Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan Jumat 29 Mei 2026, 13:28 WIB
Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)

Selamat untuk Persib Bandung atas kemenangannya tiga kali berturut-turut. Ada peribahasa mengatakan “ Kita tidak pernah tahu kapan kita sedang membuat sebuah kenangan”, mungkin inilah yang sedang dialami tim dan semua pecinta Persib Bandung.

Di Lembang ada beberapa pemain legendaris Persib Bandung, seperti Robby Darwis, Roy Darwis dan Tantan. Mereka adalah para pemain yang ikut menorehkan sejarah hebat pada Persib Bandung, namun, tahukah para pembaca semua bahwa mereka lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Lapangan sederhana itu bernama lapangan Gunung Sari. Di era 1990-an dan 2000-an, lapangan Gunung Sari ini tidak pernah sepi dari turnamen. Bahkan di lapangan ini juga diadakan upacara 17 Agustus yang dihadiri oleh pemerintah Kecamatan Lembang dan para perwakilan siswa sekolah di Lembang.

Namun, lapangan Gunung Sari kini telah tiada, oleh para pengembang kapitalis lapangan yang sarat akan sejarah ini diubah menjadi jajaran ruko-ruko, namun bagian belakangan ruko-ruko tersebut masih menjadi lahan kosong tak terjamah, semakin hari semakin kumuh tak terurus. Ilalang di mana-mana, bahkan diwarnai dengan tumpukan sampah.

Untuk generasi muda Lembang atau para pendatang dan pelancong, mereka tidak akan menyadari bahwa dahulu lahan tersebut adalah sebuah lapangan sederhana tempat berbagai turnamen di Kecamatan ini dilangsungkan, bahkan melahirkan 3 nama besar di Persib Bandung.

Mari kita mundur ke masa kolonial Belanda, lapangan Gunung Sari adalah sebuah lahan kosong pada awalnya yang dikelilingi oleh pemakaman umum pribumi tertua di Lembang yang bernama Pemakaman Tjijeruk. Pemakaman Tjikeruk ini dimulai dari kawasan selatan (sekarang pintu masuk Puskesmas Lembang), kawasan barat (Sendik BRI) hingga di bagian tengahnya yaitu lahan yang menjadi Pasar Panorama Lembang sekarang.

Pemakaman Tjijeruk dipindahkan pada 1972 ke pemakaman Sirna Rasa, Jayagiri, Lembang. dan semua kawasan pemakaman dijadikan pusat ekonomi warga. Yang asalnya pasar dan pusat ekonomi Lembang berada di kawasan pecinan (pasar Lama, kawasan Mandarin hingga sebelum alun-alun Lembang), harus pindah ke bekas area Pemakaman Tjijeruk.

Lalu pada perkembangannya dibuatlah lapangan sepak bola sederhana untuk kepentingan warga yang diberi nama Gunung Sari. Hingga saya mulai merisetnya dengan rasa penasaran, mengapa diberi nama Gunung Sari?

Teka-teki penamaan Gunung Sari saya temukan di saat saya sedang meriset kawasan Taman Junghuhn. Salah seorang juru pelihara Taman Junghuhn yaitu almarhum pak Asep mengatakan bahwa diberi nama Gunung Sari, karena dahulu ada sebuah sekolah yang letaknya tak jauh dari sana, sekolah itu bernama Gunung Sari.

Bermodalkan data tersebut saya terus mencari keberadaan sekolah tersebut hingga pada akhirnya saya mendapatkan salah satu foto keadaan ruangan kelas tempo dulu di Lembang yang menyebutkan bahwa kelas tersebut adalah salah satu kelas di Kweekschool Lembang. Kweekschool adalah sekolah pendidikan guru pada masa penjajahan, sekolah ini didirikan untuk mencetak tenaga pengajar pribumi. Dan biasanya sekolah ini memakai bahasa pengantar bahasa Belanda.

Hingga saya bertemu dengan paman saya yang kebetulan merupakan staf pengajar di Balai Latihan Kerja Lembang, ia pun mengatakan lokasi dari Kweekschool Goenoeng Sarie adalah di lokasi tempatnya bekerja. Saya pun berkeliling ke tempat paman dan oleh beberapa staf lainnya diterangkan dimana lokasi tepatnya Kweekschool Goenoeng Sarie itu berada.

Dahulu sekolah itu terbuat dari bilik bambu dan panggung, namun memiliki ukiran kayu yang cantik ditambah kaca-kaca patri yang indah. Hanya terdapat 4 ruangan saja, yang kemungkinan 3 untuk kelas dan 1 untuk kantor dan ruang guru. Di depannya terdapat tiang besi untuk menaruh sepeda yang katanya dahulu dipakai untuk mengikat kuda-kuda peternakan Baroe Adjak. Sayangnya, saat Jepang datang sekolah ini dibakar habis tak tersisa.

Lalu kemudian saya kembali berselancar di situs-situs Belanda, mempelajari lebih dalam tentang Kweekschool Goenoeng Sarie. Sekolah ini ternyata didirikan oleh perguruan Neutral School, adalah sebuah lembaga perguruan yang netral tidak berafiliasi pada salah satu Gereja. Dan informasi lainnya yang saya dapat bahwa sekolah ini adalah pindahan dari Kweekschool Goenoeng Sahari Batavia yang didirikan pada 1912 dan mulai pindah ke Lembang pada 1920-an.

Sehingga semakin jelas akar dari penamaan Goenoeng Sarie adalah dari nama awal sekolah mereka dulu di Batavia pada 1912 yang bernama Kweekschool Goenoeng Sahari. Dan, kaitannya dengan lapangan sepak bola Gunung Sari adalah dahulu Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang memang telah membuka lapangan sederhana yang lumayan jauh dari letak sekolah mereka, mereka memakai lapangan tersebut untuk mata pelajaran olahraga.

Pada tahun 1930-an, terdapat satu rumah bergaya klasik yang dibangun di timur lapangan, konon menurut warga yang saya temui di seputar rumah tua itu mengatakan bahwa, pemilik rumah tua itu adalah salah seorang guru dari Kweekschool Goenoeng Sarie. Ketika saya mencoba mencari siapakah nama guru tersebut, saya mulai mencari buku telepon Bandung tahun 1936 yang dapat diakses online, dan saya menemukan ada nama satu orang yang terafiliasi pada Kweekschool Goenoeng Sarie, ia bernama Directeur Ir. E. De Munck Mortier yang memiliki nomor telepon Lem 14 (penomoran nomor telepon pada masa kolonial biasanya tidak lebih dari 3 angka). Kemungkinan tuan Mortier ini adalah kepala sekolah dari Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang dan sang pemilik rumah indah di timur lapangan bola Gunung Sari.

Kini, lapangan sarat sejarah itu tinggal kenangan, padahal jejaknya sangat penting bagi warga Lembang, karena sarat akan kisah pendidikan dan legenda tim kesayangan kita, Persib Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)