Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

4 menit baca
Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Ditulis oleh Muhammad Mufti Sulthanan Nasira diterbitkan Rabu 27 Mei 2026, 13:19 WIB
Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)

Salah satu di antara banyaknya istilah ibadah yang sering dipahami kurang tepat adalah istilah qurban.

Selama ini ibadah qurban sering dianggap sebatas membeli hewan lalu menyembelihnya pada momentum Idul Adha. Sesederhana itu. Padahal jika ditelusuri dari akar katanya, qurban memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar penyembelihan hewan.

Secara bahasa, qurban berasal dari akar kata:

قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبًا – قُرْبَانًا

yang berarti dekat atau mendekatkan diri.

Makna ini dapat kita pahami dalam firman Allah SWT:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Kata qarīb dalam ayat tersebut bermakna dekat. Artinya, qurban sejatinya berkaitan dengan pendekatan diri seorang hamba kepada Allah SWT.

Di sinilah letak persoalannya. Banyak orang memahami qurban hanya sebagai aktivitas menyembelih hewan, padahal hakikat qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.

Lalu Apa Istilah yang Tepat untuk Penyembelihan Hewan di Hari Raya Idul Adha?

Islam ternyata memiliki istilah yang sangat rinci dalam setiap jenis ibadah. Al-Qur’an menggunakan istilah an-nusukh untuk ibadah yang berkaitan dengan penyembelihan.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

Kata wa nusukiy dalam ayat tersebut secara khusus dimaknai sebagai semua ibadah ritual yang berkaitan dengan penyembelihan hewan.

Karena itu, Islam membedakan istilah penyembelihan berdasarkan konteks ibadahnya:

  • Jika penyembelihan dilakukan karena kelahiran anak, disebut aqiqoh.

  • Jika dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, disebut udhiyyah.

  • Jika berkaitan dengan ibadah haji, disebut hadyu.

Artinya, ketika seseorang menyembelih hewan pada Idul Adha, maka secara istilah syariat ia sedang melaksanakan ibadah udhiyyah, dan pelakunya disebut mudhahhi.

Apa Itu Udhiyyah?

Dalam bahasa Arab, udhiyyah disebut:

الأضحية (al-udhiyyah)

Kata ini berasal dari:

أَضْحَى

yang berkaitan dengan waktu dhuha, yaitu permulaan siang setelah matahari terbit.

Karena itulah penyembelihan pada Hari Raya Idul Adha disebut udhiyyah, sebab dilakukan pada waktu dhuha dan hari-hari nahr.

Secara istilah syariat, udhiyyah adalah penyembelihan hewan ternak seperti unta, sapi, atau kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Seluruh hari tasyrik adalah waktu penyembelihan.”
(HR. Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi)

Pensyariatan Udhiyyah dalam Islam

Ibadah udhiyyah disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama.

Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Mayoritas ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai perintah melaksanakan penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha.

Dalam hadits riwayat Anas bin Malik disebutkan:

“Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas putih bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama pun telah bersepakat bahwa udhiyyah merupakan syariat Islam yang disunnahkan dan sangat dianjurkan bagi yang mampu.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Hukum Udhiyyah Menurut Ulama

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum udhiyyah.

Mazhab Hanafi memandang udhiyyah sebagai kewajiban bagi muslim yang mampu. Sedangkan mayoritas ulama seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukumnya sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Perbedaan ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ibadah udhiyyah sebagai syiar penghambaan kepada Allah SWT.

Hakikat Qurban: Bukan Sekadar Menyembelih

Penting memahami istilah ini. Sebab ternyata ibadah tidak hanya berbicara tentang mampu atau tidak mampu, bukan hanya soal bisa atau tidak menyembelih, dan bukan pula soal jauh atau dekat secara fisik.

Hakikat ibadah adalah ketaatan.

Taat berarti menyesuaikan diri dengan syariat yang diajarkan dan dicontohkan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ

“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya.”
(QS. Ali Imran: 32)

Maka syarat diterimanya dalam ibadah ada dua unsur penting meliputi:

  • Ibadah karena taat sesuai tuntunan syariat,

  • Ibadah karena qurban yakni ikhlas karena Allah SWT.

Di sinilah qurban memiliki makna yang sangat dalam. Qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana hati seorang hamba benar-benar dekat kepada Allah.

Selama ini banyak orang merasa tidak mampu berqurban karena memahami qurban hanya sebatas membeli hewan sembelihan pada Hari Raya Idul Adha.

Padahal, qurban adalah urusan hati.

Selama seseorang ikhlas beramal karena Allah, maka pada hakikatnya ia sedang berqurban di jalan Allah.

Karena itu, qurban tidak terbatas hanya pada momentum Idul Adha. Setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala sejatinya adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Berqurban Tidak Selalu Harus Menyembelih

Jika ditarik pada momentum Idul Adha, maka orang yang belum mampu membeli hewan sembelihan tetap bisa mengambil bagian dalam semangat qurban.

Ia bisa membantu proses penyembelihan, terlibat dalam pembagian daging, membantu panitia, atau menghadirkan tenaga dan waktu untuk kemaslahatan umat.

Hakikatnya, baik orang yang melaksanakan udhiyyah maupun yang membantu pelaksanaannya, keduanya sama-sama sedang belajar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena inti qurban bukan hanya darah yang mengalir dari hewan sembelihan, tetapi hati yang ikhlas dalam penghambaan.

Wallahu a’lam bish shawab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Penggiat literasi digital, magister yang minat kajian agama, media dan budaya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)