pemain baru sering kali terjebak dalam formalitas birokratis, seperti konferensi pers kaku, foto seremonial, dan rilis media yang datar. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Persib Bandung yang memilih jalan berbeda. Klub berjuluk Maung Bandung ini tidak hanya memperkenalkan enam pemain anyarnya: Gabriel Mutombo, Sandy Walsh, Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic, tetapi juga menginisiasi sebuah rangkaian kampanye bertajuk Positive Movement. Dari sudut ilmu komunikasi, langkah ini bukan sekadar gimmick, melainkan penerapan cerdas dari Integrated Marketing Communication (IMC) yang berpusat pada keterlibatan komunitas.

Manajemen Persib tampaknya sadar bahwa audiens mereka, Bobotoh, bukan lagi konsumen pasif. Mereka adalah mitra aktif yang menuntut keterlibatan emosional. Pola perkenalan yang dilakukan Persib tahun ini sangat sistematis dan berlapis. Dimulai dengan bek asal Prancis, Gabriel Mutombo, yang diperkenalkan melalui kolaborasi dengan komunitas Bike to Work (B2W). Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, secara langsung turun ke jalan raya untuk mengayuh sepeda bersama ratusan peserta sebelum akhirnya mengumumkan nama Mutombo di Graha Persib.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan perkenalan Sandy Walsh dan Luka Menalo. Jika Mutombo dibawa lewat jalur olahraga, kedua pemain ini diperkenalkan melalui aksi kemanusiaan berupa donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Bandung. Langkah ini memperkuat narasi bahwa kehadiran pemain baru tidak hanya tentang kekuatan di lapangan hijau, tetapi juga tentang kontribusi sosial bagi masyarakat.

Berikutnya, kreativitas komunikasi Persib terjadi saat memperkenalkan duo bintang, Ragnar Oratmangoen dan Gakuto Notsuda. Manajemen memilih Grey Art Gallery di Jalan Braga sebagai panggung perkenalan melalui acara bertajuk "Sabtu Bersama Ayah". Sebanyak 18 anak, didampingi ayah mereka yang berasal dari kalangan karyawan PT PBB dan perwakilan Bobotoh, mengikuti kegiatan mewarnai menggunakan krayon di atas media gambar. Hadir juga penampilan seniman lokal Toni Masdiono yang menghadirkan proses live drawing dua pemain baru tersebut. Komisaris PT PBB, Umuh Muchtar, menyatakan bahwa kolaborasi dengan dunia seni bertujuan menghadirkan ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antargenerasi.

Tidak berhenti di situ, Persib kembali mengejutkan dengan cara memperkenalkan striker asal Montenegro, Balsa Sekulic. Manajemen memilih pendekatan yang lebih intim namun tetap strategis dengan mengundang awak media ke Graha Persib untuk sesi perkenalan eksklusif yang dikemas dengan nuansa kekeluargaan dan profesionalisme tinggi, menekankan kontrak dua tahun yang menunjukkan komitmen jangka panjang klub terhadap daya gedor lini depan.

Dari perspektif teori komunikasi, strategi ini berhasil menciptakan buzz organik. Setiap metode memiliki target psikologis yang berbeda: bersepeda menyentuh aspek kesehatan, donor darah menyentuh empati sosial, seni mewarnai menyentuh kehangatan keluarga, dan pertemuan media eksklusif untuk Balsa menyentuh aspek profesionalisme. Dengan cara ini, pesan "Persib Datang" tidak lagi menjadi informasi kering, melainkan sebuah pengalaman (experiential marketing) yang diingat oleh Bobotoh.

Namun, euforia atas metode perkenalan yang segar ini harus diimbangi dengan substansi performa di lapangan. Enam pemain tersebut telah resmi berseragam biru, namun pasar transfer belum sepenuhnya tertutup. Bobotoh masih menahan napas, menanti nama-nama besar lain yang dikabarkan akan memperkuat skuad. Salah satu nama yang paling hangat dibicarakan dan sangat dinantikan adalah Peralta. Sosok yang dianggap bisa menjadi game changer ini masih menjadi teka-teki bagi para pendukung setia Maung Bandung.

Manajemen Persib telah berhasil membuka pintu komunikasi dengan cara yang cerdas, menyentuh hati, dan melibatkan banyak elemen masyarakat. Kini, tantangan sebenarnya bukan lagi pada "bagaimana" mereka memperkenalkan pemain, melainkan "siapa" lagi yang akan mereka bawa untuk memenuhi ambisi juara lagi.

Jika Gabriel, Sandy, Luka, Ragnar, Gakuto, dan Balsa adalah jawaban yang sudah dibungkus dengan indah, maka Bobotoh masih menunggu babak selanjutnya. Karena pada akhirnya, sekeren apapun cara sebuah surat cinta dibuka, isinya tetaplah yang paling menentukan. Persib sudah pandai merangkai kata lewat aksi, kini saatnya mereka membuktikan bahwa isi hati skuad Maung Bandung harus sekuat dukungan Bobotoh, dan semoga, nama Peralta segera menjadi penutup manis dari simfoni rekrutmen tahun ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Dosen & Praktisi Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)