Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

3 menit baca
Yuwin Ella Chandean
Ditulis oleh Yuwin Ella Chandean diterbitkan
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)

Bandung, yang lama dijuluki sebagai Parijs van Java, terus bersinar sebagai magnet pariwisata di Indonesia. Berada di dataran tinggi yang sejuk, punya banyak bangunan peninggalan kolonial, komunitas kreatif yang aktif, dan pilihan kuliner yang tidak ada habisnya. Namun, di balik kemilau lampu Jalan Braga dan bus wisata Bandros yang ikonik, ada realitas kontras yang dialami para penggerak roda ekonominya, yakni para pekerja.

Sejak 2015, Bandung resmi menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network. Predikat ini bukan sekadar label; Bandung memang hidup dari kreativitas anak mudanya, mulai dari industri fashion dan distro, musik independen, hingga desain yang inovatif. Pemerintah kota pun sangat memanjakan wisatawan, salah satunya dengan pengoperasian bus Bandros untuk memudahkan mobilitas turis keliling kota tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi, guna mengurangi kemacetan.

Target wisata pun ambisius, Dinas Kebudayaan dan Priwisata (Disbudpar) Kota Bandung menargetkan lebih dari sembilan juta pengunjung per tahun pada 2026. Sektor jasa, perhotelan, dan ritel tumbuh subur melayani jutaan warga Jakarta yang mencari pelarian pada akhir pekan. Tetapi laju pesat pariwisata ini menekan infrastruktur kota seperti kemacetan yang kian kronis dan krisis lahan parkir, keluhan yang justru paling sering datang dari warga lokal

Realita di Balik Dapur Pariwisata

Meski pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi tulang punggung, nasib tenaga kerja Bandung tak semanis citranya. Data Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung 2025-2029, menunjukkan ketidakseimbangan (skill mismatch) yang nyata antara keterampilan tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri. Banyak posisi yang kosong bukan karena tidak ada pelamar, tapi yang datang sering tidak punya kompetensi yang dibutuhkan, atau posisinya memang tidak menarik bagi siapa pun.

Mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/Kep.862-Kesra/2025, Upah Minimum Kota (UMK) Bandung 2026 ditetapkan sebesar Rp 4.737.678. Angka ini memang naik, namun di lapangan pekerja di sektor tertentu seperti katering dan jasa ritel diperkirakan masih banyak yang menerima upah di bawah standar. Perlindungan hak pekerja pun belum kokoh. Hingga 2026, perusahaan di Bandung yang punya aturan kerja tertulis seperti Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), jumlahnya masih sangat sedikit, padahal ada ribuan perusahaan yang beroperasi di Bandung.

Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)
Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)

Gentrifikasi dan Kerentanan

Bandung saat ini mengalami ledakan pembangunan gedung tinggi dan hotel. Sektor pariwisata bertumbuh, tapi gentrifikasi mulai terasa, harga ikut naik dan warga yang sudah lama tinggal di situ pelan-pelan tidak lagi sanggup bertahan. Tarik menarik antara kepentingan modal pariwisata dan kebutuhan dasar warga, seperti akses air bersih hingga ruang publik, menjadi isu yang mulai memicu keresahan sosial.

Sejak pandemi, pekerja sektor informal semakin bertambah. Mereka yang bekerja di sektor informal biasanya tidak punya jaring pengaman seperti pesangon dan BPJS yang terjamin, sehingga begitu ekonomi goyah, mereka yang pertama terdampak. Munculnya disrupsi baru seperti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kompetisi dengan tenaga kerja asing juga menjadi ancaman nyata yang dapat menggerus peluang kerja lokal jika peningkatan keterampilan tidak dilakukan secara masif.

Menuju Bandung yang Lebih Seimbang

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan sebenarnya telah mencoba melakukan inovasi digital, salah satunya lewat aplikasi New Bimma untuk mempermudah warga mencari informasi lowongan kerja dan mengakses pelatihan. Namun, sampai sekarang, masih banyak pekerja Bandung yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, padahal itu hak dasar yang seharusnya sudah terpenuhi.

Bandung sudah berhasil menarik jutaan kunjungan turis setiap tahunnya. Pertanyannya, apakah keberhasilan itu juga dirasakan oleh para pekerjanya? Tanpa perlindungan yang kuat dan upah yang layak, kemegahan Bandung sebagai kota kreatif mungkin hanya bisa dinikmati oleh mereka yang datang untuk berkunjung, sementara mereka yang bekerja di dalamnya terus berjuang di tengah kerentanan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)