Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

5 menit baca
Pernando Aigro S
Ditulis oleh Pernando Aigro S diterbitkan Kamis 28 Mei 2026, 09:34 WIB
Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bandung kembali membiru dalam romantisme kejayaan yang selalu dinanti publik Jawa Barat. Keberhasilan Persib Bandung meraih trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia langsung disambut pesta besar-besaran. Euforia ini pun diresmikan secara elegan oleh manajemen Persib melalui acara "Ngariung Juara", sebuah acara untuk silaturahmi dan syukuran bersama para mitra yang menyokong operasional klub sepanjang musim. Bagi warga Jawa Barat, khususnya Bobotoh, Persib bukan sekadar sebelas pemain di lapangan hijau, melainkan identitas komunal, kebanggaan kultural, sekaligus pemersatu warga Bandung.

Oleh karena itu, momentum juara yang berhasil direbut setelah perjuangan panjang dan melelahkan sepanjang musim memang sudah selayaknya dirayakan oleh seluruh pencinta Maung Bandung.

Gelar juara Super League 2025/2026 ini terasa sangat istimewa karena mencatatkan sejarah baru yang luar biasa. Persib menjadi klub Indonesia pertama yang mampu meraih gelar juara tiga musim beruntun (hat-trick). Kepastian takhta tertinggi ini didapat setelah mereka bermain imbang melawan Persijap Jepara di pekan terakhir. Keberhasilan bersejarah itu langsung disambut ribuan Bobotoh dengan iring-iringan di jalanan Kota Bandung. Rute arak-arakan resmi sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa, dimulai dari Gedung Sate, melintasi titik-titik ikonik seperti Jalan Asia Afrika, dan berakhir di Pendopo Kota Bandung.

Namun, perayaan yang telah dirancang rapi justru berubah kacau di lapangan. Begitu piala dipastikan pulang ke tanah Pasundan, luapan kebahagiaan massa langsung tumpah ruah dan lepas kendali di luar rute yang ditentukan. Di balik terangnya nyala flare dan gegap gempita klakson kendaraan, Kota Bandung justru menyimpan duka yang mendalam. Pesta rakyat yang awalnya diniatkan untuk mengapresiasi sejarah baru sepak bola kita, dengan cepat berubah menjadi anarki jalanan karena aturan keselamatan berkendara diabaikan secara berjamaah. Kegilaan perayaan ini pada akhirnya harus dibayar dengan harga yang teramat mahal: nyawa manusia.

Di balik konvoi tersebut, tersimpan tragedi yang kelam, sebuah tragedi yang mencatatkan dua korban tewas dan sedikitnya 122 orang mengalami kecelakaan lalu lintas. Dari ratusan korban tersebut, puluhan di antaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius, yang lebih memilukan menyebutkan bahwa salah satu insiden fatal dipicu oleh oknum suporter yang nekat berkendara di bawah pengaruh alkohol. Petugas kebersihan bahkan mengamankan sampah botol minuman keras hingga memenuhi satu mobil pikap penuh di area publik. Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa euforia tanpa batas telah menjelma menjadi tragedi kemanusiaan yang mengerikan.

Komentar netizen di TikTok yang mengecam kericuhan konvoi juara Persib, merefleksikan keresahan publik atas selebrasi yang merugikan orang lain. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Komentar netizen di TikTok yang mengecam kericuhan konvoi juara Persib, merefleksikan keresahan publik atas selebrasi yang merugikan orang lain. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ketika Fanatisme Berubah Menjadi Kericuhan

Dampak destruktif dari konvoi ini nyatanya tidak hanya menyisakan trauma di aspal jalanan, tetapi juga berbuntut panjang di ruang digital. Platform media sosial seperti TikTok seketika dibanjiri oleh video-video amatir yang merekam sisi gelap perayaan tersebut dari sudut pandang warga biasa. Alih-alih dipenuhi konten visual yang estetik tentang kemenangan, halaman For Your Page (FYP) justru didominasi oleh rekaman mencekam: aksi saling lempar, perusakan fasilitas umum, pengendara motor yang ugal-ugalan tanpa helm, hingga kericuhan antarkelompok di beberapa titik kota. Video-video tersebut memicu gelombang kecaman dari publik yang muak terhadap anarki atas nama loyalitas.

Kekecewaan masyarakat umum kian memuncak di kolom komentar TikTok. Suara-suara jengkel yang menuntut perubahan drastis mulai menggema, seperti kalimat, "Tahun depan jangan konvoi...malu-maluin" Sesama warga Bandung pun merasa martabat kotanya sedang dipertaruhkan, tercermin dari ungkapan kekecewaan mendalam seperti, "ngerakeun pisan (memalukan sekali)”, klubnya berprestasi tapi suporternya tidak beradab. Netizen di TikTok seraya mengingatkan sebuah prinsip etika mendasar yang sangat sederhana namun sering kali dilupakan: "merayakan boleh, tapi jangan merugikan orang lain." Ungkapan-ungkapan ini adalah potret kejujuran dari warga yang hak kenyamanan, hak bekerja, dan hak keamanannya dirampas begitu saja atas dalih fanatisme sepak bola.

Lebih memprihatinkan lagi ketika adanya respons defensif dan egosentris dari sebagian oknum suporter yang membalas kritik tersebut di kolom komentar. Alih-alih berefleksi atau menunjukkan rasa empati terhadap para korban dan pengguna jalan yang telantar, keluhan objektif masyarakat justru dimentahkan dengan narasi arogan sejenis, "Persib mah bebas da juara!" atau "Juara mah bebas, macet sakieu mah wajar!". Ungkapan tersebut menunjukkan mentalitas yang keliru. Status juara seolah dianggap sebagai pembenaran untuk melanggar aturan, membuat kericuhan, dan mengintimidasi kenyamanan warga kota lainnya. Menjadikan nama besar Persib sebagai tameng untuk bertindak semena-mena di jalanan justru mencoreng nilai kesantunan masyarakat Sunda.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Trofi Emas Ternoda Darah dan Air Mata

Krisis sosial dan kericuhan masif yang terekam di jalanan maupun jagat maya ini akhirnya memicu reaksi keras dari Pemerintah Kota Bandung. Menanggapi situasi yang dinilai sudah tidak kondusif, pemerintah daerah terpaksa mengambil keputusan taktis yang sangat tegas, yakni menghentikan sementara seluruh izin acara publik berskala besar yang melibatkan massa Persib. Langkah berani ini diambil karena fakta di lapangan sudah tidak bisa ditoleransi lagi; ratusan korban luka bergelimpangan dan hilangnya nyawa di jalanan menjadi bukti betapa mahalnya harga sebuah piala yang harus ditebus.

Sangat ironis ketika sebuah pencapaian sejarah besar berupa hat-trick juara yang begitu agung di lapangan hijau, harus dinodai oleh perilaku barbar sekelompok oknum di ruang publik. Menang memang sudah selayaknya dirayakan dengan penuh kebanggaan, namun meluapkannya dengan cara yang anarkis hingga merenggut hak hidup dan kenyamanan sesama adalah sebuah kesesatan berpikir.

Sudah saatnya manajemen klub dan pemerintah daerah merombak total kultur selebrasi liar ini, dengan memindahkan pusat perayaan ke tempat yang lebih terstruktur dan terlokalisasi, seperti memusatkan pesta juara di Stadion GBLA atau Stadion Siliwangi lewat format festival resmi yang tertib dan terkontrol. Langkah ini tidak hanya akan menyelamatkan wajah Bandung di mata publik, tetapi yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa manusia.

Kita semua harus menyadari satu prinsip kemanusiaan yang paling mendasar: tidak ada satu pun trofi sepak bola di dunia ini, seberapa pun berkilaunya emas yang melapisi piala tersebut, yang harganya sebanding dengan nyawa manusia. Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati. (*)

REFERENSI

  • Lopes Costa, F, M. (2026). “Konvoi Persib Juara Berujung Duka, Dua Tewas dan Ratusan Orang Alami Kecelakaan”. Kompas.id.

  • PERSIB. (2026). “PERSIB Gelar Ngariung Juara”.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pernando Aigro S
Mahasiswa FH Unpar. Quotes "Jangan takut gagal, karna gagal ga takut kamu"- Leonico Joedo. 🗿
Tag Terkait

News Update

Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026