Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

3 menit baca
Yuwin Ella Chandean
Ditulis oleh Yuwin Ella Chandean diterbitkan Rabu 27 Mei 2026, 18:04 WIB
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)

Bandung, yang lama dijuluki sebagai Parijs van Java, terus bersinar sebagai magnet pariwisata di Indonesia. Berada di dataran tinggi yang sejuk, punya banyak bangunan peninggalan kolonial, komunitas kreatif yang aktif, dan pilihan kuliner yang tidak ada habisnya. Namun, di balik kemilau lampu Jalan Braga dan bus wisata Bandros yang ikonik, ada realitas kontras yang dialami para penggerak roda ekonominya, yakni para pekerja.

Sejak 2015, Bandung resmi menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network. Predikat ini bukan sekadar label; Bandung memang hidup dari kreativitas anak mudanya, mulai dari industri fashion dan distro, musik independen, hingga desain yang inovatif. Pemerintah kota pun sangat memanjakan wisatawan, salah satunya dengan pengoperasian bus Bandros untuk memudahkan mobilitas turis keliling kota tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi, guna mengurangi kemacetan.

Target wisata pun ambisius, Dinas Kebudayaan dan Priwisata (Disbudpar) Kota Bandung menargetkan lebih dari sembilan juta pengunjung per tahun pada 2026. Sektor jasa, perhotelan, dan ritel tumbuh subur melayani jutaan warga Jakarta yang mencari pelarian pada akhir pekan. Tetapi laju pesat pariwisata ini menekan infrastruktur kota seperti kemacetan yang kian kronis dan krisis lahan parkir, keluhan yang justru paling sering datang dari warga lokal

Realita di Balik Dapur Pariwisata

Meski pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi tulang punggung, nasib tenaga kerja Bandung tak semanis citranya. Data Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung 2025-2029, menunjukkan ketidakseimbangan (skill mismatch) yang nyata antara keterampilan tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri. Banyak posisi yang kosong bukan karena tidak ada pelamar, tapi yang datang sering tidak punya kompetensi yang dibutuhkan, atau posisinya memang tidak menarik bagi siapa pun.

Mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.862-Kesra/2025, Upah Minimum Kota (UMK) Bandung 2026 ditetapkan sebesar Rp 4.737.678. Angka ini memang naik, namun di lapangan pekerja di sektor tertentu seperti katering dan jasa ritel diperkirakan masih banyak yang menerima upah di bawah standar. Perlindungan hak pekerja pun belum kokoh. Hingga 2026, perusahaan di Bandung yang punya aturan kerja tertulis seperti Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), jumlahnya masih sangat sedikit, padahal ada ribuan perusahaan yang beroperasi di Bandung.

Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)
Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)

Gentrifikasi dan Kerentanan

Bandung saat ini mengalami ledakan pembangunan gedung tinggi dan hotel. Sektor pariwisata bertumbuh, tapi gentrifikasi mulai terasa, harga ikut naik dan warga yang sudah lama tinggal di situ pelan-pelan tidak lagi sanggup bertahan. Tarik menarik antara kepentingan modal pariwisata dan kebutuhan dasar warga, seperti akses air bersih hingga ruang publik, menjadi isu yang mulai memicu keresahan sosial.

Sejak pandemi, pekerja sektor informal semakin bertambah. Mereka yang bekerja di sektor informal biasanya tidak punya jaring pengaman seperti pesangon dan BPJS yang terjamin, sehingga begitu ekonomi goyah, mereka yang pertama terdampak. Munculnya disrupsi baru seperti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kompetisi dengan tenaga kerja asing juga menjadi ancaman nyata yang dapat menggerus peluang kerja lokal jika peningkatan keterampilan tidak dilakukan secara masif.

Menuju Bandung yang Lebih Seimbang

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan sebenarnya telah mencoba melakukan inovasi digital, salah satunya lewat aplikasi New Bimma untuk mempermudah warga mencari informasi lowongan kerja dan mengakses pelatihan. Namun, sampai sekarang, masih banyak pekerja Bandung yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, padahal itu hak dasar yang seharusnya sudah terpenuhi.

Bandung sudah berhasil menarik jutaan kunjungan turis setiap tahunnya. Pertanyannya, apakah keberhasilan itu juga dirasakan oleh para pekerjanya? Tanpa perlindungan yang kuat dan upah yang layak, kemegahan Bandung sebagai kota kreatif mungkin hanya bisa dinikmati oleh mereka yang datang untuk berkunjung, sementara mereka yang bekerja di dalamnya terus berjuang di tengah kerentanan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yuwin Ella Chandean
Analis Pengembangan Kompetensi ASN di Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)