Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

4 menit baca
Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Ditulis oleh Muhammad Mufti Sulthanan Nasira diterbitkan
Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)

Salah satu di antara banyaknya istilah ibadah yang sering dipahami kurang tepat adalah istilah qurban.

Selama ini ibadah qurban sering dianggap sebatas membeli hewan lalu menyembelihnya pada momentum Idul Adha. Sesederhana itu. Padahal jika ditelusuri dari akar katanya, qurban memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar penyembelihan hewan.

Secara bahasa, qurban berasal dari akar kata:

قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبًا – قُرْبَانًا

yang berarti dekat atau mendekatkan diri.

Makna ini dapat kita pahami dalam firman Allah SWT:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Kata qarīb dalam ayat tersebut bermakna dekat. Artinya, qurban sejatinya berkaitan dengan pendekatan diri seorang hamba kepada Allah SWT.

Di sinilah letak persoalannya. Banyak orang memahami qurban hanya sebagai aktivitas menyembelih hewan, padahal hakikat qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.

Lalu Apa Istilah yang Tepat untuk Penyembelihan Hewan di Hari Raya Idul Adha?

Islam ternyata memiliki istilah yang sangat rinci dalam setiap jenis ibadah. Al-Qur’an menggunakan istilah an-nusukh untuk ibadah yang berkaitan dengan penyembelihan.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

Kata wa nusukiy dalam ayat tersebut secara khusus dimaknai sebagai semua ibadah ritual yang berkaitan dengan penyembelihan hewan.

Karena itu, Islam membedakan istilah penyembelihan berdasarkan konteks ibadahnya:

  • Jika penyembelihan dilakukan karena kelahiran anak, disebut aqiqoh.

  • Jika dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, disebut udhiyyah.

  • Jika berkaitan dengan ibadah haji, disebut hadyu.

Artinya, ketika seseorang menyembelih hewan pada Idul Adha, maka secara istilah syariat ia sedang melaksanakan ibadah udhiyyah, dan pelakunya disebut mudhahhi.

Apa Itu Udhiyyah?

Dalam bahasa Arab, udhiyyah disebut:

الأضحية (al-udhiyyah)

Kata ini berasal dari:

أَضْحَى

yang berkaitan dengan waktu dhuha, yaitu permulaan siang setelah matahari terbit.

Karena itulah penyembelihan pada Hari Raya Idul Adha disebut udhiyyah, sebab dilakukan pada waktu dhuha dan hari-hari nahr.

Secara istilah syariat, udhiyyah adalah penyembelihan hewan ternak seperti unta, sapi, atau kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Seluruh hari tasyrik adalah waktu penyembelihan.”
(HR. Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi)

Pensyariatan Udhiyyah dalam Islam

Ibadah udhiyyah disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama.

Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Mayoritas ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai perintah melaksanakan penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha.

Dalam hadits riwayat Anas bin Malik disebutkan:

“Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas putih bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama pun telah bersepakat bahwa udhiyyah merupakan syariat Islam yang disunnahkan dan sangat dianjurkan bagi yang mampu.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Hukum Udhiyyah Menurut Ulama

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum udhiyyah.

Mazhab Hanafi memandang udhiyyah sebagai kewajiban bagi muslim yang mampu. Sedangkan mayoritas ulama seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukumnya sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Perbedaan ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ibadah udhiyyah sebagai syiar penghambaan kepada Allah SWT.

Hakikat Qurban: Bukan Sekadar Menyembelih

Penting memahami istilah ini. Sebab ternyata ibadah tidak hanya berbicara tentang mampu atau tidak mampu, bukan hanya soal bisa atau tidak menyembelih, dan bukan pula soal jauh atau dekat secara fisik.

Hakikat ibadah adalah ketaatan.

Taat berarti menyesuaikan diri dengan syariat yang diajarkan dan dicontohkan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ

“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya.”
(QS. Ali Imran: 32)

Maka syarat diterimanya dalam ibadah ada dua unsur penting meliputi:

  • Ibadah karena taat sesuai tuntunan syariat,

  • Ibadah karena qurban yakni ikhlas karena Allah SWT.

Di sinilah qurban memiliki makna yang sangat dalam. Qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana hati seorang hamba benar-benar dekat kepada Allah.

Selama ini banyak orang merasa tidak mampu berqurban karena memahami qurban hanya sebatas membeli hewan sembelihan pada Hari Raya Idul Adha.

Padahal, qurban adalah urusan hati.

Selama seseorang ikhlas beramal karena Allah, maka pada hakikatnya ia sedang berqurban di jalan Allah.

Karena itu, qurban tidak terbatas hanya pada momentum Idul Adha. Setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala sejatinya adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Berqurban Tidak Selalu Harus Menyembelih

Jika ditarik pada momentum Idul Adha, maka orang yang belum mampu membeli hewan sembelihan tetap bisa mengambil bagian dalam semangat qurban.

Ia bisa membantu proses penyembelihan, terlibat dalam pembagian daging, membantu panitia, atau menghadirkan tenaga dan waktu untuk kemaslahatan umat.

Hakikatnya, baik orang yang melaksanakan udhiyyah maupun yang membantu pelaksanaannya, keduanya sama-sama sedang belajar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena inti qurban bukan hanya darah yang mengalir dari hewan sembelihan, tetapi hati yang ikhlas dalam penghambaan.

Wallahu a’lam bish shawab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)